Berat Badan Turun dengan Akupunktur

Koran_Sindo_Nasional_2016-05-23_Lifestyle_Berat_Badan_Turun_dengan_Akupunktur_1

BENTUK tubuh indah dan berat badan yang ideal, tentu menjadi dambaan setiap orang, khususnya wanita. Beberapa wanita bahkan berani melakukan segala cara agar mendapatkan kedua hal tersebut.

Namun, ada juga yang berusaha sekadarnya, menjalani cara-cara sederhana sesuai dengan kemampuan. Saat ini wanita identik dengan obesitas karena kurang aktivitas dan beberapa faktor seperti melahirkan. Obesitas merupakan sebuah kondisi kronis di mana terjadi penumpukan lemak di dalam tubuh sehingga melebihi batas yang baik untuk kesehatan. Pengukuran berat badan dan kaitannya dengan kesehatan bisa diukur melalui penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Dua hal utama yang menyebabkan seseorang terkena obesitas adalah pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik. Seseorang yang banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam bentuk gula dan lemak, ditambah gaya hidup yang tidak banyak bergerak, akan rentan mengalami obesitas. Menurut dokter spesialis akupunktur RS Evasari Ainil Masthura, angka obesitas saat ini semakin tinggi. Dari data yang ada pada tahun 2013, Indonesia masuk ke dalam 10 besar dengan 40 juta orang menderita obesitas.

”Paling banyak perempuan karena aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga. Biasanya jika memberi makan anak, makanannya tidak habis, ibunya yang makan. Pada laki-laki, identik dengan pekerjaan, seperti yang suka bekerja malam,” kata Ainil. Namun, saat ini ada cara untuk mendapatkan tubuh yang langsing. Salah satu metode yang cukup populer adalah akupunktur.

Menurut Ainil, dalam obesitas, termasuk juga diabetes dan kolesterol, sehingga itu membuat tidak nyaman. Terdapat beberapa metode akupunktur, yaitu akupunktur manual, akupunktur elektro, akupunktur laser, dan tanam benang. ”Masing-masing kondisi orang berbeda. Tapi, yang biasa dipakai adalah akupunktur elektro untuk menurunkan berat badan. Sementara untuk yang basic dan pembentukan, lebih bagus tanam benang. Laser juga bagus untuk obesitas, namun karena fasilitasnya masih sedikit, jadi jarang digunakan,” papar Ainil.

Ia memaparkan, cara kerja akupunktur elektro hampir sama dengan akupunktur manual. Nah yang membedakan adalah akupunktur elektro memakai alat simulator dan listrik, efeknya untuk mengurangi nafsu makan lebih dominan. ”Kalau manual, mungkin ada efek, tapi sedikit. Dengan akupunktur elektro frekuensi tinggi, perut menjadi lebih enak, nyaman, tidak sakit, dan tidak kembung,” sebut Ainil.

Dia menilai, untuk penurunan berat badan menggunakan akupunktur elektro, efek yang ditimbulkan tergantung kondisi pasien karena si pasien harus mengimbanginya dengan diet dan olahraga. ”Kalau kita bicara pengguna diet saja, untuk menurunkan berat badan itu kan susah. Bisa menahan lapar, tapi begitu dia lapar, makannya jadi lebih banyak. Nah, akupunktur ini sama seperti mengatur pola makan.

Makannya pagi, mengurangi yang manis-manis, berlemak, dan makan makanan yang mengandung serat. Yang tidak memakai akupunktur, mereka akan kesusahan, menimbulkan keluhan seperti sakit perut. Jadi, dengan akupunktur, halhal seperti itu tidak dialami pasien, dietnya pun menjadi lebih nyaman,” bebernya. Ainil memberikan saran mengenai cara menyeimbangkan diet, olahraga, dan akupunktur secara bersamaan.

Diet yang bagus, kata dia, adalah mengonsumsi makanan tinggi serat dan harus mengurangi makanan yang padat energi. Misalnya lemak dengan gula, kemudian banyak makan sayur dan buah. ”Sedangkan olahraga yang baik itu tidak usah yang berat-berat. Cukup jalan, lari, atau bersepeda. Jalan 30 menit setiap hari, minimal seminggu tiga kali. Akupunktur teratur dua kali seminggu.

Sekarang banyak tempat akupunktur, tapi kita tidak tahu apakah itu berizin atau tidak. Walaupun risiko akupunktur kecil, tapi tetap saja ada. Agar tidak terjadi apa-apa terhadap pasien, carilah tempat akupunktur yang berizin dan pasti di rumah sakit,” pungkas Ainil.

http://www.koran-sindo.com/news.php?r=4&n=3&date=2016-05-23

Categories: Media Clipping, RS Evasari, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *