Penderita Gangguan Bipolar perlu Penanganan Khusus

Perlu penanganan khusus untuk mengatasi Gangguan Bipolar. Ya, gangguan masalah kesehatan jiwa ini tak bisa dideteksi tanpa bantuan tim medis. Butuh psikiater atau psikolog untuk melakukan diagnosa terhadap penderita gangguan bipolar. Dan segera.

bipolar-disorderSeperti namanya, bipolar, berarti adalah dua kutub. Artinya, orang yang terkena gangguan ini pun akan mengalami perubahan mood yang dramatis, dari mood yang sangat bahagia atau dikenal dengan mania menjadi mood yang sangat sedih atau depresi. Perubahan ini dapat berlangsung dengan cepat tanpa adanya pengaruh keadaan tertentu, melainkan karena perubahan dengan cepat kadar zat-zat kimia tertentu di otak.

Psikolog RA. Oriza Sativa, S.Psi, Psi, CH,CCR, menegaskan bahwa penanganan segera oleh psikiater atau psikolog harus diberikan. “Jangan ditunda,” katanya. Membawa orang yang menderita gangguan bipolar ke psikiater atau psikolog, merupakan langkah awal agar penyakit tersebut bisa diminimalisasi dengan memberikan sejumlah obat. Langkah selanjutnya, keluarga wajib memberikan dukungan secara penuh. Tak perlu merasa malu dengan penyakit yang diderita salah satu anggota keluarganya.

“Dukungan dari keluarga itu sangat penting untuk membentuk perilaku atau membenahi perilaku orang dengan gangguan bipolar. Keluarga jangan malu terhadap anggota keluarganya yang tidak normal, justru harus didukung dan diberikan masukan positif agar dia tidak kambuh,” tegasnya. Semakin dini gangguan bipolar terdeteksi maka akan semakin besar keberhasilan untuk diatasi.

Selain itu, untuk membuat diagnosa, Oriza mengatakan kondisi orangtua yang diduga menderita gangguan bipolar juga perlu diperiksa. Faktor keturunan atau genetik sangat memungkinkan seseorang menderita gangguan bipolar. Terlebih, kedua orangtuanya sudah pernah dimasukkan ke rumah sakit karena penyakit tersebut.

“Kalau kedua orangtuanya pernah masuk rumah sakit karena bipolar, kemungkinan 35-50 persen anaknya akan mengalami bipolar,” ujar psikolog yang berpraktek di RS Awal Bros Bekasi ini. Jika hanya satu dari kedua orangtuanya menderita gangguan bipolar, kemungkinan sang anak juga mengidap penyakit serupa sekitar 15-25 persen. Oriza mengimbau kepada masyarakat agar terus memantau perkembangan anak dari usia 14 tahun ke atas untuk mengantisipasi terjadinya ganguan bipolar. “Jadi, kalau orangtuanya menderita gangguan bipolar, anak harus diberi perhatian lebih. Dia harus diperiksakan ke psikiater atau psikolog untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut,” katanya.

Pengobatan pada gangguan bipolar secara langsung terkait pada tiap fasenya. Strategi terapinya disesuaikan dengan kondisi pasien. Ada fase terapi akut, terapi berkelanjutan dan fase pemeliharaan. Apabila seseorang dengan depresi yang ekstrim dan menunjukkan perilaku bunuh diri maka diperlukan rawat inap. Sebaliknya, jika hanya depresi ringan dan masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari bisa diobati dengan rawat jalan.

Categories: News and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *