Direktur RS Awal Bros Pekanbaru: Kita Ingin Pengendalian Biaya

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Rumah Sakit (RS) Awal Bros Pekanbaru gelar gathering bersama 30 perusahaan mitranya, di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Kamis (28/4/2016) .

Direktur RS Awal Bros Pekanbaru dr Nurhidayati Endah Puspita Sari mengatakan, kegiatan ini memberikan penjelasan kepada mitra RS. Awal Bros Pekanbaru terutama yang berkaitan dengan pengendalian biaya dan BPJS.

“Kita ingin menjalin kerja sama yang lebih intens dengan rekanan. Terutama sekarang eranya BPJS. Kemudian dari sisi perusahaan mereka banyak konsen dengan pengendalian biaya,” ujarnya kepada Tribun.

Perempian berkerudung yang akrab disapa dr Ita ini juga menyebutkan, pihaknya ingin menghilangkan anggapan-anggapan yang kurang baik terhadap rumah sakit, misalnya anggapan rumah sakit yang mementingkan keuntungan.

“Mungkin dari perusahan banyak berpikir terhadap rumah sakit yang penting banyak pasien dan banyak uang yang masuk. Nah, sebenarnya anggapan seperti ini yang mau kita hilangkan dari mitra-mitra kita. Artinya, kami dari rumah sakit memikirkan pengendalian biaya,” bebernya.

Dengan adanya pengendalian biaya, menurut Ita, maka biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan mitra RS Awal Bros Pekanbaru lebih masuk akal dan bisa dipertanggung jawabkan dan tidak mengurangi pelayanan kesehatan.

“Bukan berarti layanan kesehatan diturunkan tetapi, kita akan lebih konsen dengan biaya juga. Karena ini akan menjadi pengendalian mutu juga, apalagi RS Awal Bros Pekanbaru sudah terakreditasi dan salah satu komponen itu adalah terapi yang rasional. Tapi yang rasional nanti kaitannya adalah dengan panduan atau praktek yang juga rasional,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikan, dengan adanya panduan pengendalian biaya yang rasional tidak akan mempengaruhi pelayanan dan pelayanan yang akan diberikan RS.Awal Bros Pekanbaru akan tetap maksimal.

“Dengan panduan dan praktek yang rasional maka taripnya pun rasional. Kita sampaikan juga kepada mitra bahwa tidak selamanya yang mahal itu yang terbaik. Jadi, kerja sama dengan Awal Bros Pekanbaru, kami konsen terhadap hal itu. Kita tetap kendalikan biaya dengan rasional dan bukan berarti kita jadi murahan. Tapi, artinya sesuai dengan pandauan peraktek,” lanjutnya.

Menurutnya, panduan dan praktek juga akan mempermudah untuk melihat dan menghitung jumlah biaya yang akan dikeluarkan.

“Secara nasional memang belum ada penerapan panduan ini. Tapi, di Komite Medik kami sudah bergerak membuat berbagai macam panduan untuk berbagai jenis penyakit. Dari panduan tersebut direvew yang nanti kita hitung kostnya dan artinya bisa dipertanggungjawabkan,” tambah Ita.

Sementara itu, peserta yang hadir mengapresisasi kegiatan Gathering tersebut misalnya perwakilan dari Bank Riau Kepri, Ardiles Pardede. Ardiles mengatakan, dengan adanya sekema atau panduan akan sangat membantu perusahaan.

“Intinya ada optimalisasi biaya rumah sakit, kita diberi tau sekema tarif itu supaya nanti tidak ada pembiayaan yang lebih dan atau kurang. Ada poin-poin yang wajib dan ada yang pilihan,” katanya. (*)

Sumber : – Tribunnews.com dan Tribun Pekanbaru 29 April 2016

 

utk blog tribun

Categories: Media Clipping, RS Awal Bros Pekanbaru, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *