ASI Eksklusif, Tubuh Kebal Penyakit

Tidak sedikit ibu-ibu di kota Batam pasca melahirkan tidak memberikan ASI eksklusif untuk bayi mereka, sebagian beralasan bahwa ASI mereka sedikit keluar, serta mereka harus kembali bekerja karena masa cuti yang terbilang singkat, tidak seperti yang tertera dalam undang-undang ketenagakerjaan. Dengan terpaksa mereka mulai memperkenalkan susu formula kepada bayi mereka. Kasus ini banyak dialami oleh ibu yang memiliki bayi.

Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat, kesadaran ibu-ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif pada anaknya masih rendah. Prosentasenya hanya 40 persen dari total ibu menyusui  di Batam, hingga Agustus lalu. UNICEF bahkan mencatat, hanya sepertiga penduduk Indonesia yang menyusui anaknya secara eksklusif selama enam bulan.

dr Indrayanti, SpA

dr Indrayanti, SpA (Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Awal Bros Batam)

Ketua perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia) Kepulauan Riau, dr. Indrayanti, SpA mengatakan, rendahnya kesadaran memberikan ASI eksklusif terjadi lantaran minimnya pemahaman ibu tentang ASI. Mereka merasa, ASI dapat digantikan dengan susu formula. “Padahal, satu – satunya nutrisi yang paling cocok untuk pencernaan bayi itu ASI,” ujarnya.

ASI memiliki kandungan imunolgobulin A (IgA) yang tidak dimiliki susu formula. Ini zat yang mampu menjaga kekebalan tubuh si bayi. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif terbukti tidak mudah sakit. Kekebalan tubuh itu bahkan terjaga hingga ia dewasa.

Susu formula memang digembor – gemborkan memiliki kandungan vitamin ini – itu dan zat lainnya. Namun, penelitian menunjukkan, zat – zat yang ada dalam susu formula itu sudah lengkap di dalam ASI. “Memberi ASI itu, istilahnya jadi back to nature. Sudah alamiah dan harfiah, seorang ibu itu menyusui,” tutur Dokter Anak Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Menyusui adalah kerja hormonal. Ada hormon – hormon yang bekerja ketika ibu hamil. Ketka ia kemudian melahirkan, tubuh ibu akan bermanuver untuk bisa menyusui anaknya. “ASI juga berubah. Hari pertama bayi lahir, ASI itu hanya berupa kolostrum. ASI baru banyak di hari ketiga setelah melahirkan,” jelasnya. Banyak persepsi salah tentang kolostrum. Ada yang bilang, kolostrum adalah susu basi atau susu encer. Sebab, warnanya memang tak seputih susu pada umumnya. Warnanya kekuning-kuningan.

Karena persepsi yang salah tersebut kemudian, sebagian ibu membuang kolostrumnya. Padahal, khasiatnya luar biasa. Satu tetes kolostrum sama manfaatnya dengan 1 gelas ASI. “Makanya begitu bayi lahir cukup keringkan bayi dan segera letakkan bayi di atas perut ibunya. Secara otomatis, bayi akan bergerak mencari puting ibunya. Itulah yang disebut IMD (Inisiasi Menyusu Dini),” katanya.

IMD nyatanya mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Bayi yang langsung di-IMD akan seratus persen berhasil diberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan. Sementara, keberhasilan pemberian ASI secara eksklusif untuk bayi-bayi yang tidak di-IMD hanya 50 persen saja. “Harus skin to skin,” tegasnya.

Idealnya ASI eksklusif diberikan selama enam bulan. Tidak boleh ada air putih sekalipun yang masuk ke perut bayi dalam kurun waktu itu. Baru setelah enam bulan terlewati, ibu dapat memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Bentuknya berupa buah-buahan atau bubur yang di-tim. Kalau semua terpenuhi, tempatnya susu formula itu ketika si bayi berusia satu tahun ke atas,” ujar wanita yang kerap menjadi narasumber Komunitas Peduli ASI Kepri tersebut.

ASI jadi satu - satunya nutrisi terbaik untuk sistem pencernaan bayi. Yuk beri ASI, agar bayi kebal penyakit hingga dewasa

ASI jadi satu – satunya nutrisi terbaik untuk sistem pencernaan bayi. Yuk beri ASI, agar bayi kebal penyakit hingga dewasa

Manfaat ASI Eksklusif 6 Bulan

  • Tumbuh kembang bayi terjaga
  • IQ anak lebih tinggi 8 poin dari anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif
  • Karakter anak lebih manusiawi
  • Kekebalan tubuh bayi terjaga
  • Masa nifas ibu akan lebih cepat

 

 

 

 

Sumber : Koran Batam Pos | Ed. Jumat, 30 September 2016 | Hal. Healthy Living

Categories: Media Clipping, RS Awal Bros Batam, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *