Newborn: Tidur Bersama atau Terpisah

Newborn 6 7

Tabloid Mom & Kiddie ( Edisi 22 Th IX / 25 Juni – 8 Juli 2015)

Narasumber: dr. Rosary Sp.A, RS Evasari Jakarta

Ketika menjadi Ibu baru rasanya enggan berjauhan dengan si kecil, baik saat ia terjaga ataupun terlelap. Alhasil tidur bersama newborn bukan tanpa alasan. Tapi, amankah tidur bersama si kecil? Bukankah membiasakan tidur terpisah bisa melatih kemandirian sejak dini? Daripada bingung menentukan pilihan mana yang lebih baik, berikut ini uraiannya.

Jika Moms memilih tidur bersama si kecil, sebaiknya:

1. Pastikan permukaan ranjang rata dan tidak ada celah

2. Pastikan tidak ada celah antara kasur dengan kepala ranjang atau kaki ranjang yang dapat kepala bayi terperangkap. Juga tidak ada celah antara ranjang dengan dinding agar tidak dapat membuat bayi terjatuh

3. Gunakan kasur yang empuk tapi tidak terlalu lunak, sehingga tidak menyebabkan bayi ‘tenggelam’. Sebaiknya tidak menggunakan kasur air, udara atau sofa

4. Gunakan selimut seperlunya untuk mengurangi resiko menutupi wajah bayi. Dan, jangan terlalu banyak menggunakan bantal, guling atau boneka yang bertebaran di kasur

5. Jika Dads tidurnya lasak, sebaiknya jangan tidur berdekatan dengan bayi atau tidurkan bayi dalam boks nya

6. Bila memungkinkan, turunkan kasur dari ranjang, letakkan dibawah atau lantai untuk menghindari resiko bayi terjatuh

7. Selalu awasi posisi tidur bayi setiap kali Anda ingin meninggalkan tempat tidur sejenak, misalnya ke dapur atau ke toilet

8. Walau semua sudah dilakukan, Moms & Dads harus tetap waspada agar bayi tetap dalam posisi tidur yang benar, yaitu pada posisi terlentang. Posisi tengkurap tidak dianjurkan pada bayi baru lahir dan baru boleh dilakukan apabila bayi sudah bisa berguling sendiri yaitu pada usia 4 sampai 7 bulan.

Jika Moms memilih untuk tidur terpisah dari si kecil, sebaiknya:

1. Gunakan fasilitas radio monitor untuk memantau kondisi bayi.

2. Usahakan agar kamar bayi dan Moms saling terhubung dengan jarak yang tidak terlalu jauh, sehingga jika bayi terbangun dapat ditangani dengan cepat

3. Selalu naikkan railing boks untuk menghindari anak yang lebih besar atau binatang peliharaan menjangkau bayi didalamnya

4. Pastikan permukaan ranjang bayi rata dengan tebal maksimu 15 cm

5. Perhatikan bila ada komponen ranjang bayi yang rusak atau baut yang kendur, karena berbahaya bagi bayi

6. Pastikan ranjang bayi tidak berada di dekat kabel atau stop kontak serta hal berbahaya lainnya

7. Sebaiknya tidak meletakkan ranjang bayi persis didepan jendela karena bayi bisa terganggu dengan tirai dan angin yang masuk melalui jendela

8. Jangan meletakkan mainan-mainan dan boneka didalam ranjang bayi karena dapat membahayakan bayi

9. Kenali jam bangun anak, seperti saat ia haus. Sehingga Moms pun terbiasa bangun pada jam tersebut, tanpa harus cemas pada jam-jam berikutnya.

Categories: Media Clipping, RS Evasari, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *