RS Evasari Buka Layanan Trauma Center

BEKERJAsama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Rumah Sakit Evasari, salah satu rumah sakit yang dikelola RS Awal Bros Hospital Group, menghadirkan layanan Rumah Sakit Trauma Center (RSTC).

Hadirnya layanan tersebut merupakan sebuah upaya untuk mengenalkan RS Evasari sebagai rumah sakit umum yang selama ini dikenal sebagai rumah sakit ibu dan anak.

Trauma center adalah sebuah fasilitas pelayanan kesehatan yang khusus menangani pasien luka atau trauma di rumah sakit. Pelayanan tersebut dilakukan oleh beberapa dokter ahli, seperti ahli bedah, ahli ortopedi, ahli anestesi, serta perawat khusus dan menyediakan peralatan pendukung hidup secara tepat, cepat, sekaligus siaga dalam 24 jam.

Fasilitas pelayanan pendukung trauma center antara lain Instalasi Gawat Darurat (IGD), ambulans, laboratorium, radiologi, kamar operasi, intensive care unit (ICU), rehabilitasi medik, farmasi, dan rawat inap.

Direktur Rumah Sakit Evasari Dr Dina Hanum mengungkapkan, kecelakaan akibat kerja bisa terjadi kapan dan di mana saja. Dengan ditunjuknya RS Evasari sebagai RSTC, kini para pekerja yang mengalami kecelakaan bisa dengan cepat dan tepat terlayani.

Menurut Dina, kehadiran trauma center di RS Evasari diharapkan dapat memberikan pelayanan yang bersifat emergency . Misalnya kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, dan lain sebagainya.

Keberadaan layanan ini bagi perusahaan sangat penting guna menekan risiko cacat, bahkan kematian bagi pekerja bila terjadi kecelakaan saat bekerja.

“Kami sudah siap menerima pasienpasien dengan kecelakaan kerja, bisa menangani segala macam kecelakaan, ataupun trauma yang masuk melalui UGD.

Sejak berubah menjadi rumah sakit umum pada Juni 2015, kami sudah mendeklarasikan bahwa kami siap membuat program-program yang mendukung rumah sakit umum, dan salah satunya trauma center ini yang sebetulnya sudah ada sejak Januari 2016.

Makin ke sini gaungnya makin kami kencangkan ke perusahaanperusahaan sehingga lapisan masyarakat, tenaga kerja khususnya, bisa terlayani dengan baik.

Perlu diketahui, tidak semua rumah sakit bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam hal trauma center ,” papar Dina usai acara Sosialisasi Trauma Center RS Evasari di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, belum lama ini.

Dina menilai, perkembangan trauma center sampai saat ini cukup signifikan melihat banyaknya perusahaan sekitar rumah sakit yang mengirimkan tenaga kerjanya yang mengalami kecelakaan saat bekerja.

“Kami lebih mengkhususkan lagi pada unit UGD kami, yang tadinya bergabung dengan pasien lain, saat ini sudah kami pisahkan.

Pelayanan untuk trauma ini, pasien bisa langsung masuk IGD dan mendapatkan penanganan yang cepat tanpa proses serta administrasi yang panjang. Jadi, lebih spesifik dan tertangani dengan baik.

Paling banyak kasus yang masuk ke kami melalui UGD, yang pertama patah tulang kaki, kedua gegar otak ringan sampai sedang. Karena kalau melihat kecelakaan kerja, banyak pekerja yang celaka saat mereka mengerjakan pembangunan gedung dan jalan.

Berbeda dengan pekerja back office atau buruh,” kata Dina. Pasien yang ditangani di trauma center tentu tidak akan terbebani dengan biaya rumah sakit. Pasalnya, BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung sepenuhnya biaya tersebut tanpa batas nilai alias unlimited .

“Tarif di BPJS Kesehatan berdasarkan diagnostik. Berbeda dengan BPJS Ketenagakerjaan, tarifnya mengikuti rumah sakit, tidak sama dengan tarif umum. Lebih rendah sedikit, tetapi mengikuti apa yang memang dibutuhkan pasien,” pungkas Dina.
http://www.koran-sindo.com/news.php?r=4&n=13&date=2016-05-17

Categories: Media Clipping, RS Evasari, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *