dr.Bambang Budiono,SpJP,FIHA,FSCAI: Ketika Jantung Dipasangi “Cincin” (Angioplasti Koroner )

dac2ebb0287e6d04d8a15ad10090044f_customer-support-icon-transparent

“Dr. Bambang Budiono, SpJP, FIHA, FSCAI”

Kateterisasi jantung atau nama lengkapnya angioplasti koroner yang diikuti dengan PTCA (Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasti) atau pun PCI (Percutaneus Coronary Intervention) sebenarnya merupakan prosedur untuk melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat.

Penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah itu selain bisa menimbulkan serangan jantung, juga akan menimbulkan angina (nyeri pada dada) dan penyakit lain yang berhubungan dengan jantung.

Penyempitan atau pun sumbatan pembuluh darah sebenarnya hasil dari proses bertahun-tahun peradangan kronis pembuluh darah koroner, yakni terbentuknya endapan di pembuluh darah yang disebut plak aterosklerosis. Proses ini awalnya berjalan diam-diam, tidak menimbulkan gejala klinis, sehingga seseorang tidak akan merasakan apa yang terjadi di dalam dinding pembuluh darahnya.

Serangan jantung atau angina merupakan puncak dari perjalanan panjang penumpukan plak. Jika ada faktor risiko penyakit jantung koroner lainnya, seperti merokok, kegemukan, kurang beraktivitas, atau ada riwayat keluarga, maka proses penumpukan plak lemak itu berkembang lebih cepat.

Tindakan rutin
PTCA_stent_NIHTindakan katerisasi jantung sendiri menurut dr. Bambang Budiono, Sp.PJ, FIHA, FSCAI, dari Rumah Sakit Awal Bros Makassar, bukanlah tindakan operasi. Yang disebut tindakan operasi pada pembuluh darah jantung koroner adalah tindakan operasi bypass.

Katerisasi jantung yang diikuti dengan pemasangan cincin (stent) di pembuluh darah koroner adalah hal yang rutin dilakukan di rumah sakit besar di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Tindakan ini bukan tindakan  operasi, untuk pemeriksaan dan tindakan ini tidak butuh perawatan lama dan bisa segera beraktifitas.

Sesudah tindakan pun pasien bisa langsung beraktivitas seperti biasa dan tidak ada pembatasan aktivitas baik yang sedang atau pun berat.

Prosedurnya
Prosedur PTCA atau PCI dilakukan dengan menyuntikkan anestesi ke pangkal lengan atau pangkal paha dalam. Setelah itu dokter memasukkan selang kecil yang lentur (kateter) sebagai pemandu ke dalam tungkai atau lengan. Dibantu gambar pada monitor, dokter memandu kateter menuju arteri yang tersumbat atau menyempit dalam jantung.

Selanjutnya, kateter kedua yang lebih sempit dengan balon atau stent pada ujungnya dimasukkan melalui kateter pertama. Ketika ujung kateter kedua itu mencapai sumbatan di dalam arteri koroner, balon kemudian ditiupkan untuk memperlebar bagian yang menyempit.

Stent atau cincin yang dipasang di arteri terbuat dari jalinan tabung logam kecil yang akan bekerja sebagai penopang untuk menjaga agar pembuluh darah tetap terbuka. Diharapkan pelebaran ini bisa permanen.

Sebenarnya tidak ada salahnya jika pemberitaan mengenai sakitnya tokoh dunia disampaikan kepada publik. “Apalagi jika tindakan tersebut berhasil akan menambah kepercayaan masyarakat atas tim dokter dalam negeri yang telah melakukan tindakan tersebut,” ujarnya.

Namun, ditambahkan olehnya diumumkan atau tidak kondisi kesehatan seseorang adalah hak pasien dan menjadi rahasia kedokteran bagi tim dokter yang merawat pasien tersebut.

Categories: News, RS Awal Bros Makassar, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *