Terapi Trombolitik pada Penderita Stroke

2016-01-16 12.40.14

Dr. Anastasia Juliana, SpS

Serangan stroke kini telah menjadi hal yang umum terjadi, walaupun hal tersebut tidaklah kita inginkan. Salah satu penyebab stroke adalah apabila terjadi penyumbatan pada pembuluh darah otak. Tahukan Anda, apa dan bagaimana penanganan terbaik jika serangan stroke akibat penyumbatan tersebut terjadi?

Stroke merupakan penyakit akibat gangguan aliran darah otak yang terjadi secara mendadak (akut) yang dapat disebabkan oleh sumbatan (infark) atau oleh pecahnya pembuluh darah otak (bleeding). Sumbatan pembuluh darah otak dapat bersumber dari pembuluh darah itu sendiri melalui mekanisme pembentukan gumpalan darah (trombotik), atau berasal dari gumpalan darah yang dihasilkan dari pembuluh darah besar lainnya, serta dapat pula terjadi akibat gumpalan darah yang berasal dari jantung (Emboli).

Permasalahan utama yang timbul akibat stroke adalah kematian jaringan otak akibat terhentinya suplai darah yang membawa oksigen dan nutrisi. Hingga saat ini stroke masih merupakan salah satu dari tiga penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Namun yang lebih menyedihkan lagi, hingga saat ini stroke juga masih merupakan penyebab kecacatan (disability) utama pada penderita usia dewasa bahkan pada usia produktif.

290702FokusHasil dari banyak penelitian membuktikan bahwa terapi trombolitik melalui infus (intravena) memberikan hasil yang cukup memuaskan, yaitu lebih dari 30% pasien mengalami perbaikan kondisi yang cukup signifikan. Sayangnya, terapi ini memiliki cukup banyak keterbatasan, terutama dari sisi waktu (time window). Perlu diingat bahwa waktu terbaik pemberian trombolitik terapi secara intravena/perinfus adalah kurang dari 3 jam, terhitung sejak awal onset/ kejadian stroke. Beberapa waktu terakhir ini, sudah banyak rumah sakit/ pusat kesehatan yang mengijinkan pemberian trombolitik terapi pada penderita yang mengalami serangan stroke lebih dari 3 jam, namun masih kurang dari 4,5 jam dari onset/ kejadian pada kasus tertentu.

Pemberian terapi trombolitik dapat menimbulkan beberapa komplikasi, mulai dari yang ringan hingga yang cukup serius, bahkan ada juga yang berakibat fatal. Komplikasi terbanyak adalah terjadinya pendarahan intrakranial, dengan risiko pendarahan lebih banyak terjadi pada penderita berusia di atas 77 tahun yang mungkin diakibatkan oleh lebih luasnya kerusakan otak yang terjadi.

RS Awal Bros Makassar merupakan salah satu rumah sakit terdepan yang sangat peduli dan senantiasa mengembangkan diri dalam penanganan stroke secara menyeluruh dan terpadu. RS Awal Bros Makassar memiliki alat deteksi dini stroke, berupa mesin imaging yaitu MSCT-Scan 64 Slices dan Magnetic Resonance Imaging 1.5 Tesla. Selain itu juga tersedia pemeriksaan laboratorium yang cepat dan akurat.

Categories: Artikel, RS Awal Bros Makassar, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *