Minum Susu Berlebihan Sebabkan Obesitas

 

IMG_20160603_150114

Minum Susu Berlebihan Sebabkan Obesitas. dr. Ayi DIlla Septarini, Sp.A dari RS Awal Bros Bekasi. Tabloid Mom&Kiddie (21 April-4 Mei 2016)

 

Sejak berhenti minum ASI 6 bulan lalu, Fania yang kini berusia 2 tahun suka sekali mengonsumsi susu formula, Ria sang ibu, sangat senang sebab menurutnya susu bagus untuk anak seusia Fania. Namun belakangan, rasa khawatir mulai menghampiri Ria. Pasalnya, ia mengamati bahwa rasa suka putriny aterhadap susu sudah berlebihan. Dalam sehari, anaknya itu bisa mengonsumsi 5-7 botol susu. Mulai dari bangun tidur pada pagi hari hingga hendak tidur pada malam harinya. Apakah hal itu baik? Berapa kali sebenarnya frekuensi minum susu untuk anak batita da adakah efek jika berlebihan minum susu? Berikut penjelasan dr. Ayi DIlla Septarini, Sp.A dari RS Awal Bros Bekasi.

Pola Asuh Yang Salah

ASI adalah susu terbaik untuk bayi dan anak sampai usia 2 tahun. Sedangkan asupan utama untuk anak usia diatas satu tahun berasal dari makanan dan buka  dari susu. oleh sebab itu, Moms sebaiknya memahami bahwa periode penting yang menentukan anak akan makan dengan baik atau tidak yaitu antara usia 6-12 bulan, dimana saat itu anak sedang dalam proses belajar makan.

JIka proses belajar makan anak kurang baik, misalnya disebabkan karena kurangnya variasi jenis makanan sehingga membuat anak bosan, adanya pemaksaan saat makan, abaj selalu diberi makanan yang halus, maka hal tersebut dapat mengakibatkan anak akan lebih menyukai mengosumsi susu dibandingkan mengonsumsi makanan yang sebaiknya sudah mulai dikonsumsi anak.

Penyebab lain yang mengakibatkan anak terlalu banyak mengonsumsi susu juga disebabkan oleh pola asuh yang salah dari orangtua, seperti terlalu sering memberikan susu formula pada anak.

Akibat Terlalu Banyak

Meskipun susu memiliki kandungan yang dibutuhkan oleh anak, namun bukan berarti susu tdak memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan anak. Bahkan, terlalu banyak mengosumsi susu formula dapat mengakibatkan anak mengalami berbagai penyakit, misalnya obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, alergi, sembelit kronis, diare dan kanker.

Selain itu, anak yang terlalu banyak mengonsumsi susu formula umumya juga akan mengalami sedikitnya asupan makanan yang masuk atau membuat anak menjadi malas makan makanan utama karena sudah merasa kenyang setelah mengonsumsi susu formula.

Pilih Susu Tanpa Rasa

Saat ini, ada banyak varian rasa dalam susu, dimana dari varian rasa susu tersebut mengandung gula tambahan. Jika susus tersebut dikonsumsi dalam batas wajar, yaitu 400-600 ml maka tidak menjadi masalah, karena kandungan gulanya masuh dalam batas yang diperbolehkan. Tentunya mengonsumsi susus yang plain (tanpa rasa) akan lebih baik. Berkaitan dengan adanya tambahan gula dalam varian rasa susu formula, maka hal itu bisa membuat gigi anak mengalami karies. Untuk itu, sebaiknya gigi dibersihkan seara teratur agar tidak terjadi pembentukan karies.

Susu Bukan Keharusan

Mengonsumsi susu formula bukan suatu keharusan untuk batita. Asalkan diberi asupan gizi yang cukup dari makanan, maka kebutuhan gizi anak sebenarnya sudah tercukupi. Boleh saja anak-anak mengonsumsi susu formula, namun bukan berarti menjadi keharusan, karena nutrisi di susu, seperti kalsium dan protein bisa didapat dari makanan lain.

Makanan yang bisa menggantikan kandungan kalsium dalam susu formula, yaitu ikan kecil yang dimakan dengan tulang – seperti salmon dan sarden – lalu sayuran hijau choy (sayuran sejenis sawi). Sedangkan protein dari susu formula bisa digantikan dengan kacang kedelai dari tempe dan tahu serta kacang almond.

Rekomendasi Mengonsumsi Susu

Urutan susu yang paling baik dikonsumsi oleh anak adalah: ASI, susu pasteurisasi, susu UHT, susu bubuk dan terakhir susu kental manis. Sedangkan rekomendasi mengonsumsi susu untuk anak usia 1-3 tahun adalah 400-600 ml/hari atau 2-3 gelas susu.

Untuk waktu pemberian susu sebaiknya diberikan setelah makan dan boleh diberikan pada waktu pagi, siang atau malam hari. Selain itu, batita sebaiknya mengonsumsi susu dengan menggunakan gelas, karena pemberian dengna dot dapat menyebabkan overfeeding yaitu terlalu banyak mengonsumsi susu, akibat kenyamanan yang dirasakan oleh anak.

Lakukan Hal Berikut:

Meminta anak untuk hanya minum 2-3 gelas ayau botol per hari bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika anak sudah terbiasa mengonsumsi susu lebih dari 3 gelas per hari. Untuk itu, Moms bisa melakukan hal-hal berikut guna mengurangi anak mengonsumsi susu secara berlebih:

  1. Berilah ASI Eksklusif pada anak sampai usia 2 tahun dan lakukan pemberian MPASI secara bertahap sesuai dengan usia anak.
  2. Sebaiknya introspeksi pila asuh yang dilakukan terhadap anak dalam pemberian susu. Jangan jadikan susu sebagai penyelesaian masalah, misal agar anak tidak rewel dan adanya anggapan “yang penting anak mendapat asupan”.
  3. Hentikan penggunaan botol secara bertahap ketika mengonsumsi susu.
  4. Kurangi pemberian susu formula secara bertahap, misalnya hanya diberikan setelah anak makan.
  5. Berikan anak makanan yang bervariasi. Tidak hanya mengandung karbohidrat, protein dan nabati, sajikan pula menu yang berbeda dan dengan bentuk yang menarik, sehingga anak akan lebih banyak makan makanan utama dan perut menjadi terisi.
Categories: Media Clipping, Promotions, RS Awal Bros Bekasi, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *