Demam Berdarah Masih Mengancam

13036449_1715865908689720_1594332225_o

Demam berdarah atau demam dengue, adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan nyamuk. Demam dengue juga disebut sebagai “breakbone fever” atau “bonebreak fever” (demam sendi). Karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam rumah Sakit A Yani, dr Anwar Bet SP PD, gejala demam berdarah umumnya akan terlihat pada tiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi dan biasanya diawali dengan demam tinggi yang bisa mencapai suhu 41 derajat celsius. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala pertama muncul.

Penyebabnya, virus dengue menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD tidak bisa menular langsung dari seseorang ke orang lain tanpa perantara nyamuk tersebut. Nyamuk Aedes aegypti biasanya berkembang biak di daerah berpenduduk tinggi (seperti di kota-kota besar) yang memiliki iklim lembap dan hangat.
Jika Anda mengalami gejala seperti flu dan demam selama lebih dari satu minggu,

sebaiknya periksakan diri ke dokter. Ciri-ciri spesifik dari gejala DBD, yaitu demam tinggi hingga mencapai 41 derajat celsius, sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, hingga rasa sakit di belakang mata. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah ada virus dengue di dalam tubuh.

Demam berdarah umumnya berlangsung sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril. Sesudah masa tunas atau inkubasi selama 3–15 hari, orang yang tertular dapat mengalami penyakit ini. Misal, dalam bentuk abortif,

penderita tidak merasakan suatu gejala apapun. Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4–7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit. Dengue haemorrhagis Fever (demam berdarah dengue) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur, dan lainnya.
Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok atau presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

Karena itu, kata Anwar Bet, harus dilakukan pencegahan. Mensterilkan rumah atau lingkungan sekitar rumah dengan penyemprotan pembasmi nyamuk. Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati. Menutup, membali, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah. Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah. Memasang kelambu di ranjang tidur. Memakai anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET). Namun jangan gunakan produk ini pada bayi di bawah dua tahun.

Sumber: http://riaupos.co/110116-berita-demam-berdarah-masih-mengancam.html#ixzz46uUOpXw6

Categories: Media Clipping, RS A. Yani, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *