Arti Senyum Pada Bayi

IMG_20150826_105312_HDRTabloid Mom & Kiddie Edisi Agustus 2015

Narasumber: dr. Nuvi Nusarintowati Sp.A (k) RS Evasari Awal Bros

 

Senang dan bahagia. Tapi apakah arti sebuah senyuman bagi bayi baru lahir? Benarkah ia juga sudah merasakan bahagia layaknya orang dewasa? dr. Nuvi Nusarintowati Sp.A (k) RS Evasari Awal Bros akan membantu memaknai senyum manis si kecil.

Usia 0-6 Minggu

Senyum pada bayi baru lahir terjadi karena kobaran atau pacuan neuron-neuron dalam otaknya. Tapi, senyumannya tersebut tidak dipengaruhi oleh suasana hati yang baik, bisa juga disebut senyum palsu atau refleks. Mata bayi baru lahir dapat berfungsi secara optimal setelah memasuki usia tiga bulan. Sebelum itu ia hanya mampu mendengar, merasakan lewat sentuhan kulit, sehingga ia belum mampu mengidentifikasi orang-orang yang ada didekatnya. Senyum yang diberikan bayi usia ini merupakan senyum yang dihasilkan dari aktivitas tidur aktif atau REM (Rapid Eye Movement). Di usia ini bayi memang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Dalam tidurnya, ia melakukan serangkaian aktivitas seperti mimpi dan mimpi itulah yang membuatnya tersenyum. Jadi jangan heran kalau bayi tiba-tiba tersenyum saat matanya terpejam ya.

Usia 6-8 Minggu

Pada Usia ini, bayi kerap melontarkan senyum responsif yakni senyuman yang diberikan bayi ketika ia merespons hal-hal yang menyenangkan atau yang membuatnya nyaman. Hal apapun yang menciptakan rasa bahagia di hatinya, maka bayi akan merespons dengan senyuman. Biasanya senyuman ini muncul saat Moms menimang sambil membelainya, mendekap tubuh tersebut akan dibalasnya dengan senyuman yang menggemaskan.

Usia 2-3 Bulan

Bayi pada usia ini biasanya memberikan senyuman sosial untuk berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya. Ia akan tersenyum tiap kali dihadapkan pada sesuatu yang membuatnya menarik. Misal, Moms mengajaknya bercanda dengan menggelitik perut, mengelus telapak kakinya, menunjukkan benda-benda lucu, atau memainkan tangannya.

Usia 6 Bulan

Lain halnya dengan senyuman yang diberikan bayi yang telah menginjak usia 6 bulan. Pada usia ini, ia mulai menjadi sosok yang lebih ramah dengan siapapun yang ada didekatnya. Bukan hanya dengan Moms or Dads, tetapi juga kepada orang-orang yang baru dilihatnya. Coba ajaklah si kecil berkunjung ke tempat-tempat umum, kemudian Moms akan melihat ia tersenyum berkali-kali. Mungkin senyuman yang diberikannya itu menandakan bahwa ia ingin menyapa siapa saja yang dilihatnya.

Usia 9 Bulan

Pada usia ini, kemampuan motorik bayi sudah semakin aktif, namun ia justru menjadi pelit senyuman. Senyuman yang diberikan bayi pada usia 9 bulan adalah senyum selektif, karena ia sudah mengenali siapa saja yang pernah dilihat sebelumnya. Ia sudah mengenal konsep orang lain dan enggan membalas senyuman orang yang baru dilihat atau dikenalnya. Meskipun banyak yang kecewa tapi itu pertanda bahwa ia melalui fase tumbuh kembang yang sehat.

Usia 12 Bulan

Setelah menginjak usia 1 tahun, bayi akan lebih mudah lagi mengidentifikasi siapa saja dan apa saja yang bisa membuatnya tertawa. Senyumannya merekah ketika ia merasakan humor atau kegembiraan yang  disebut dengan senyuman humor. Bukan hanya tersenyum, ia pun sudah bisa mengeluarkan tawa terpingkal-pingkal bila menyaksikan sesuatu yang lucu.

Categories: Media Clipping, RS Evasari, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *