Vaksin yang beredar di Indonesia dan Pendistribusiannya

MASIH KHAWATIR DENGAN VAKSIN PALSU??

Yuk simak informasi mengenal vaksin2 yang beredar di Indonesia dan distribusinya ke fasilitas layanan kesehatan, sbb :

Vaksin merupakan produk biologi yang dalam proses produksinya harus memenuhi persyaratan ketat yang telah ditetapkan oleh WHO. Vaksin juga memerlukan penanganan khusus dalam pendistribusiannya. Diperlukan sistem khusus untuk pendistribusian vaksin yaitu Sistem Rantai Dingin (Cold Chain System) dimulai dari pabrik, pendistribusian, penyimpanan di tempat tujuan, penyimpanan selama vaksin belum digunakan hingga diberikan kepada pemakai. Suhu dari vaksin harus tetap terjaga pada suhu kisaran 2-8 derajat Celsius untuk vaksin sbb : BCG, DTP, TT, DT, Td, DTP-HB-Hib, Campak, Hepatitis B, Influenza, PCV, vaksin Rotavirus , vaksin cacar air dan HiB. Sedangkan untuk vaksin Polio harus disimpan pada suhu -20 (minus 20) derajat Celsius (dalam freezer).

Sistem rantai dingin merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk tetap menjaga suhu vaksin dalam keadaan yang stabil, agar keefektifan, keamanan, keampuhan dan kualitas vaksin tetap terjaga, sehingga penerima mendapatkan manfaat perlindungan, serta pencegahan terhadap berbagai penyakit menular.

Jadi perusahaan yang khusus untuk mendistribusikan vaksin adalah bukan sekedar jasa kurir pengiriman barang, mengingat persyaratan yang ketat tsb.

Untuk diketahui, di Indonesia ada beberapa produsen vaksin yang menyediakan vaksin untuk masyarakat baik di fasilitas layanan kesehatan pemerintah maupun swasta.
Produsen vaksin terbesar yang ada di Indonesia adalah Biofarma, sebuah BUMN. Produknya antara lain : Pentabio, BCG, Campak, Polio, Hepatitis B, DT dan TT. Vaksin produksi Biofarma adalah vaksin yang dipakai dalam Program Pengembangan Imunisasi (PPI) dan digunakan di fasyankes pemerintah maupun posyandu, vaksin tsb dapat diperoleh secara gratis.
Fasilitas layanan swasta dapat memperoleh (membeli) vaksin Biofarma melalui distributor resmi yang ditunjuk.

Vaksin2 lain dikeluarkan oleh produsen luar negeri (impor) spt GSK (Glaxo Smith Kline), Sanofi Pasteur, MSD (Merck Sharp Dohme) dan Pfizer.

Produk GSK antara lain : Infanrix, Infanrix Hib IPV, Infanrix Hexa, Engerix, Synflorix, Hiberix, Havrix, Rotarix, Varilrix dan Cervarix.

Produk Sanofi Pasteur antara lain : Tripacel, Pediacel, Act Hib, Avaxim, Typhim, Hexaxim dan Trimovax.

Produk MSD (Merck) antara lain : MMR, Varivax, Gardasil dan Rotateq.

Produk Pfizer hanya satu : vaksin pnemokokus merek Prevenar

Di Indonesia ada beberapa distributor resmi yang telah ditetapkan oleh pihak Biofarma, Sanofi, GSK, MSD (Merck) dan Pfizer.

Berikut daftar distributor resmi vaksin biofarma. Distributor2 ini yang akan menerima pesanan vaksin dan mengirim vaksin2 biofarma ke RS/klinik/dokter praktek swasta :

PT. SAGI CAPRI
PT. MERAPI UTAMA PHARMA
PT. INDOFARMA GLOBAL MEDIKA.
PT. RAJAWALI NUSINDO
PT. PPI

Beda dengan pengiriman ke dinkes2 kesehatan, untuk menyuplay vaksin program pemerintah dilakukan oleh unit distribusi milik Biofarma sendiri.

Untuk vaksin di luar produk biofarma, umumnya vaksin non program dan impor, perusahaan distributornya adalah PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL).

Sampai akhir tahun 2015 yang lalu vaksin produk GSK masih menggunakan jasa distributor PT Anugrah Argon Medika (AAM). Belakangan setelah kontrak dengan AAM habis, terhitung mulai Januari 2016 produk GSK didistribusikan oleh APL sebagai distributor resmi.

Sementara ini sampai tulisan ini dipostingkan, semua vaksin diluar produk biofarma, didistribusikan oleh satu distributor resmi (distributor tunggal) : PT APL itu.

Semoga info ini manfaat ya Sahabat, dan terimakasih atas kepercayaan Sahabat terhadap kami dan kami selalu mengutamakan mutu dan keselamatan pasien.

vaksin

Info :

Customer Care 08117510599

Categories: Artikel, RS Awal Bros Pekanbaru, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *