Kenali faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan jantung

1. Usia.
Semakin bertambahnya usia seseorang, resiko terkena penyakit jantung semakin meningkat. Setelah lewat usia 55 tahun, resiko mengalami penyakit jantung meningkat 2 kali lipat setiap 10 tahunnya.

2. Genetik.
Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung pada umumnya memiliki resiko lebih tinggi daripada seseorang yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Faktor genetik adalah salah satu faktor yang penting untuk menilai resiko seseorang untuk menderita penyakit jantung di kemudian hari.

Untuk seseorang yang memiliki riwayat keluarga langsung dengan penyakit jantung atau stroke sebelum usia 55 tahun (untuk pria) dan 65 tahun (untuk wanita) maka secara otomatis, resiko terkena penyakit jantung juga meningkat.

Selain itu, beberapa ras cenderung memiliki resiko penyakit jantung yaitu dari Afrika dan Asia.

3. Gender.
Resiko penyakit jantung seseorang juga ditentukan oleh gendernya, pria atau wanita. Pada umumnya, sampai usia tertentu, wanita lebih terlindungi daripada pria karena faktor hormon estrogen yang ada pada wanita sampai ketika levelnya mulai menurun pada masa menopause. Setelah lewat masa menopause, resiko penyakit jantung koroner pria dan wanita menjadi sama.

4. Gaya hidup.
Kebiasaan merokok sudah berulang-ulang ditegaskan sebagai kebiasaan yang sangat merugikan bagi kesehatan seseorang di segala aspek. Berhenti merokok sekarang juga, tidak peduli berapapun lamanya sebelumnya anda merokok, sangat berarti bagi kesehatan jantung anda. Faktor resiko meningkat terutama bila anda mulai merokok sejak muda/wanita/perokok pasif. Selain itu dengan gaya hidup sekarang terutama di daerah perkotaan dan tekanan ekonomi maupun sosial yang tinggi, stres juga memberikan dampak negatif bagi kesehatan jantung. Minum minuman beralkohol memang dapat memberikan efek protektif bila dikonsumsi dalam dosis yang sedikit tetapi dapat memberikan efek buruk bagi otot jantung bila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

5. Pola diet.
Pola diet masyarakat pada zaman sekarang terutama masyarakat yang hidup di daerah perkotaan pada umumnya merugikan bagi kesehatan jantung seseorang. Pola hidup masyarakat yang serba cepat menuntut segala aspek dalam hidupnya juga serba cepat dan instan. Akibatnya, muncul kebiasaan makan fast food, goreng-gorengan, dan sebagainya. Diet yang tinggi lemak bersaturasi itu menyebabkan resiko terkena penyakit jantung juga meningkat sebanyak 31% dan resiko terjadinya stroke sebanyak 11%.

6. Berat badan berlebih.
Berat badan berlebih merupakan salah satu faktor resiko yang juga dapat meningkatkan resiko terkena diabetes. Sedangkan seperti yang kita ketahui sendiri, diabetes juga faktor resiko utama terkena penyakit jantung di kemudian hari. Kurang beraktivitas fisik (olahraga).

7. Kurang beraktivitas fisik.

dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung sebanyak 50% dalam hidup.

8. Diabetes mellitus, Hipertensi (tekanan darah tinggi), dan hiperkolesterolemia.

 

jantungdr. eva

pesan moral yang ingin saya sampaikan, adalah bahwa “mencegah lebih baik dari pada mengobati”

maka dari itu mari kita timbulkan kesadaran bersama akan pentingnya check up rutin terhadap kondisi jantung kita sendiri.

semoga dengan itu, kita dapat hidup lebih sehat lagi.

 dr eva1

RS Awal Bros Tangerang

POLI MCU (Medical Chek Up)

Telp. (+6221) 5575 8888 ext.1830

dr. EVA (dokter MCU)

Jam Praktik :

Senin – Jumat (jam. 08.00-16.00)

Sabtu (jam. 08.00-12.00)

Categories: News and RS Awal Bros Tangerang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *