Luka Bakar Diolesi Odol?

luka
JAKARTA (netralitas.com) – Tidak ada orangtua yang menginginkan buah hati kesayangannya terluka, apalagi terkena luka bakar. Namun anak-anak, terutama balita, dengan rasa ingin tahu yang tinggi terkadang dapat lepas dari pengawasan orangtua yang sedang lengah sehigga riskan terkena luka bakar.

Ada banyak kondisi yang dapat berpotensi kecelakaan sehingga menyebabkan luka bakar. Misalnya saja saat balita Anda yang belajar berjalan meraih pinggir meja yang diatasnya sedang Anda letakkan minuman panas untuk pasangan Anda. Atau saat balita Anda dengan rasa ingin tahu mencoba menekan tombol air panas dispenser Anda. Tidak terbayangkan betapa\ panik dan merasa bersalahnya Anda jika anak Anda mendapat luka bakar.

Saat itu terjadi, hal pertama yang harus Ayah Bunda lakukan adalah tidak panik. Kepanikan Anda dapat membuat balita Anda semakin histeris setelah terkena luka bakar. Anda perlu tenang untuk menganalisa keadaan dan melakukan pertolongan pertama. Sebagai lini pertama di tempat kejadian, Anda dapat mengikuti beberapa langkah di bawah ini untuk melakukan pertolongan pertama pada buah hati Anda.

1. Jauhkan dari sumber panas.
Segera pindahkan anak dari sumber panas yang mencederai anak. Sumber panas berupa api, cairan panas (air atau minyak), cairan kimia, benda panas lain (seperti wajan atau besi panas), atau listrik.

Setelah kondisi sekitar aman, segera lepaskan pakaian atau atribut lain yang menempel pada bagian tubuh anak yang terkena luka bakar yang berpotensi menyalurkan atau menyimpan panas. Atribut ini dapat berupa gelang, kalung, atau jam tangan.

2. Bilas dengan air mengalir.
Mitos di masyarakat adalah menangani luka bakar dengan mengoleskan odol, mentega, telur, atau bahkan kecap. Mitos tersebut tidak benar dan justru membahayakan luka. Luka bakar seharusnya dibersihkan dengan bilasan air sejuk yang mengalir. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan sisa panas agar tidak merusak jaringan kulit lebih dalam lagi.

Penelitian menunjukkan bahwa membilas luka bakar akut selama 15 menit saja dapat mengurangi proses peradangan hingga 30-50 persen. Jangan dibilas dengan air es ya, Ayah Bunda. Air es berpotensi merusak jaringan kulit yang sudah sakit akibat terkena panas. Selain itu, membilas dengan air es dapat berisiko menurunkan suhu tubuh anak secara drastis (hipotermia) yang dapat berakibat fatal.

3. Tutup dengan plastik penutup makanan transparan (cling wrap)
Luka bakar menyebabkan kerusakan kulit, sehingga ujung-ujung syaraf terpapar udara bebas dan menyebabkan nyeri. Plastik cling wrap mudah Anda beli. Plastik wrap ini dapat sementara membantu menutup ujung-ujung syaraf tersebut
sehingga mengurangi nyeri.

Cling wrap membantu mengurangi penguapan berlebih akibat luka bakar yang berpotensi menyebabkan dehidrasi pada anak Anda. Selain itu, penutupan dengan plastik transparan ini sementara dapat menjaga luka agar tidak terkontaminasi kuman.

4. Jaga asupan cairan anak
Tubuh anak, terutama balita, mengandung 90 persen cairan. Luka bakar yang terjadi dapat menyebabkan penguapan berlebihan dan keluarnya cairan dari luka. Semua hal tersebut berisiko menyebabkan dehidrasi pada anak.

Selalu berikan minum yang cukup pada anak Anda setelah terkena luka bakar. Jika anak masih menyusui, maka berikan ASI sepuas yang anak Anda inginkan. Jika tidak, maka minuman yang dapat diberikan bervariasi sesuai kesukaan anak. Anda dapat memberikan air putih, susu, teh, jus, atau minuman lainnya. Bila anak Anda ingin buang air kecil, sebaiknya Anda tampung agar dapat diinformasikan kepada dokter yang menangani.

5. Cari pertolongan medis
Setelah Anda lakukan pertolongan pertama, segera bawa anak Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat. Rumah sakit biasanya memiliki dokter bedah plastik yang sangat kompeten untuk menangani luka bakar. Dokter bedah plastik pun dapat membantu menangani komplikasi yang mungkin timbul pasca luka bakar, seperti bekas luka yang
buruk ataupun kontraktur.

Narasumber : dr. Tessa Puspita Sari,SpBP-RE

http://netralitas.com/kesehatan/read/8193/luka-bakar-diolesi-odol

Categories: Media Clipping, RS Evasari, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *