Tips Menjaga Kesehatan Saat Banjir

dr. Rara Puspita Impelleren

dr. Rara Puspita Impelleren

Pada musim penghujan, hal yang tidak dapat terelakkan akan terjadi adalah banjir. Bagi sebagian orang atau anak-anak, banjir adalah hal yang menyenangkan karena dapat bermain ditengah genangan air bersama teman-teman, namun bila dilihat dari sisi lain, ada dampak buruk banjir bagi kita yaitu timbulnya macam-macam penyakit, seperti :

  1. Diare

Disaat banjir, sumber air minum, khususnya yang berasal dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar, sehingga ketersediaan air bersih akan menipis yang berpotensi menimbulkan penyakit diare. Agar terhindar dari penyakit diare, lakukan beberapa hal berikut :

  • Cuci tangan dengan sabun setiap akan makan dan minum serta sehabis keluar dari toilet
  • Biasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari
  • Menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah disekitar tempat tinggal
  • Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila terdapat tanda-tanda diare
  1. Demam Berdarah

Dimusim hujan, biasanya terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti, nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan saat musim hujan banyak sampah seperti kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu sehingga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Untuk itu biasakan untuk mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara rutin dan menutup penyimpanan air dengan rapat. Segera ke dokter apabila terdapat tanda-tanda demam berdarah.

  1. Leptospirosis

Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis karena ditularkan melalui hewan. Di Indonesia hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. Saat terjadi banjir, tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri.

Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia, di mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir. Apabila ada orang yang memiliki luka kemudian terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut dapat terinfeksi dan akan jatuh sakit.

Untuk menghindari penyakit leptospirosis lakukan langkah-langkah antisipasi yaitu :

  • Hindari tikus yang berkeliaran disekitar kita
  • Hindari berimain air saat terjadi banjir, terutama jika ada luka
  • Gunakan pelindung apabila terpaksa harus ke daerah banjir
  • Segera ke dokter apabila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil
  1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Penyebab ISPA dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utamanya dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat disertai sesak napas, nyeri dada dan lain sebagainya. Penanganannya adalah sebagai berikut:

  • Istirahat
  • Pengobatan sesuai gejala
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Mencegah penulaan pada orang sekitar, misalnya menutup mulut ketika batuk dan tidak meludah sembarangan.
  1. Penyakit Kulit

Pada musim hujan dan banjir, masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Seperti juga pada ISPA, faktor berkumpulnya banyak orang juga berperan dalam penularan infeksi kulit, misalnya di tempat pengungsian korban banjir.

  1. Perburukan Penyakit Kronik yang Sedang di Derita

Gangguan ini bisa terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, apalagi bila banjir sampai berhari-hari

Untuk itu, agar terhindar dari beberapa penyakit diatas, hendaklah senantiasa menjaga perilaku hidup sehat, antara lain :

  • Makan atau minum yang baik dan bersih
  • Jangan jajan sembarangan
  • Istirahat yang cukup
  • Upayakan kebersihan dan lingkungan
  • Jangan buang sampah sembarangan
  • Senantiasa mencuci tangan dengan sabun
  • Segera mandi setelah kehujanan untuk membersihkan tubuh dari kuman dan menjaga kestabilan suhu tubuh
  • Minum atau makan makanan hangat seperti jahe atau teh. Bersihkan tubuh dengan sabun antiseptik
  • Cuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air dengan sabun anti septic
  • Jaga pakaian agar tetap kering
  • Minum air putih yang cukup
  • Olahraga
  • Istirahat yang cukup
  • Jaga kebersihan
  • Konsumsi makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan
  • Segera periksakan diri ke dokter apabila sakit

Narasumber : dr. Rara Puspita Impelleren

baca juga Jaga Sanitasi Tetap Higienis

Categories: Artikel, RS Awal Bros Pekanbaru, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *