Tepat Tangani Penyakit Asma

Asma
PENYAKIT asma adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernapasan (bronchial ) pada paru, di mana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga saluran napas.

Akibatnya, terjadi penyempitan saluran napas yang menyebabkan sesak napas. Asma paling banyak terdapat di negara maju, terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi. Penyebab kambuhnya asma secara umum ada dua, yaitu faktor intrinsik (dari dalam diri seseorang) dan faktor ekstrinsik (dari luar). Faktor intrinsik bisa disebabkan penyakit flu, aktivitas yang berat, atau faktor emosi.

Sedangkan, faktor ekstrinsik biasanya disebabkan debu, serbuk sari, bulu, udara dingin atau yang lain yang memicu terjadinya asma. “Riwayat penyakit sangat berguna untuk mendapatkan diagnosis penyakit asma, yaitu dengan melihat riwayat keluarga penderita asma dan riwayat alergi sebelumnya. Informasi gejala asma juga berguna untuk mendapatkan diagnosis penyakit asma,” kata dokter spesialis paru dan saluran pernapasan RS Evasari, dr Ni Nyoman Priantini SpP.

Dia menjelaskan, gejala umum dan tanda-tanda penyakit asma adalah mengi (kondisi di mana seseorang mengeluarkan bunyi pada saat bernapas), batuk (biasanya penderita asma akan mengalami batuk berdahak), sesak napas, dan dada terasa berat. Gejala bisa dilihat saat terpapar alergi, terkena infeksi, atau selesai olahraga atau aktivitas.

“Pemeriksaan fisik secara umum akan fokus pada saluran pernapasan bagian atas, dada, dan kulit. Biasanya seorang dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan tanda-tanda asma di paru-paru saat pasien bernapas. Suara bernada tinggi seperti sedang bersiul saat seseorang mengembuskan napas merupakan tanda utama dari saluran udara yang terhambat oleh asma,” ujar dr Nyoman.

Dia juga memastikan bahwa dokter juga akan memeriksa pilek, hidung bengkak, dan polip hidung. Kulit juga akan diperiksa untuk memastikan kondisi seperti eksim dan gatal-gatal yang telah dikaitkan dengan asma. Gejala-gejala fisik terkadang tidak selalu hadir pada penderita asma.

“Tes fungsi paru dengan alat spirometri adalah komponen ketiga dari cara mendiagnosis penyakit asma, untuk mengukur berapa banyak udara yang Anda hirup masuk dan keluar serta seberapa cepat Anda bisa meniup udara keluar. Cara melakukan tes spirometri adalah mengambil napas dalam-dalam dan mengembuskan napas secara paksa ke sebuah selang yang terhubung ke mesin yang disebut spirometer,” papar dr Nyoman.

Dr Nyoman menuturkan, ada beberapa cara menanggulangi asma, di antaranya memahami sifat-sifat penyakit asma. Asma tidak bisa disembuhkan secara sempurna. Memang asma bisa sembuh, tetapi bisa kambuh karena faktor tertentu, bisa alergi atau infeksi. Kekambuhan asma bisa dijarangkan dengan pengobatan jangka panjang secara teratur.

“Lalu, memahami faktor yang menyebabkan serangan atau memperberat serangan inhalan , seperti debu rumah, bulu binatang. Ingestan seperti susu, telur, ikan, kacang-kacangan, dan obat tertentu. Keadaan udara, seperti polusi, perubahan udara yang mendadak, hawa yang lembap. Infeksi saluran napas juga bisa menyebabkan asma kambuh,” papar dr Nyoman.

Cara lainnya adalah memahami faktor yang mempercepat penyembuhan, seperti mengetahui alergi yang menyebabkan serangan, mengobati infeksi saluran napas, konsultasi dokter secara teratur sehingga asma bisa terkontrol.

“Memahami kegunaan dan cara kerja obat-obatan yang diberikan dokter, seperti cara menggunakan inhaler, turbuhaler, atau alat diskus untuk mengatasi serangan asma sangat penting,” pungkas dr Nyoman.

http://www.koran-sindo.com/news.php?r=4&n=16&date=2016-08-29

Categories: Media Clipping, RS Evasari, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *