Waspada Jantung Koroner

PEKANBARU, TRIBUN – Satu diantara organ yang memiliki peranan penting adalah Jantung. Jantung bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan menampungnya kembali setelah dibersihkan organ paru-paru.

Darah tersebut dipompa melalui berbagai jenis pembuluh darah yang ada di jantung, baik pembuluh darah kecil maupun pembuluh darah besar.

Dokter spesialis penyakit jantung Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru dr Dasdo Antonius Sinaga, SpJP,FIHA memaparkan ada banyak jenis penyakit pada jantung yang dijumpai pada masyarakat umumnya.

Di antaranya adalah penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan atau kelainan jantung yang terjadi sejak lahir, kerusakan katup jantung (terdiri dari katup bocor dan katup yang menyempit), gagal jantung (kelemahan kekuatan jantung untuk memompa darah), penyakit jantung akibat hipertensi, infeksi pada jantung, dan gangguan irama jantunf.

“Namun, di antara semua jenis penyakit jantung tersebut, yang paling banyak ditanyakan dan dijumpai di Riau khususnya Pekanbaru, adalah penyakit jantung koroner,” ujarnya.

Hal ini terjadi, lanjutnya, karena penyebab penyakit jantung koroner ini sangat dekat dan sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari.

“Penyebab jantung koroner diantaranya adalah penyakit gula atau Diabetes mellitus, kebiasaan merokok, riwayat keluarga sekandung yang menderita penyakit jantung dan stroke, darah tinggi/hipertensi, dan kadar kolesterol yang tinggi,” jelasnya.

Dirinya mengambil contoh aneka makanan sehari-hari masyarakat Sumatera yang cenderung mengkonsumsi santan, aneka gorengan dan daging.

Jenis makanan ini, tuturnya meningkatkan resiko terserang penyakit jantung koroner lebih tinggi.

“Intinya, penyakit jantung koroner terjadi akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah yang disebabkan oleh plak atau gumpalan darah. Plak ini timbul karena pola hidup dan pola makan yang tidak sehat,” imbuhnya

Sedangkan untuk gejala, katanya, mayoritas penderita mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri, menjalar ke leher seperti tercekik dan ke lengan kiri.

“Dan terkadang disertai rasa nyeri di dada seperti tertekan benda berat atau terhimpit, dan nafas terasa sesak. Gejala ini timbul saat beraktivitas dan berkurang/hilang saat beraktivitas. Namun pada serangan yang berat dan mendadak, gejala tersebut bisa timbul kapan saja disertai dengan sesak nafas, keringat dingin membasahi seluruh badan, mual dan muntah, kadang-kadang pingsan dan meninggal mendadak,” pungkasnya.

Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung akibat penyempitan pada pembuluh darah koroner.

Pembuluh darah koroner adalah urat/pembuluh darah yang mengalirkan darah kepada organ jantung.

Diibaratkan jantung seperti sawah, maka koroner adalah saluran irigasi yang mengalirkan makanan (oksigen) bagi jantunf.

Adanya penyumbatan pada koroner menyebabkan jantung kekurangan oksigen. Sementara jantung terus berdetak dan membutuhkan energi dari oksigen.

Penyumbatan tersebut terjadi karena adanya plak yang menempel seperti kerak yang terbentuk dari lemak jahat (lipid/kolesterol) yang mengeras dan semakin padat.

Plak tersebut mengalami peradangan, dan bisa ruptur/pecah, sehingga terjadilah “luka” yang menstimulasi penggumpalan darah.

Gumpalan darah atau bahasa medisnya adalah trombus atau clot secara tiba-tiba akan menutup pembuluh darah secara total hingga 100 persen. Hal ini yang terjadi pada serangan jantung mendadak atau heart attack yang bisa menyebabkan kematian.

Penyakit ini bisa dialami semua orang bahkan pada umur muda sekalipun mulai dari usia 20 tahunan, terutama jika memiliki faktor risiko yang tidak terkontrol.

Kendati demikian, pria berusia diatas 55 tahun dan wanita berusia diatas 65 tahun memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan usia yang lebih muda.

Sedangkan, khusus pada wanita yang dalam usia subur yang artinya belum memasuki masa menopause, risikonya lebih rendah karena masih dalam proteksi hormon estrogen.

Apabila seorang didiagnosis menderita penyakit ini, salah satu langkah yang diambil ialah kateterisasi jantung.

Kateterisasi sendiri ialah upaya untuk melihat sumbatan yang terjadi, jika lebih dari 50-70 persen, maka perlu dibuka agar aliran darah kembali lancar dan oksigenasi membaik. Kateterisasi adalah prosedur non-bedah (bukan pembedahan) yang dilakukan melalui lengan atau pangkal paha dengan menggunakan kateter untuk visualisasi pembuluh darah koroner.

Tujuan kateterisasi adalah untuk menilai hal tersebut. Jika masih memungkinan, akan dipasang stent atau bahasa awam nya cincin atau ring pada daerah yang tersumbat.

Stent tersebut berada disana secara permanen untuk mempertahakan terbukanya pembuluh darah yang tersumbat.

Jika sumbatan yang terlihat saat kateterisasi ternyata sangat banyak (lebih dari 3, pada 3 pembuluh darah utama) dan tidak bisa diatasi dengan pemasangan stent, pasien akan dianjurkan untuk menjalani operasi bedah jantung bypass.

Tips Menjaga Jantung Tetap Sehat

  1. Jaga Pola Makan
    Menjaga pola makan sangat penting agar jantung tetap bekerja secara optimal. Mengurangi makanan berlemak seperti daging, santan, makanan berminyak akan sangat meminimalisir resiko terjadinya penyakit jantung.
    “Boleh saja memakan jenis makanan tersebut, tapi harus dikontrol dan diiringi dengan olahraga,” tegas Dokter spesialis penyakit jantung Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru
    dr Dasdo Antonius Sinaga, SpJP,FIHA.
  2. Lakukan Olahraga
    Agar tubuh tetap bugar dan jantung pun tetap salam keadaan sehat, sebaiknya lakukan aktivitas kardio atau olahraga agar jumlah lemak jahat bisa ditekan.
    “Mulai saja dengan kegiatan yang sederhana, seperti bersepeda atau jogging disekitar tempat tinggal. Aktivitas seperti ini akan menjaga kondisi jantung tetap optimal,” sebutnya.

 

02-okt-16

Sumber : Tribun Pekanbaru, Minggu 02 Oktober 2016

 

 

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *