Mengapa Bayi Bisa Sariawan?

sariawan
JAKARTA (netralitas.com) – Dok, mengapa bayi saya hingga usia 17 bulan sering sariawan di lidah ? Kalau sudah sembuh, nggak berapa lama muncul lagi. Walau dia nggak rewel, saya khawatir sariawan itu memicu penyakit lain. Apa penyebab sariawan dan bagaimana solusinya ?

Jawab:
Coba amati kebiasaan makan. Apakah sariawan setelah mengkonsumsi makanan tertentu atau bukan. Pasalnya, alergi terhadap getah buah juga dapat menyebabkan sariawan pada anak.

Untuk mengatasinya, ada beberapa cara :
– Biasakan anak untuk rajin menyikat gigi 2x sehari, pagi setelah makan dan malam menjelang tidur.
– Umumnya nafsu makan anak berkurang karena sariawan, jadi pastikan ia mendapatkan asupan cairan yang cukup agar terhidar dari risiko dehidrasi.
– Berikan makanan dan minuman yang mengandung vitamin seperti vitamin B,C dan zat besi untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.
– Suapin anak dengan perlahan agar ia tidak kekurangan nutrisi dan sariawannya pun tidak tersentuh oleh sendok yang di gunakan untuk makan. Ajarkan ia untuk makan perlahan agar makanan yang di kunyah tidak mengenai bagian yang terkena sariawan.
– Lakukan pembersihan mulut dengan air garam ( bila anak sudah bisa di ajarkan kumur-kumur)
– Untuk mengurangin rasa tidak nyaman, oleskan obat pada luka yang bisa di beli di apotek atas anjuran dokter.

Penyebab
Sampai saat ini belum diketahui penyebab sariawan. Sariawan terjadi karena gesekan dari sikat gigi yang terlalu kencang. Bisa juga karena mulut sensitif pada bahan makanan tertentu, kekurangan gizi, infeksi jamur maupun infeksi virus.

Sariawan bisa terjadi pada gusi, lidah, bibir, dan dasar mulut. Umumnya, radang ini menimbulkan nyeri, kemerahan, pembengkakan, dan kadang pendarahan pada daerah yang terkena. Peradangan juga bisa di sebabkan oleh keadaan mulut itu sendiri, seperti kebersihan yang buruk, terbakar makanan atau minuman yang panas, karena pengobatan, reaksi alergi atau infeksi.

Tipe Sariawan
Ada dua tipe sariawan yang sering dialami anak-anak. Pertama, herpes stomatitis ( disebabkan virus herpes simpleks). Biasanya muncul pada anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun. Paling sering dialami anak usia 1-2 tahun yang belum pernah terpapar oleh virus herpes.

Gejala tipe ini adalah demam (38,3-40 C) yang muncul selama 1-2 hari sebelumn terjadi sariawan dan luka di mulut. Anak menjadi rewel dan lesu. Muncul sariawan di lidah dan di langit-langit mulut serta adanya luka kecil berwarna putih keabuan di tengan dan kemarahan pada pinggir mulut. Selain itu, gusi bengkak ( nyeri dan bisa berdarah ), ngiler, sulit menelan, dan bau napas.

Kedua, stomatitis aftosa. Lebih banyak terjadi pada perempuan dengan puncak usia 10 hingga 19 tahun. Gejalanya rasa terbakar atau tidak nyaman di mulut yang di mulai dengan bintik kemerahan atau bengkak yang kemudian menjadi luka yang terasa nyeri. Juga, adanya warna kuning di tengah dan merah terang pada pinggir sariawan.

Narasumber : dr. Frieda Handayani,SpA(K)

http://netralitas.com/kesehatan/read/7087/mengapa-bayi-bisa-sariawan

Categories: Media Clipping, RS Evasari, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *