Operasi Rahma dan Rahmi Tunggu Bantuan Pembaca, Tim Kembar Siam Kepri Tunjuk RS Awal Bros Batam

BATAM CENTER (HK) – Bayi kembar siam Rahma Fairuz Maknuniyyah dan Rahmi Fahira Nahlannisa akhirnya diputuskan menjalani operasi pemisahan pada pertengahan Juli 2016. Dana yang dibutuhkan untuk biaya operasi itu sebesar Rp1,1 miliar, sementara yang terkumpul baru Rp26 juta, sehingga masih jauh dari target yang diharapkan.
“Dalam waktu dekat kami akan bertemu Gubernur Kepri dan Walikota Batam bincangkan keadaan bayi kembar siam yang butuhkan dana cukup besar,” kata Ketua Tim Operasi Pemisahan kembar siam Kepri dr.Indra Yanti di RS Awal Bross, Kamis (26/05) sore.

Ia mengatakan langkah tersebut perlu dilakukan agar segala sesuatu yang dibutuhkan menjelang operasi pemisahan bayi kembar siam terpenuhi tanpa ada kendala, terutama biaya perobatan dan peralatan lain.

” Dana Rp1,1 miliar itu seluruhnya diperlukan untuk obat-oabatan dan peralatan operasi sekali pakai, sedangkan biaya lainnya berupa peralatan medis operasi, tenaga dokter dan fasilitas lainnya berupa biaya pemulihan digratiskan oleh rumah sakit,” kata dia.

Ia juga mengatakan, bayi kembar siam ini baru pertama kali dioperasi di Batam, dimana selama ini dioperasi di luar daerah Kepri.

” Hal ini perlu diketahui masyarakat Kepri sehingga tidak terjadi salah pengertian dan masyarakat memberikan sumbangan tidak bertanya lagi,” ujarnya.

dr Indrayanti, SpA, MARS, Ketua Tim Operasi pemisahan bayi kembar siam Kepulauan Riau menjelaskan, bayi kembar siam itu belum bisa dioperasi pemisahaan karena masih menunggu berat badannya mencapai 5 kilogram (kg). Bayi kembar siam yang masih dalam perawatan dan pengawasan dokter itu berat badannnya baru 3 kg.

Berat bayi kembar siam itu bisa mencapai 5 kg diperkirakan pada awal atau pertengahan Juli 2016. Setelah itu baru dilakukan operasi oleh tim dokter yang terdiri dari 8 dokter sepescialis.

“Mudah-mudahan bayi kembar siam itu sehat dan berat badannya bisa mencapai 5 kg agar bisa dioperasi pemisahaan,” katanya.

Menurutnya, agar biaya yang dibutuhkan bisa terkumpul dan memudahkan warga Batam atau donator menyumbang, telah dibuka rekening khusus di Bank BRI dengan nomor rekening 0331-01-006402-53-8 atas nama kembar siam Kepulauan Riau.

“Mari kita peduli terhadap nasib kembar siam dan membantu dengan menyubangkan sedikit rezeki yang kita dapat untuk operasi pemisahaan bayi kembar siam. Warga Batam atau donator bisa menyumbangkan uang di rekening BRI 0331-01-006402-53-8 atas nama kembar siam Kepulauan Riau,” katanya.

Sementara Direktur RSAB Batam, Widya mengaku selama ini biaya bayi kembar siam sudah digratiskan dan berharap operasi pemisahan bayi kembar siam segera di lakukan.

“Kita membutuhkan biaya obat-obatan yang mencapai Rp1,1 milar sementara untuk operasi dan perawatan sudah disiap,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya menggandeng Amat Tantoso pengusaha Batam agar bisa menggalang dana untuk bayi kembar siam itu. Dari Amat Tantoso langsung mendapatkan bantuan dari Yayasan Budha Tuzi.

“Kita bersyukur melalui Pak Amat Tantoso dapat bantuan dari Yayasan Budha Tuzi. Kita berharap masih ada lagi pengusaha yang akan menjadi donator dalam operasi bibir sumbing,” katanya.

drg Candra Rizal Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, mengatakan operasi pemisahan bayi kembar siam itu tetap dilaksanakan di Batam, karena timnya sudah dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kemudian Operasi tersebut dilaksanakan di RSAB Batam dan tidak perlu dibawa ke luar negeri.(par).

Sumber : Haluankepri.com

Categories: Media Clipping, RS Awal Bros Batam, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *