Mengenal Kanker Serviks

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia.

Seperti apa kanker serviks dan bagaimana penanganannya? Berikut petikan wawancara tim RS Awal Bros Hospital Group dengan dr. Arif Budiman Syahputra, SpOG, MKes, Spesialis Obstetri & Ginekologi RS Awal Bros Tangerang.

Dok,  apakah yang dimaksud dengan Kanker serviks?

dr-Arif-Budiman-SyahputraKanker serviks adalah kelainan di mulut rahim wanita (serviks), bagian paling sempit dan terbawah dari rahim. Rahim merupakan tempat pertumbuhanan perkembangan janin selama kehamilan. Serviks menghubungkan bagian paling bawah rahim dengan vagina, melalui jalan lahir.

Pertumbuhan kanker serviks biasanya sangat lambat, bisa sampai bertahun-tahun lamanya. Permukaan sel serviks berubah dari normal menjadi tidak normal. Pada awalnya, perubahannya hanyalah ketidak normalan saja, bukan kanker. Abnormalitas yang terjadi merupakan pertanda adanya perubahan awal yang mengarah ke kanker.

Beberapa perubahan abnormal (pre-kanker) tidak membutuhkan terapi, akan tetapi beberapa pre-kanker membutuhkan perhatian khusus supaya tidak berkembang menjadi kanker. Fase penyakit ini yang disebut sebagai “displasia”. Seringkali, jaringan pre-kanker dapat dihilangkan / dihancurkan tanpa mengganggu jaringan yang sehat, tapi pada beberapa kasus, dibutuhkan tindakan histerektomi (pengangkatan rahim) untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Penanganan lesi pre-kanker tergantung dari besarnya lesi, perubahan yang terjadi pada sel serviks, keinginan untuk memiliki anak, usia pasien, kesehatan pasien secara menyeluruh dan keinginan dari pasien yang disampaikan pada dokter.

Jika sel pre-kanker berubah menjadi sel kanker dan menyebar lebih dalam di serviks atau menyebar ke jaringan dan organ lainnya, barulah dinyatakan sebagai kanker serviks.

Apa saja faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan sel serviks menjadi abnormal atau kanker?

Kanker serviks dibedakan menjadi dua tipe utama, yang berdasarkan tipe sel dimana kanker tersebut bermula :

– Squamous cell carcinoma, 85%-90% dari seluruh kanker serviks

– Adenocarcinoma, 10%-15% kanker serviks lainnya

Dengan mempelajari banyak kasus pada wanita di seluruh dunia, banyak peneliti telah menyimpulkan beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan sel serviks menjadi abnormal atau kanker. Para peneliti tersebut meyakini bahwa pada banyak kasus, kanker serviks terjadi ketika ada dua atau lebih faktor risiko yang ditemukan.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang melakukan hubungan seksual sebelum usia 18 tahun dan memiliki banyak pasangan seksual meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker serviks. Wanita juga memiliki risiko yang tinggi apabila pasangan seksualnya pernah melakukan hubungan seksual diusia yang masih sangat muda, memiliki banyak pasangan seksual atau sebelumnya pernah menikah dengan wanita yang menderita kanker serviks.

Belum diketahui secara pasti mengapa hubungan seksual antara wanita dan pasangannya meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks. Hingga saat ini diyakini bahwa beberapa virus yang ditularkan melalui hubungan seksual dapat menyebabkan perubahan pada sel serviks yang dapat berakhir dengan kanker. Wanita dan pria yang memiliki lebih dari 1 pasangan seksual meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks dikarenakan mereka memiliki virus yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Ditemukan efek dari human papilloma virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Beberapa virus HPV menyebabkan kutil pada daerah genital (kondiloma akuminata). Virus HPV dapat menyebabkan perubahan pertumbuhan sel di serviks menjadi  tidak normal yang dapat mengakibatkan terjadinya kanker serviks. Beberapa peneliti menemukan bahwa wanita dengan infeksi HPV atau yang pasangannya terinfeksi HPV memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menjadi kanker serviks.

Merokok merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker serviks, meskipun tidak dapat diketahui secara pasti mengapa atau bagaimana. Risiko semakin meningkat berdasarkan jumlah rokok yang dihisap setiap hari dan lamanya wanita tersebut menjadi perokok.

Wanita dengan ibu yang diberikan terapi diethylstilbestrol (DES) ketika hamil untuk mencegah terjadinya keguguran juga memiliki risiko tinggi untuk menjadi kanker serviks (obat ini digunakan untuk mencegah keguguran sekitar tahun 1940-1970). Tipe kanker serviks yang terjadi merupakan tipe yang sangat langka yang ditemukan pada sebagian kecil wanita kanker serviks dengan riwayat ibunya diberikan DES.

Beberapa penelitian juga melaporkan kejadian kanker serviks yang meningkat pada wanita dengan sistem imunitas yang lemah. Misalnya saja wanita dengan HIV yang menyebabkan AIDS. Juga pasien dengan transplantasi organ yang diberikan obat penekan sistem imunitas untuk mencegah penolakan organ baru yang ditransplantasikan.

Apa saja gejala yang timbul jika seseorang terkena kanker serviks?

ciri-kanker-serviksBeberapa gejala di bawah ini dapat disebabkan oleh kanker serviks, apabila ditemukan salah satu dari gejala tersebut, sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter supaya dapat diketahi penyebab pastinya :

– Perdarahan pervaginam

– Cairan vagina yang tidak biasa

– Nyeri pelvik

– Nyeri ketika hubungan seksual

Penanganan apa yang harus diterapkan saat seseorang terkena kanker serviks?

Penanganan kanker serviks dalam kehamilan tergantung dari stadium kanker dan usia kehamilan. Untuk kanker serviks yang dideteksi pada trimester akhir kehamilan, penanganannya bisa ditunda hingga bayi lahir.

Dikemudian hari, deteksi dini dan terapi jaringan pre-kanker merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Para wanita semestinya melakukan konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi mengenai deteksi dini dan menjadwalkan untuk dilakukan check-up.

Biasanya tidak ada gejala khusus yang menandai terjadinya kanker serviks stadium awal, akan tetapi dapat dilakukan deteksi dini setiap tahunnya yaitu dengan pap smear yang dapat dilanjutkan dengan vaksinasi HPV.

Categories: Artikel and RS Awal Bros Tangerang.

Comments

  1. marini

    Terima kasih atas informasinya Dok. Menambah pengetahuan saya mengenai kanker serviks dan membuat saya lebih mawas diri utk melakukan pap smear. Bravo Dok 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *