Empat Cara Mengenali Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Screenshot_2015-09-22-15-55-07

 

Narasumber: dr. Nuri Nusarintowati Sp.A (K) RS Evasari Awal Bros Group

Ada beberapa cara yang bisa dipahami orangtua dalam mengenali kemungkinan anak terkena Penyakit Jantung Bawaan. Apa sajakah?

MajalahKartini.co.id – PJB anak merupakan penyakit bawaan yang memiliki variasi jenis dan kelainan yang sangat luas dan seringkali terlewatkan deteksinya. Sampai saat ini 90% penyebab ketidaksempurnaan pembentukan jantung belum diketahui secara pasti, 7% diduga disebabkan infeksi termasuk faktor gizi serta lingkungan dan hanya sekitar 3% diduga dipengaruhi faktor genetik.

Beberapa komponen di bawah ini dapat membantu orangtua mengenali kemungkinan PJB pada anak.

1. Pertambahan berat badan, perkembangan dan pola makan pada anak.

Grafik pertumbuhan berat dan tinggi badan sesuai umur dan jenis kelaminnya bisa membantu orangtua mengevaluasi kesehatan anak kita. Sebaiknya orangtua mengisi grafik berat dan tinggi anak sesuai umurnya.

Anak yang kurus dulu hanya dipikirkan adanya kelainan paru, namun saat ini perlu dipikirkan terdapatnya kemungkinan PJB. Keterlambatan perkembangan anak perlu dicermati untuk melihat kemungkinan terjadi kelainan dalam struktur tubuh secara keseluruhan.

Pola makan penting diamati, apakah sejak bayi sering tersengal-sengal, ataukah tidak mampu minum ASI dalam waktu yang lama, atau pada anak yang tidak bertumbuh dengan baik sesuai grafiknya perlu juga mendapat perhatian.

Secara hitungan sederhana, anak usia 1 tahun memiliki berat 3 kali beratnya saat lahir. Contoh bila lahir 3 kg maka di usia 1 tahun berat minimal adalah 9 kg. Pada anak yang lebih besar rumus berat badan adalah 2n+8 (n adalah umur dalam tahun) dengan faktor keamanan ± 10 persen. Contoh seorang anak berusia 5 tahun, beratnya 2×5 + 8 = 18 kg ± 10%, artinya kisaran berat normal 16,2-19,8 kg.

2. Biru, kejang, jongkok

Beberapa jenis PJB akan tampak kebiruan, bagian tubuh mana yang perlu dicermati dengan teliti? Yang paling mudah adalah lidah yang akan tampak biru ungu, bahkan anak yang berkulit hitam pun, lidah normalnya akan berwarna merah muda, sehingga bila tampak biru menunjukkan kemungkinan kelainan jantung.

Ujung jari yang kebiruan kadang tidak tampak apalagi pada anak yang pucat akibat mengalami kekurangan darah atau anemia. Kejang tanpa disertai demam dapat muncul akibat kurangnya kadar oksigen dalam tubuh termasuk otak.

Pada anak yang lebih besar, bila saat aktifitas tiba-tiba sering berposisi jongkok, dapat merupakan tanda adanya kelainan jantung bawaan karena posisi jongkok membantu fungsi jantung anak dengan PJB.

3. Pola napas pada anak.

Napas yang cepat lebih dari 40x/menit saat tidur atau istirahat merupakan tanda yang dapat menunjukkan suatu PJB. Suara napas yang terdengar pada malam hari disertai sesak juga dapat merupakan tanda adanya gagal jantung.

4.  Frekuensi demam dan influenza pada anak.

Batuk pilek dengan atau tanpa demam lebih dari 8 episode dalam setahun, merupakan sesuatu yang perlu dicermati. Selain kemungkinan suatu alergi, PJB pun perlu dipikirkan.

Anak yang memiliki frekuensi infeksi penyakit paru-paru daerah basal, yang biasa disebut pneumonia memiliki kemungkinan terdapatnya kebocoran sekat jantung yang menyebabkan membanjirnya aliran darah ke paru-paru. (Foto: RS Evasari)

Categories: Media Clipping and RS Evasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *