Kuat & Gembira Merangkak

IMG_0293

Dr Atiek W. Oswari, SpA. Spesialis Anak, RS Awalbros Bekasi

(Tabloid Nakita No 898/TH. XVIII/15 – 21 JUNI 2016)

Sebelum membahas topik merangkak, ada hal menarik yang perlu Mama Papa ketahui, yakni fase pertumbuhan kesmampuan otot-otot dan saraf bayi, ternyata dimulai dari melihat dengan jelas dan bisa memainkan mata.Ia lalu bisa tersenyum, menggerakkan kepala,   menggerakkan tangan, duduk, menggerak-gerakan kaki dan seterusnya. Fase merangkak terletak antara fase kemampuan duduk dan berdiri. Setelah bayi mampu duduk namun belum bisa berdiri, ia biasanya akan melalui fase merangkak.

Bukan Tonggak

Yang perlu di garis bawahi, merangkak bukanlah kemampuan koordinasi yang wajib dilalui bayi, karena mernagkak bukan tonggak perkembangan penting seperti duduk dan berdiri,Jadi, bayi yang sudah bisa duduk dapat langsung melalui fase berdiri dan berjalan. Merangkak juga bukanlah ukuran yang akan menentukan tingkat kecerdasan anak. Jadi, tidak tepat jika mengatakan, bayi yang melalui fase merangkak pasti akan lebih cerdas dan kuat dibandingkan bayi yang tidak merangkak. Sebabnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menstimulasi kecerdasan atau kekuatan anak. Gerakan megesot pun butuh koordinasi antara tangan, kaki, mata, dan bagian tubuh lainnya, juga butuh kekuatan otot dalam bergerak. Saat megesot, anak juga mengatur keseimbangannya supaya tidak terjatuh. Demikian pula dengan berguling-guling kesegala arahm merayap, bahkan beridir sendiri juga butuh gerakan yang berkoordinasi. Kesimpulannya, ada banyak aktivitas lain yang dapat menggantikan merangkak.

Bermanfaat Untuk Pertumbuhan

Meski tidak wajib, merangkak tetaplah aktifitas penting yang memiliki manfaat cukup besar bagi pertumbuhan anak. Dokter Atiek W. Oswari SpA, spesialis anak yang berpraktik di RS Awalbros Bekasi menjelaskan tentang manfaat merangkak :

  • Dengan merangkak, bayi akan terlatih menggunakan kaki dan tangan untuk bergerak secara bergantian dan berlawanan; saat tangan kanan bergerak kedepan, kaki kirinya mengikuti dan selanjutnya bergantian saat tangan kiri yang bergerak maju kedepan, kaki kanan nya mengikuti. Gerakan tersebut membutuhkan penggunaan kedua belahan otak kiri dan kanan dalam sebuah koordinasi saraf yang begitu kompleks.
  • Merangkak dapat melatih tulang punggung sekaligus juga merangsang saraf-saraf motorik, yang sangat bermanfaat dalam memperkuat spinal bone anak. Dengan demikian anak akan memiliki spinal bone yang kuat dan baik yang menopangnya untuk tumbuh kembang dengan baik.
  • Merangkak dapat menguatkan otot tangan, pergelangan tangan, siku dan bahu bayi, karena saat ia merangkak semua otot anggota tubuh tersebut bergerak. Di masa remajanya, ia lebih terampil untuk memanjat, berenang, bahkan dengan cepat akan bangun bila terjatuh.

Kurang Stimulasi

Bila bayi Mama tidak ada tanda-tanda mau merangkak, penyebab terbesarnya adalah kurangnya stimulasi atau kesempatan bagi bayi untuk bebas merangkak. Mama dapat menstimulasi si kecil agar dapat merangkak dengan cara :

  • Bayi sering ditengkurepkan pada bulan-bulan pertama, kehidupannya, Tengkurep akan melatih koordinasi otot tangan kaki punggung dan melatih kemampuan merangkak. Bayi tengkurep di dada Mama, pastinya Mama akan menjaganya agar jangan sampai kepalanya tertelungkup.
  • Luangkan kegiatan tummy time bila Mama mengajak bayi bermain. Contoh, sambil tengkurep bayi meraih mainanya.
  • Berilah bayi mainan di matras atau lantai tang nyaman saat bayi sudah bisa duduk, sehingga ia trangsang dan tertarik untuk meraihnya dengan merangkak.
  • Memancing bayi agar ia bergerak maju kedepan dengan memanggil namanya atau Mama tunjukkan benda yang menarik baginya.
  • Bisa saja gerakan bayi memutar ke belakang dengan menggunakan perutnya untuk bergeser atau berpindha tempat. Mama bisa menstimlasi dengan membunyikan mainannya dismaping atau belakang badannya.

Aneka Gaya Merangkak

  1. Bayi merangkak dengan tangan dan lututnya. Ini gaya merangkak yang paling umum.
  2. Bayi merangkak dengan tangan dan kakinya, seperti gaya beruang berjalan.
  3. Bayi mernagkak dengan cara mengesot, menggunakan bokong dan kakinya.
  4. Ada juga bayi yang merangkak menggunakan perutnya seperti gaya tentara merayap

Jadi, bila bayi Mama tidak merangkak dengan cara yang umum, keempat cara lain tersebut di atas juga bisa di kategorikan merangkak.

Categories: Media Clipping, RS Awal Bros Bekasi, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *