Apa Itu Terapi Okupasi ?

Terapi okupasi adalah terapi untuk membantu seseorang menguasai keterampilan motorik halus dengan lebih baik. Keterampilan motorik halus adalah kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan otot-otot kecil yang ada di dalam tangan.

Contoh kemampuan motorik halus :

  • menulis dan menggambar

  • mewarnai

  • menggunting dan menempel

  • mengancing baju

  • mengikat tali sepatu

  • melipat

  • dll

    Untuk melakukan okupasional tersebut diperlukan koordinasi gerak, atensi dan konsentrasi, kekuatan, otot, keseimbangan. kemampuan berinteraksi sesial, reflex, kendali diri, dan sebagainya.

    Peran Terapi Okupasi adalah membantu menungkatkan kemampuan tersebut diatas melalui aktifitas terapeutik yang sesuai dengan program terapi anak sehingga dapat melakukan aktifitas keseharian dengan mandiri.

    Jenis-jenis gangguan yang memerlukan terapi okupasi
    – Gangguan konsentrasi
    – Gangguan motorik (gerak, clumsiness)
    – Kesulitan belajar
    – Gangguan sensori (tidak mau dipeluk, takut ketinggian, gangguan keseimbangan)
    – Ganggan tumbuh kembang (terlambat bicara, terlambat berjalan)
    – Gangguan perilaku dan emosi (tantrum/marah-marah)
    – Gangguan interaksi sosial (menghindari kontak mata, asyik bermain sendiri)
    – Hiperaktif
    – Keterbelakangan mental
    – Kelumpuhan otak/keterlambatan perkembangan pada otak (Cerebral Palsy)

    • pasien stroke terkadang kehilangan kemampuan motorik halus, dan terapi okupasi bisa membantu pasien melatih tangannya lagi

    • Tujuan Terapi Okupasi

      Adapun tujuan terapi okupasi menurut Riyadi dan Purwanto (2009), adalah:

      1. Terapi khusus untuk pasien mental/ jiwa.

      (a). Menciptakan suatu kondisi tertentu sehingga pasien dapat mengembangkan kemampuannya untuk dapat berhubungan dengan orang lain dan masyarakat sekitarnya.
      (b) Membantu dalam melampiaskan gerakan-gerakan emosi secara wajar dan produktif.
      (c) Membantu menemukan kemampuan kerja yang sesuai dengan bakat dan keadaannya.
      (d) Membantu dalam pengumpulan data guna penegakan diagnose dan penetapan terapi lainnya.

      2. Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan ruang gerak sendi, kekuatan otot dan koordinasi gerakan.

      3. Mengajarkan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan, berpakaian, belajar menggunakan fasilitas umum (telpon, televisi, dan lain-lain), baik dengan maupun tanpa alat bantu, mandi yang bersih, dan lain-lain.

      4. Membantu pasien untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan rutin di rumahnya, dan memberi saran penyederhanaan (simplifikasi) ruangan maupun letak alat-alat kebutuhan sehari-hari.

      5. Meningkatkan toleransi kerja, memelihara dan meningkatkan kemampuan yang masih ada.

      6. Menyediakan berbagai macam kegiatan untuk dijajaki oleh pasien sebagai langkah dalam pre-vocational training. Dari aktivitas ini akan dapat diketahui kemampuan mental dan fisik, kebiasaan kerja, sosialisasi, minat, potensi dan lain-lainnya dari si pasien dalam mengarahkannya ke pekerjaan yang tepat dalam latihan kerja.

      7. Membantu penderita untuk menerima kenyataan dan menggunakan waktu selama masa rawat dengan berguna.

      8. Mengarahkan minat dan hobi agar dapat digunakan setelah kembali ke keluarga.

      idx_terapiKlinik Tumbuh Kembang

      Informasi,Hub : Customer Care

    • 08117510599
    • 0761-47333 ext 2070

 

Categories: Artikel, Promotions, RS Awal Bros Pekanbaru, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *