Perusak Jantung, Penunda kehamilan

kolesterol-dr.brain

dr. Brain Gantoro., SpGK Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Awal Bros Batam

Terkait pengaruh kolesterol kepada kehamilan, ketua peneliti Enrique Schisterman mengatakan pasangan yang memiliki kolesterol tinggi harus rela menunggu waktu bertahun-tahun hanya agar bisa memiliki momongan. “Penelitian ini adalah penelitian pertama yang melihat tingkat kolesterol sebagai faktor yang bisa menunda kehamilan, selain faktor lain yang sudah diketahui seperti usia dan berat badan,” kata Enrique Schisterman, seperti dilansir laman MSN dan dimuat di jpnn.com (Grup Batam Pos), Minggu (25/5/).

Hal-hal yang menyebabkan tingkat kolesterol seseorang tinggi antara lain gen, jarang melakukan olahraga, serta tentunya pola makan yang salah. Jika sang istri yang memiliki tingkat kolesterol tinggi dan suami tidak, maka mereka mungkin harus menunggu agak lama untuk bisa memiliki anak. Namun jika suami yang memiliki kolesterol tinggi dan wanita tidak, sepertinya tidak akan memberikan pengaruh yang negatif. Walaupun penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kolesterol dengan waktu yang dibutuhkan pasangan untuk memiliki anak, namun peneliti tidak mengetahui dengan pasti apakah hal ini disebabkan oleh kolesterol atau pengobatan yang dijalani seseorang untuk menjaga kolesterolnya tetap stabil. “Terapkanlah pola hidup sehat, rutin melakukan olahraga dan jaga agar kolesterol Anda tetap seimbang akan membantu Anda cepat hamil dan Anda dan bayi yang dikandung akan tetap sehat,” katanya.

Menurut dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, dr Brain Gantoro SpGK, kolesterol adalah molekul yang terdiri dari lipid atau minyak dan protein yang punya kadar trigliserida. “Dari pemeriksaan rata-rata kolesterol terdiri dari kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida,” kata Brain, saat dijumpai di tempat prakteknya di RSAB, Rabu (28/5). Semua itu, lanjut Brain, berasal dari makanan dan apa yang diproduksi oleh hati. “Jadi kalau mengonsumsi makanan yang mengandung lemak maka kolesterolnya akan naik untuk beberapa hari,” terangnya.
Dalam laman wikipedia, LDL adalah lipoprotein densitas rendah (low density lipoprotein) adalah golongan lipoprotein (lemak dan protein) yang bervariasi dalam ukuran dan isi, serta berfungsi mengangkut kolesterol, trigliserida, dan lemak lain (lipid) dalam darah ke berbagai bagian tubuh. Secara lebih spesifik, fungsi utama dari LDL adalah untuk mengangkut kolesterol dari hati ke jaringan dengan menggabungkannya ke dalam membran sel. “Yang LDL ini kolesterol jahat, sedangkan HDL kolesterol baik,” kata Brain. HDL (High density lipoprotein) merupakan senyawa lipoprotein yang berat jenisnya tinggi. Membawa lemak total rendah, protein tinggi, dan dibuat dari lemak endogenus di hati. HDL disebut baik, kata Brain, karena melarutkan kolesterol jahat dan membawanya ke hati untuk diurai dan kemudian dibentuk molekul baru. “Kolesterol jahat mudah mengendap di dinding pembuluh darah termasuk pembuluh darah yang menyuplai nutrisi dan oksigen ke otot jantung dan saluran otak.” papar Brain. “Jika yang tersumbat di saluran jantung akibatnya otot jantungnya bisa mati maka terjadilah serangan jantung, dan kalau di saluran otak maka bisa menyebabkan stroke.” Dikatakan Brain, kolesterol juga diperlukan tubuh karena berguna untuk pembentukan jaringan saraf, membran sel, dan hormon. “Kolesterol adalah bahan bakunya,” jelasnya.***

Pembuluh Darah

Pembuluh Darah

Luruh dengan Minyak Tak Jenuh

Selain itu, junk food mengandung banyak sodium, saturated fat, dan kolesterol. “Yang paling utama untuk mengendalikan kolesterol adalah dengan cara mengonsumsi makanan rendah lemak, rendah kolesterol, dan konsumsi makanan tinggi serat, terutama serat larut,” kata dr Brain Gantoro SpGK, dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam. Serat larut terdapat dalam sayur dan buah-buahan. “Kandungan seratnya ini bisa mengikat lemak sehingga kadar kolesterol dalam darah turun secara tidak langsung.” Banyak faktor yang berpengaruh dalam pengendalian kolesterol, seperti jenis kelamin, usia, berat dan tinggi badan. “Kolesterol tidak hanya pada orang yang obesitas, orang kurus pun bisa punya kolesterol tinggi,” ucapnya. Bagi orang suka makanan yang digoreng, sebaiknya kata Brain, menggunakan minyak kanola (wijen) dan minyak zaitun (olive). “Karena minyaknya tidak jenuh,” terangnya. Sedangkan minyak sawit, lanjutnya, termasuk minyak tidak jenuh tapi tidak sebagus minyak zaitun dan minyak wijen.
Dalam satu makanan terdapat kandungan asam lemak jenuh, asam lemak tidak jenuh tunggal, dan asam lemak tidak jenuh jamak. “Semua yang menghasilkan minyak (nabati) mengandung ketiga-tiganya ini, cuma kadar jenuhnya lebih banyak pada minyak kelapa dan mentega,” bebernya. Sedangkan untuk minyak ikan, termasuk yang baik untuk tubuh karena menandung omega3 yang fungsinya meningkatkan HDL dan melarutkan LDL. (yusuf hidayat)

Bahaya Jeroan dan Daging merah

Sumber kolesterol adalah dari makanan dan hasil produksi hati. dr Brain Gantoro SpGK, spesialis gizi klinik Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, mengatakan makanan tinggi kolesterol yang perlu dihindari adalah otak, sea food kecuali ikan, jeroan (hati, paru-paru, usus, lidah, dll), dan kuning telur.
Bagaimana dengan daging? “Daging merah (daging sapi, kambing, lembu, red) dan daging putih (ayam, red) merupakan sumber protein tapi membawa lemak. Bukan gak boleh makan daging tapi harus selektif, misalnya pilih daging seratnya saja,” terang Brain.

Sayur dan Buah
Menurut dr Brain, yang paling penting dari sayur dan buah adalah seratnya, sebab dalam sehari kebutuhan serat bagi manusia sangat penting. Dalam laman menshealth, buah-buahan dan sayuran mengandung rendah lemak, memiliki kandungan minim garam, sedikit gula, dan sumber yang bagus untuk memperoleh serat pangan. Konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah banyak turut membantu mengurangi obesitas, menurunkan kolesterol, memelihara stabilitas tekanan darah, dan melindungi dari ancaman kanker. Selain itu, sayur dan buah merupakan gudang vitamin dan mineral, seperti vitamin A (beta-karoten), C, magnesium, zinc, fosfor, hingga asam folat. Buah-buahan dan sayuran juga mengandung fitokemikal, komponen biologi aktif yang membantu tubuh melindungi diri dari berbagai jenis penyakit. Berbagai hasil penelitian menunjukkan, jika mengonsumsi buah-buahan dan sayur-mayur secara rutin, akan menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2, stroke, penyakit jantung, kanker, dan tekanan darah tinggi. Kebutuhan serat dalam sehari bagi kebanyakan orang Asia, kata Brain, sebanyak 25 gram – 35 gram, sedangkan orang Eropa atau Amerika membutuhkan minimal 35 gram serat per harinya. “Orang Asia pada umumnya kan kecil, tidak sebesar orang Eropa,” terangnya. Sebagai gambaran, dalam satu mangkok sayur baru mengandung 5 gram serat. Jika dikalkulasikan sehari tiga kali makan maka dibutuhkan enam mangkok sayur. “Jadi, untuk melengkapinya ya dengan mengonsumsi buah,” pugkasnya. (yusuf hidayat)

http://issuu.com/majalahbatampos/docs/63-majalahbatampos?e=7455969/8083207

Categories: Media Clipping, RS Awal Bros Batam, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *