Pentingnya Mengenali Pencetus Asma

asma
JAKARTA (netralitas.com) – Penyakit asma adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernapasan (Bronchial) pada paru di mana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga saluran napas. Serangan ini menyebabkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya menyebabkan sesak nafas. Asma paling banyak terdapat di negara maju , terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi .

Penyebab kambuhnya asma secara umum ada 2 yaitu faktor instriksik (dari dalam diri seseorang). Hali ini bisa karena penyakit flu, aktivitas yang berat atau karena faktor emosi. Yang ke dua adalah faktor ekstriksik atau faktor dari luar. Biasanya karena debu, serbuk sari, bulu, udara dingin atau yang lain yang memicu terjadinya asma.

Diagnosis Asma
Riwayat penyakit sangat berguna untuk mendapatkan diagnosis penyakit asma yaitu dengan melihat riwayat keluarga penderita asma dan riwayat alergi sebelumnya. Informasi gejala asma berguna untuk mendapatkan diagonosis penyakit asma. Gejala umum dan tanda-tanda asma adalah:
• Mengi (kondisi seseorang mengeluarkan bunyi saat bernapas)
• Batuk (biasanya penderita asma akan mengalami batuk berdahak)
• Sesak napas dan dada terasa berat
• Gejala bisa dilihat saat terpapar alergi , saat terkena infeksi atau selesai olah raga atau aktivitas

Pemeriksaan fisik secara umum akan fokus pada saluran pernapasan bagian atas, dada, dan kulit. Biasanya seorang dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan tanda-tanda asma di paru-paru saat pasien bernapas. Suara bernada tinggi seperti sedang bersiul saat sesorang menghembuskan napas merupakan tanda utama dari saluran udara yang terhambat oleh asma.

Dokter juga memeriksa pilek, hidung bengkak, dan polip hidung. Kulit juga diperiksa untuk memastikan kondisi seperti eksim dan gatal-gatal, yang telah dikaitkan dengan asma. Gejala-gejala fisik terkadang tidak selalu hadir pada penderita asma.

Tes fungsi paru dengan alat spirometri adalah komponen ketiga dari cara mendiagnosis penyakit asma. Untuk mengukur berapa banyak udara yang anda hirup masuk dan keluar dan seberapa cepat anda bisa meniup udara keluar.

Cara melakukan tes spirometri asalah mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskan napas secara paksa ke dalam sebuah selang yang terhubung ke mesin yang disebut spirometer. Pada tes spirometer kemudian menampilkan dua pengukuran kunci:
• Kapasitas vital paksa (FVC) – jumlah maksimum udara yang dapat menghirup dan menghembuskan napas
• Volume ekspirasi paksa detik pertama (FEV-1) – jumlah maksimum udara yang dihembuskan dalam satu detik

Pengukuran dibandingkan terhadap standar yang dikembangkan untuk usia seseorang, dan pengukuran di bawah normal akan menunjukkan saluran udara yang terhambat. Anak-anak dengan usia 5 tahun akan lebih sulit untuk diuji menggunakan tes spirometri, sehingga diagnosis asma akan mengandalkan sebagian besar pada gejala, sejarah medis, dan bagian lain dari pemeriksaan fisik.

Uji provokasi bronkus dilakukan dengan melihat konstriksi (penyempitan) jalan nafas setelah diberi alergen seperti zat pemicu alergi . Demikian pula, tes untuk induced asma latihan akan terdiri dari olahraga berat untuk dapat melihat apakah gejala penyakit asma akan timbul atau tidak.

Tes alergi untuk mengidentifikasi zat yang dapat menyebabkan atau memperburuk asma. Tes ini tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis asma, tetapi dapat digunakan untuk memahami sifat dari gejala asma.

Tes lainya yaitu dengan cara menghembuskan oksida nitrat. Tingginya tingkat oksida nitrat yang terkait dengan derajat yang lebih tinggi dari keparahan asma. Namun Kelemahan tes seperti ini adalah tingginya biaya tes dan peralatan khusus yang diperlukan untuk mengukur penanda kimia.

Jenis asma ada bermacam–macam yaitu:
• Asma karena alergi (paparan alergi memicu kambuhnya asma)
• Asma kerja yaitu asma akibat paparan debu di tempat kerja
• Asma yang dirangsang kambuhnya akibat bekerja (exercise induce asma).
Biasanya asma dipengaruhi oleh genetik atau keturunan , anak yang mengalami sesak nafas saat usia dini harus ditanyakan apakah orang tuanya ada yang menderita asma.

Cara menanggulangi asma:
1. Memahami sifat-sifat dari penyakit asma
Asma tidak bisa disembuhkan secara sempurna. Asma bisa sembuh tetapi bisa kambuh karena faktor tertentu bisa alergi atau infeksi. Kekambuhan asma bisa dijarangkan dengan pengobatan jangka panjang secara teratur

2. Memahami faktor yang menyebabkan serangan atau memperberat serangan
• Inhalan : seperti debu rumah, bulu binatang,
• Ingestan seperti susu , telor, ikan, kacang-kacangan dan obat tertentu
• Keadaan udara : polusi , perubahan udara yang mendadak, hawa yang lembab
• Infeksi saluran napas
• Pemakaian narkoba dan merokok
• Stres psikis termasuk emosi yang berlebihan
• Stres fisik dan kelelahan

3. Memahami faktor yang mempercepat penyembuhan : mengetahui alergi yang menyebabkan serangan, mengobati infeksi saluran nafas, konsultasi dokter secara tertur sehingga asma bisa terkontrol

4. Memahami kegunaan dan cara kerja obat-obatan yang diberikan oleh dokter seperti cara menggunakan inhaler, turbuhaler atau alat diskus untuk mengatasi serangan asma

5. Mampu menilai kemajuan dan kemunduran asma (asma kontrol tes)

6. Mengetahui kapan harus ”self treatment” atau pengobatan mandiri harus diakhiri dan minta pertolongan dokter ahli paru

Narasumber : dr. Ni Nyoman Priantini, SpP

http://netralitas.com/kesehatan/read/8292/pentingnya-mengenali-pencetus-asma

Categories: Media Clipping, RS Evasari, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *