Endometriosis Bisa Sebabkan Infertilitas

03

Prof. DR. Dr. Nusratuddin Abdullah, SpOG(K), MARS

Jika anda sudah berhubungan seksual dengan pasangan (istri) Anda sekitar 1 – 2 tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi, namun belum memperoleh momongan juga, berhati-hatilah, ada kemungkinan anda terkena endometriosis.

Hal tersebut diungkapkan Prof. DR. Dr. Nusratuddin Abdullah, SpOG(K), MARS selaku Dokter Spesialis Kandungan RS Awal Bros Makassar.

Endometriosis merupakan jaringan mirip selaput lendir yang menutupi permukaan rongga rahim atau di luar rongga rahim dan bertumbuh pada tempat yang tidak semestinya.

“Endometriosis merupakan salah satu penyakit ginekologik yang banyak ditemukan. Sekitar 176 juta wanita di seluruh dunia menderita penyakit ini atau 5 – 10% wanita usia reproduksi yang masih mengalami menstruasi,” jelas Dr. Nusratuddin.

Menurut Dr. Nusratuddin, terdapat 5 penyebab ketidakmampuan untuk memperoleh suatu kehamilan (infertilitas), yaitu faktor sperma, gangguan struktur anatomi atau biokimia pada serviks, gangguan atau kerusakan tuba fallopi serta kelainan endometrium dan uterus, gangguan ovulasi dan faktor peritoneum termasuk adesi dan endometriosis.

Hubungan antara endometriosis dengan infertilitas menurut Nusratuddin, telah diakui secara luas, namun proses terjadinya infertilitas akibat endometriosis telah dicoba diterangkan dengan beberapa mekanisme, seperti distorsi anatomi panggul, perubahan jumlah dan fungsi cairan peritonium, gangguan folikulogenesis-ovulasi dan gangguan implantasi sehingga sulit hamil.

education-endometriosis“Namun tidak satu pun mekanisme yang terbukti meyakinkan menurunkan fekunditas wanita oleh endometriosis,” jelas Guru Besar bidang Obstetri dan Ginekologi ini.

Nusratuddin, menawarkan beberapa solusi terhadap perempuan yang sulit hamil akibat endometriosis melalui penanganan ekspektatif, hormonal, pembedahan, sampai pada rekayasa tekhnologi reproduksi.

“Penanganan secara ekspektatif dapat meningkatkan peluang kehamilan 50% bagi endometriosis ringan dan hanya sedikit yang dilaporkan hamil bagi yang sudah endometriosis berat,” ungkap Guru Besar kelahiran Parepare, 25 Desember 1961 ini.

“Rendahnya angka kehamilan pada wanita dengan endometriosis derajat berat juga dipengaruhi oleh pengurangan cadangan folikel ovarium, folikulogenesis yang abnormal dan menurunnya kualitas oosit yang dihasilkan pada wanita,” tambahnya.

Sementara penanganan melalui pembenahan dapat meningkatkan angka kehamilan 38% dibandingkan dengan penanganan medisinalis atau ekspektatif.

“Pembedahan pada penderita endomotriosis dilakukan untuk memulihkan atau mempertahankan struktur anatomi yang ada secara optimal untuk meningkatkan fertilitas pada wanita,” jelas Dr. Nusratuddin,

 

Categories: Artikel, RS Awal Bros Makassar, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *