Moody, Susah Prediksi Suasana Hati Penderita Gangguan Bipolar

Gangguan Bipolar atau Bipolar Disorder sedang ramai diperbincangkan khalayak pasca terkuaknya kasus artis cantik Marshanda. Masalah kesehatan jiwa ini kian meledak di media massa setelah meninggalnya aktor Robin Williams yang diduga bunuh diri. Kedua public figure tersebut memiliki kesamaan, diduga mengalami gangguan bipolar.

bipolar2Psikolog RS Awal Bros Bekasi RA. Oriza Sativa, S.Psi, Psi, CH,CCR, menjelaskan, gangguan bipolar merupakan penyakit yang menyerang mood atau alam perasaan. Penderitanya akan mengalami depresi dan mania, atau dalam kata lain mood si penderita beralih dari yang low (depresi) menjadi high (mania). “Gangguan bipolar itu gangguan mood yang beralih dari low ke high,” ujar Oriza.

Oriza menambahkan, orang yang mengidap gangguan bipolar, suasana hatinya tidak bisa diprediksi, terkadang mereka memiliki mood yang tinggi atau rendah. “Dia itu menyerang mood, gangguan alunan suasana hati yang berubah dari turun menjadi naik drastis,” jelasnya.

Bagaimana mendeteksinya? Harus didiagnosa psikiater atau psikolog yang sudah ahli.

Oriza menyarankan agar memerhatikan anak yang sejak kecil mengalami mood parah, karena dikhawatirkan memiliki tanda awal terjangkitnya gangguan bipolar. “Kalau ada anak kecil atau usia kanak-kanak sudah memiliki mood yang parah, suka meraung-raung, dia ada kemungkinan terjangkit bipolar,” tambahnya.

Anak yang orangtuanya lebih dulu mengidap gangguan bipolar, maka saat usianya 14 tahun si anak bisa dideteksi apakah alami gangguan bipolar atau tidak. Untuk itu, agar tidak masuk dalam golongan lanjut, anak tersebut harus diperiksa ke dokter atau psikiater. “Awal mulanya bisa dideteksi pada saat usia remaja, itu usia atau masa-masa kapan bipolar timbul. Maksimal dewasa atau beranjak dewasa, kalau tanda-tandanya semakin parah harus segera ke dokter atau psikiater,” pungkasnya.

Categories: News and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *