Kenali Gejala Vertigo

DSC_0311

dr. Trunojoyo, S. SpS. FINS

Vertigo adalah suatu gejala medis dimana penderita merasakan seperti berputar terhadap sekelilingnya. Penyakit ini merupakan bagian dari kelompok besar gangguan keseimbangan yang dinamakan dizziness. Dikenal secara awam dengan istilah pusing. Namun bukan berarti setiap keluhan pusing semerta-merta adalah gejala vertigo.

Penderita sering menyampaikan gejala yang dirasakan beragam. Seperti pusing tujuh keliling, sempoyongan, kepala terasa goyang, rasa melayang, rasa mau tumbang (pitam), pandangan berkunang-kunang dan lain-lain.
Saat serangan bertigo datang, penderita merasakan pusing berputar yang seringkali disertai mual, muntah, keringat dingin, dan dadaberdebar-debar. Rasa pusing seringkali bertambah berat bila penderita membuka mata atau berubah posisi tubuh. Mual-muntah dapat sedemikian hebat, hingga mengakibatkan penderita merasa lemas akibat kekurangan cairan.

Vertigo dapat merupakan gejala dari bermacam-macam gangguan pada organ tubuh. Mulai dari gangguan suplai darah ke kepala, gangguan saraf keseimbangan di telinga bagian dalam (organ vestibelar), gangguan batang otak (brainstem), gangguan otak kecil (cerebellum), gangguan koordinasi fungsi penglihatan, gangguan saraf sensorik pada kaki, hingga faktor psikologis.

Sehingga penyebab vertigo juga menjadi bermacam. Mulai dari yang bersifat jinak (contohnya, akibat kelelahan). Kemudian kondisi yang lebih serius contohnya vertigo yang merupakan bagian dari gejala stroke.
Beragam penyebab vertigo di atas memberikan gejala yang terkadang sulit dibedakan satu sama lain. Sehingga mungkin diperlukan evaluasi medis. Dari pemeriksaan dokter, kemungkinan penyebab vertigo dapat lebih terarah dan bila perlu dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologi.

Saat mengalami serangan vertigo, penanganan awal dapat dilakukan penderita dengan segera beristirahat dalam posisi berbaring dan menghindari gerakan tubuh yang tiba-tiba. Untuk mencegah dehidrasi, terutama bila disertai muntah berulang, maka penting untuk minum air dalam jumlah yang cukup. Boleh dibantu dengan obat-obatan anti-vertigo dan anti muntah yang banyak dijual bebas di apotik.

Bila keluhan tidak membaik, maka segera berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Demikian pula bila vertigo disertai gejala gangguan fungsi saraf lain. Seperti pandangan gejala gangguan fungsi saraf lain. Seperti pandangan ganda, rasa kebas pada wajah atau anggota gerak, bicara menjadi pelo, tersedak saat minum, kelemahan sesisi pada lengan dan tungkai. Maka, segeralah berobat ke dokter karena mungkin saja vertigo yang dirasakan adalah bagian dari gejala stroke. Dengan kata lain, mungkin saja gejala pusing tersebut diakibatkan oleh gangguan aliran darah otak.

Dari pemeriksaan awal dokter, mungkin diperlukan pemeriksaan penunjang dan tindakan medis tertentu yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi saraf yang terlibat dalam fungsi keseimbangan. Antara lain dapat dilakukan CT scan (computerized tomography scan), MRI (magnetic resonance imaging), hingga tindakan DSA (digital substraction angiography).

DSA adalah tindakan medis berupa katerisasi pembuluh darah untuk mengevaluasi sirkulasi darah pada susunan saraf pusat secara detail. Baik bentuk anatomi pembuluh darah, kondisi permukaan dinding pembuluh darah, hingga kelancaran aliran di dalamnya.

Dengan demikian DSA dapat mendeteksi dan mengatasi kondisi-kondisi yang diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah otak. Prosedur DSA dilakukan di ruangan khusus yang dinamakan cath-lab. Pasien dalam kondisi sadar penuh selama prosedur berlangsung.

Narasumber :
dr. Trunojoyo, S. SpS. FINS
Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru

Dapatkan layanan fasilitas cath-lab dan DSA di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, informasi lebih lanjut hubungi Customer Care 08117510599

 

Categories: Artikel, Promotions, and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *