Melahirkan Di Kampung Halaman

IMG_20150711_084732

Tabloid NAKITA No. 849/TH.XVII/8-14 Juli 2015

Narasumber: dr. Cepi Teguh SpOG, RS Evasari Jakarta

Momen pulang kampung di hari raya, tak jarang dimanfaatkan oleh mamil untuk sekalian melahirkan di kampung halaman. Persiapkan dengan matang agar proses persalinan berjalan lancar.

Usia Kehamilan

Umumnya mamil tak dianjurkan berpergian jauh di trimester 3 karena dapat menimbulkan risiko, diantaranya menyebabkan kehamilan prematur dan ketuban pecah dini. Oleh karena itu, bila ingin melahirkan di kampung halaman, dianjurkan Mama berangkat maksimal di usia kehamilan 32-33 minggu. Ini merupakan batas aman seorang mamil masih boleh berpergian. Pada minggu ke 34 diharapkan mamil sudah sampai di kampung halaman.

Yang penting diperhatikan, secara medis pada usia kehamilan 32 minggu mulai timbul braxton hicks alias kontraksi palsu, sehingga jika mamil melakukan aktifitas berlebih bisa menimbulkan kontraksi rutin. Kontraksi palsu berlangsung lebih dari 20 detik, bahkan bisa mencapai dua menit atau lebih. Namun akan menghilang dengan sendirinya, biasanya ketika mamil mengubah posisi duduk atau berbaring.

Fasilitas Kesehatan

Idealnya mamil yang ingin melahirkan di kampung halaman sudah merencanakannya jauh-jauh hari sebelum tanggal persalinan. Hal ini memungkinkan Mama mempersiapkan kebutuhan persalinan di kampung halaman dengan lebih tenang dan saksama, termasuk memilih fasilitas kesehatan tempat persalinan. Jika bingung memilih, Mama bisa meminta rekomendasi dari dokter obigin yang  biasa dikunjungi. Jika biaya persalinan ditanggung asuransi kantor atau asuransi pribadi, cek fasilitas kesehatan mana yang bekerja sama dengan pihak asuransi.

Tiga Kali Konsultasi

Setelah tiba di kampung halaman, baiknya Mama melakukan minimal tiga kali konsultasi dengan dokter obigin atau bidan sebelum tanggal persalinan. Selain untuk mengecek kondisi Mama dan janin, konsultasi ini juga memberikan kesempatan bagi dokter obigin/bidan yang akan membantu persalinan untuk menyiapkan diri.

Resume Medis

Mama agar membawa resume medis dan hasil ultrasonografi (bila ada) dari dokter sebelumnya secara lengkap. Resume medis berisi data fisik Mama (tanda vital), riwayat persalinan (bila saat ini hamil kedua atau seterusnya), taksiran persalinan, kondisi bayi, riwayat penyakit saat hamil, riwayat penyakit keluarga yang berhubungan, dan hasil laboratorium. Dalam pemeriksaan biasanya dokter obigin/bidan akan memerhatikan kondisi mamil (tanda vital) dan usia serta berat badan terakhir janin.

Cuti Melahirkan

Mamil yang bekerja di kantor perlu mengecek prosedur pengambilan cuti melahirkan jauh hari sebelumnya. Umumnya perusahaan memberlakukan tiga bulan cuti melahirkan bagi karyawan yang berstatus tenaga tetap.

Berpergian Dengan Pesawat

Meski sudah memasuki masa kehamilan trimester 3, Mama boleh melakukan penerbangan dengan memerhatikan hal-hal berikut: lama penerbangan, timbul atau tidaknya kontraksi saat pesawat take off, turbulensi dan saat landing. Sementara pemeriksaan keamanan di bandara dan tekanan di dalam kabin pesawat tidak membahayakan janin dalam kandungan.

Tentu sebelum membeli tiket pesawat, sebaiknya Mama melakukan pemeriksaan dengan dokter obigin untuk mengetahui apakah kehamilan berjalan sehat atau justru ada indikasi komplikasi, seperti: plasenta previa, plasenta menghalangi jalan lahir sehingga dapat menimbulkan perdarahan. Bila ada indikasi komplikasi, tentu dokter tidak akan mengizinkan mamil untuk terbang ataupun berpergian jauh. Sebaliknya jika mamil dalam kondisi fit, dokter akan membuatkan surat keterangan yang bisa diberikan pada maskapai penerbangan.

Selama di pesawat, ingatlah untuk melakukan peregangan ringan. Jangan terpaku dengan satu posisi duduk yang statis agar aliran darah lancar. Gerak-gerakan kaki dan jari-jemarinya atau sesekali berjalan ke toilet cukup membantu mencegah pembengkakan dan penggumpalan darah di kaki. Selain itu, minum air putih yang banyak, minimal 8 gelas sehari, termasuk diatas pesawat. Hal ini penting untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu persalinan prematur.

 

Categories: Media Clipping, RS Evasari, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *