Bintilan Muncul di Wajah si Mungil

dr-faridah-lubis

dr. Faridah Lubis, Sp.KK – Dokter Spesialis Kulik Kelamin RS Awal Bros Panam

Cuaca Panas Mudah Berkeringat, Waspada Cacar MonyetBagi beberapa orang yang bertempat tinggal dengan cuaca panas yang cukup extrime harus extra hati- hati. Hal ini dapat menyebabkan bagian tubuh dapat mengeluarkan keringat berlebihan. Sebab terdapat ribuan jenis bakteri dan kadar mineral garam yang tinggiterkandung di setiap tetesan keringat. Jika hal ini dibiarkan saja maka berbagai bakteri tersebut akan menyerang sistem imun tubuh. Perlu penanganan dengan benar terkait kondisi ini. Ditambah jika kebutuhan nutrisi kulit kurang, maka akan membuat kulit menjadi rapuh dan rentan diserang berbagai macam bakteri maupun virus.

Terlebih lagi jika kondisi seperti ini dialami oleh anak Balita yang kelenjar keringatnya belum stabil. Tentu keringat akan mudah keluar membasahi sekujur tubuhnya. Jika orang tua tidak hati- hati dan tidak waspada, maka sibuah hati pun akan terserang berbagai penyakit, salah satunya cacar monyet. Seperti yang dialami oleh balita bernama Najwa yang berumur 1 tahun sedang berobat di RS Awal Bros Panam bersama dokter kulit dr. Faridah Lubis, Sp. KK. Ditubuh balita tersebut terdapat bintilan- bintilan merah yang telah mengelupas, berair dan menjadi hitam. Bintilan- bintilan tersebut telah mengelupas disekujur tubuhnya, bahkan menyerang wajah mungil balita ini. Dijelaskan oleh Ayahnya, awalnya hanya timbul beberapa bintilan ditubuhnya, namun selang tiga hari bintilan tersebut meluas hingga ke bagian wajahnya.

Saya kira hanya biang keringat saja. Namun beberapa hari kemudian bintilan tersebut membesar dan bertambah banyak. Setelah itu, bintilan tersebut mengeluarkan cairan dan mengering menjadi seperti korengan, iya juga mengatakan bahwa aktivitas putrinya memang sering berkeringat bahkan membasahi seluruh pakaiannya. Ditambah lagi dengan kondisi rumahnya yang sempit dan berdebu sehingga membuat suasana rumahnya pengap dan panas.

Memang putrinya sering berkeringat dan ibunya selalu membersihkan tubuh putrinya dengan sehelai kain atau handuk. Ternyata ini yang menjadi penyebab putrinya diserang cacar monyet. Apalagi kain yang dipakai kering, kalau diusao ke tubuh balita akan berefek buruk karena kulitnya kan masih lunak. Makanya saya bawa ke dokter kulit RS Awal Bros Panam.

Dokter Spesialis Kulit RS Awal Bros Panam dr. Faridah Lubis, Sp.KK membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya cacar monyet rentan menyerang Balita. Cuaca panas dapat menyebabkan kulit menjadi rapuh dan berkeringat. Kalau berkeringat kulit pasti basah, jika kulit dibersihkan dengan kain kering maka mineral garam yang terkandung di keringat tidak terangkat. Hal inilah yang membuat tubuh rentan diserang bakteri dan berkembang baik. Jika tidak ditangani sejak dini, maka akan terjadi komplikasi. Paling parah akan menyerang ginjal dan akan terinfeksi.

Maka dari itu sebaiknya jangan biarkan keringat menjadi kering dan mengendap di seluruh tubuh. Jika belum waktunya mandi, cobalah untuk membersihkan keringat tersebut menggunakan handuk basah. Untuk bedak, sebaiknya gunakan jenis bedak yang mengandung menthol agar memberikan sensasi dingin dan segar sehingga kelembapan kulit terjaga. Konsumsi obat antibotik yang berguna menjaga imun ditubuh tetap terjaga. Segaja jenis antibiotik bisa digunakan untuk mencegah penyakit ini. Baik itu berbentuk obat, oles, maupun secara oral. Hal ini akan menjaga nutrisi dan imun di kulit tetap maksimal.

Sebagian besar orang pasti mengetahui istilah penyakit cacar. Namun kenyataannya tidak semua orang tahu secara persis penyakit apa yang dimaksud. Bahkan, tak jarang banyak orang yang belum paham betul tentang penyakit cacar monyet itu seperti apa. Penyakit cacar monyet ini tentunya sangat berbeda dengan penyakit cacar air. Agar tidak makin bingung antara penyakit cacar air dan penyakit cacar monyet, berikut perbedaannya. Cacar air disebabkan oleh virus variola. Sementara penyakit cacar monyet yang dalam bahasanya medisnya dikenal sebagai Impetigo bulosa, penyebabnya ialah bakteri Staphylococcus aureus. Penyakit cacar air gejalanya lebih ringan, demamnya tidak terlalu tinggi. Kelainan di kulit pada cacar air mengenai jaringan bawah kulit sehingga dapat menimbulkan bekas yang mencolok. Sedangkan  yang menyerang anak kecil, kelainan kulitnya juga berupa bercak merah yang berubah cepat menjadi lepuh seperti tersudut api rokok, cairan dari lepuhan tersebut mengering dan menjadi noda- noda hitam. Biasanya yang sering terkena adalah bagian sekitar mulut, hidung, leher dan ketiak, dada dan punggung. Kelainan kulit pada cacar monyet hanya pada area tertentu, beda dengan cacar air yang ada dihampir seluruh area tubuh.

Jadwal Praktek dr. Faridah Lubis, Sp.KK : 
Senin dan Sabtu, pukul 09.00 – 17.00
Categories: Artikel, RS Awal Bros Panam, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *