Waspada Virus Zika, RS Awal Bros Batam Gelar Seminar

Peserta seminar memperagakan cara cuci tangan sesuai standar WHO sebagai salah satu upaya hidup sehat. FOTO: Arman/ Batam Pos

Peserta seminar memperagakan cara cuci tangan sesuai standar WHO sebagai salah satu upaya hidup sehat. FOTO: Arman/ Batam Pos

batampos.co.id – Ancaman virus zika memang tengah diwaspadai Indonesia, termasuk Batam. Namun warga Batam diminta tidak perlu panik menghadapi virus yang kini tengah mewabah di negara-negara Amerika Latin itu.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, dr Arif Koswandi SpPD-KGEH, mengatakan penyebaran virus zika bisa dicegah dengan melakukan gerakan 4M dan pola hidup sehat. Sebab virus ini disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, sama dengan virus dengue.

“Waspada boleh, tapi tak perlu panik,” kata dr Arif dalam seminar awam virus zika di RSAB Batam, Sabtu (13/2) lalu.

Meski begitu, Arif mengajak warga Batam tidak mengabaikan ancaman virus zika ini. Apalagi, beberapa waktu lalu ada laporan ditemukan kasus zika di Jambi. Meskipun kebenaran informasi tersebut masih diragukan.

Sebab menurut Arfi, seperti halnya penyakit demam berdarah dengue (DBD), hingga saat ini belum ada obat spesifik untuk membunuh virus zika. Obat-obatan yang tersedia saat ini hanya untuk mengurangi gejala-gejala serangan virus zika.

“Seperti demam, nyeri tulang, muntah, dan lainnya,” kata Arif.

Narasumber lainnya, dr Yanuarman SpOG, KFM, mengatakan penyebaran virus zika ini menggegerkan dunia karena dampaknya yang sangat fatal bagi janin. Di Brazil, kata dia, ditemukan ribuan bayi lahir dengan kepala mengecil (mikrosefali). Kasus ini kemudian dikait-kaitkan dengan virus zika.

“Sebenarnya belum ada penelitian yang memastikan bahwa kasus mikrosefali ini disebabkan oleh virus zika. Tapi sejumlah ilmuwan dan praktisi medis di PBB meyakini hal itu,” kata dr Yanuarman.

Konsultan Fetomaternal ini mengatakan, kasus mikrosefali sebenarnya juga sudah ada di Indonesia. Namun sejauh ini kasus ini tidak pernah dikaitkan dengan virus zika.

“Meskipun, sebenarnya, riwayat virus zika pernah ada di Indonesia pada beberapa tahun silam,” kata Yanuarman.

Sementara Direktur RSAB Batam, dr Widya Putri MARS mengatakan pihaknya sengaja menggelar seminar tentang virus zika ini untuk memberikan informasi secara utuh kepada masyarakat. Sebab selama ini masyarakat hanya mendengar dan membaca berita melalui media massa.

“Harapannya, dengan informasi yang utuh kita dapat bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini,” katanya. (par)

Sumber : http://batampos.co.id/read/2016/02/16/35376/Waspada-Virus-Zika-RSAB-Gelar-Seminar

Categories: Media Clipping, RS Awal Bros Batam, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *