Pentingnya Senyum dan Perilaku Bersahabat dari Dokter dan Perawat

20141118_090058Senyuman dan Sentuhan

Seberapa berharga secuil senyum seorang dokter atau perawat buat seorang pasien? Senyum tulus Anda adalah mahakarya kebaikan. Semakin tulus Anda tersenyum untuk melayani orang lain, akan semakin berkualitas diri Anda untuk memberikan kenyamanan dan kepedulian pada pasien Anda. Karena itu, senyum boleh jadi lebih berkasiat dari ribuan kapsul atau obat apapun yang Anda berikan kepada pasien. Senyum adalah ucapan rasa paling intim datang dari padang-padang sanubari sehingga dapat menyehatkan, baik bagi orang yang tersenyum maupun orang yang menerima senyuman. Sebab, dalam ruang-ruang ritual komunikasi, senyum sebentuk kepekaan manusia yang memperlihatkan sikap empati, saling berterima, saling memberikan diri untuk dipahami. Dengan kata lain, senyum merupakan isyarat keberterimaan satu dengan yang lain di aula yang penuh sesak nuansa kemanusiaan.

Tentu, banyak jenis senyum. Ada senyum sinis, ada senyum malu, ada senyum pura-pura atau pura-pura senyum, dan senyum yang mempresentasi kegembiraan. Senyum dapat juga dipakai sebagai indikator untuk menilai perilaku yang hangat. Artinya, orang yang sering tersenyum, menampilkan wajah riang, tersenyum lebar dan menunjukkan wajah lucu adalah perilaku yang hangat dan menyenangkan.

Senyum memberikan berbagai efek emotif. Misalnya, dapat melepaskan atau menghilangkan rasa sakit, mengurangi rasa tegang (stress), memberikan kehangatan pada konteks atau situasi, dan menceriahkan suasana. Semua orang bisa tersenyum kepada siapa saja. Namun, terkadang sulit untuk melakukannya, terutama ketika sedang dalam suasana duka cita. Dengan demikian, senyum seorang dokter atau perawat merupakan bentuk pelayanan yang menyediakan prakondisi psikologis seorang pasien yang mendorongnya melawan penyakit. Ketika Anda menyentuhnya dengan tersenyum, maka seorang pasien merasa diterima dan ia percaya Anda orang yang tepat menyembuhkannya.

Demikian pula sentuhan merupakan karya kebajikan bagi seorang dokter atau perawat. Sentuhan merupakan dekapan perasaan pertama yang dialami manusia ketika masih dalam kandungan dan terakhir setelah mengucapkan selamat jalan untuk selamanya. Begitu pentingnya sentuhan dalam komunikasi manusia sehingga beberapa peneliti mengatakan, bayi yang tidak mendapat sentuhan akan tumbuh dengan masalah biologis dan emosional . Sentuhan tangan Anda di tubuh pasien adalah sebuah rahmat yang jauh lebih berkhasiat dari jarum suntik yang menyerang pasien dengan muka menyeramkan. Karena tugas dokter tidak sekadar menyembuhkan sakit tetapi memberikan perawatan kepada orang sakit

Kontak Mata dan Tatapan

Mata merupakan pusat ekspresi manusia yang syarat makna. Anda bersedih, marah, manja, romantis, cemburu akan terpancar dari matanya. Kontak mata merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang disebut okulesik dan memiliki pengaruh yang besar dalam perilaku sosial. Anda mengendarai angkot dan seorang yang melihat sangat sekejab atau dengan istilah keren “curi pandang”. Kontak mata yang sangat singkat itu justru menyimpan banyak makna di dalamnya. Cara pandang itu pula yang membuat orang sulit tidur malam, lalu mencari rujukan dan berdiskusi dengan teman dekat akibat ulah tatapan sekejab tadi.

Seorang dokter atau perawat yang memandang dengan sekejab kepada pasien lalu pergi tanpa bicara apa-apa akan meninggalkan pesan yang bisa saja menambah sakit bagi pasien. Sebaliknya, ketika seorang dokter atau perawat melakukan kontak mata 2-4 menit dan bola mata ceria memberikan prakondisi bagi seseorang untuk sembuh. Legenda sastrawan dunia Shakespeare pernah mewanti: “Katakanlah padaku apakah ada pembunuhan di mataku”.

Sudah lama pakar komunikasi kesehatan menilai komunikasi efektif dianggap obat yang mujarab terhadap pasien oleh kebanyakan profesional medis dalam meningkatkan kesembuhan pasien. dokter harus bersikap ramah dan sopan untuk membuat nyaman pasien.

kontak mata sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Apabila kontak mata menjadi hal yang paling banyak dikomplain oleh pasien di Amerika. Mata merupakan pusat ekspresi.

Dialog di bawah ini adalah gambaran yang menyebalkan di kalangan pasien dan dokter.

Pasien 1 : “Gue seneng berobat ke dokter C, periksanya teliti, enak diajak ngobrol, selalu senyum, empatinya bagus. Walaupun sakit gue berat, tapi penjelasannya bikin hati ikhlas dan rela ngikutin apapun anjuran dokter.”
Pasien 2 : “Saya pusing berobat di RS Z, suruh periksa ini itu tapi sakitnya belum jelas. Dokternya belum bicara apapun.”

Dokter Pasien 1: “Pasien saya sangat teratur minum obat, dia ngikutin semua yang dianjurkan. Sekarang sudah sembuh.”

Dokter Pasien 2 : “Pasien saya bandel banget. Sudah dibilang stop merokok, tetap saja ngeyel. Bronkritisnya kambuh sekarang.

Categories: Quality, RS Awal Bros Makassar, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *