Kenali Menopause Lebih Dekat

Kenali Menopause Lebih Dekat

PEKANBARU, TRIBUN – Kaum hawa memiliki batas atas kepemilikan sel indung telur. Seiring berjalan nya waktu, sel indung telur yang ada di ovarium akan semakin berkurang.

Fenomena tersebut dikenal sebagai menopause. Masyarakat awam, umumnya, sudah mengetahui dan menyadari akan mengalami kondisi ini.

Adapun gangguan yang disebabkan oleh menopause ialah vagina kering, kulit mengering hingga osteoporis bagi mereka yang mengalami menopause permanen.

Tina (45) seorang ibu rumah tangga ini mengaku sadar sudah memasuki fase menopause ketika usia 41 tahun.

“Ketika itu, selama sembilan bulan jadwal haid saya tidak teratur seperti tahun-tahun sebelumnya. Yah, saya berpikir mungkin memang sudah memasuki pensiun,” ujar nya sembari tersenyum ringan.

Lebih lanjut, ibu tiga orang anak ini menjelaskan kondisi tersebut membuat kondisi kulitnya menjadi kering dan gersang. “Dan mulai keriput lah intinya,” singkatnya.

Sehubungan dengan fenomena menopause, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Awal Bros Pekanbaru, Dr. Metha Chlariza memaparkan menopause merupakan gejala alami pada seorang wanita.

“Menopause merupakan gejala alamiah dimana jumlah sel telur pada ovarium berkurang bahkan habis. Fase ini tidak bisa ditunda dan pasti akan terjadi pada rentan usia 40 hingga 50 tahun,” jelasnya.

Dirinya mengatakan menopause bisa terjadi lebih awal karena di pengaruhi oleh berbagai faktor.

“Contohnya operasi kista yang mengharuskan mengangkat ovarium. Tentu wanita tersebut tidak akan mengalami haid lagi,” pungkasnya. (cr7)

*News Analysis
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Awal Bros Pekanbaru,

Dr. Metha Chlariza

Menopause merupakan proses berhentinya haid atau menstruasi pada seorang wanita. Namun sebelum berhenti, akan ditandai dulu dengan jadwal haid yang tidak teratur.

Hal tersebut terjadi akibat sel telur pada ovarium semakin berkurang dan menipis. Kondisi ini memang secara alamiah akan terjadi pada setiap wanita dengan rentan usia 40-50 tahun.

Adapun gejala atau pertanda lainnya ialah rasa panas seperti terbakar pada daerah dada dan leher, perasaan tidak nyaman, sensitif atau emosi tidak terkontrol dan insomnia atau gangguan tidur.

Sedangkan akibat yang ditimbulkan pada fase ini ialah daerah vagina mengering sehingga menganggu aktivitas seksual.

Disamping itu, kulit tubuh mulai mengering. Apabila sudah memasuki fase menopause secara permanen maka akan menimbulkan osteoporosis.

Fase ini tidak bisa ditunda karena sifatnya yang alamiah. Selain sel indung telur berkurang karena proses menstruasi, kapasitasnya juga menipis ketika mengalami pembuahan oleh sperma.

Kendati demikian, menopause juga bisa terjadi sejak dini yang diakibatkan oleh berbagai faktor. Seperti operasi angkat rahim, kemotherapy pada pasien kanker hingga pengaruh radiasi. (cr7)

*Tips

1. Jaga Pola Makan

Guna menjaga ovarium tetap sehat, maka kurangi makanan yang mengandung pengawet dan usahakan konsumsi makanan yang alamiah.
Demikian disampaikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Awal Bros Pekanbaru, Dr. Metha Chlariza.
“Dan jika sudah memasuki masa menopause, perbanyak mengkonsumsi polongan, seperti kacang dan kedelai serta tahu atapun tempe,” terangnya.
Kandungan pada makanan tersebut, lanjutnya, akan meningkatkan kadar hormon estrogen yang berguna untuk mengurangi pengeringan yang terjadi pada sekitaran organ intim serta pada kulit.

2. Jaga Pola Hidup

Olahraga sangat berguna dalam menjaga kebugaran tubuh. Semakin rutin berolahraga, maka kadar racun yang ada ditubuh akan diminimalisir.
“Contohnya jika kita mengkonsumsi makanan yang mengadung pengawet. Zat-zat tersebut akan mengendap di tubuh,” jelasnya.
Maka dengan berolahraga, zat-zat tersebut akan dikeluarkan melalui keringat.

3. Terapi Sulih Hormon (TSH)

Terapi ini berguna ketika seorang wanita sudah memasuki fase menopause. Terapi ini akan memberikan tambahan hormon estrogen yang berkurang seiring penuaan yang terjadi.
“Meski begitu, penerapan terapi ini harus sangat hati-hati dan tidak semua wanita bisa melakukan terapi ini,” tegasnya.
Disampaikannya, terapi ini tidak dianjurkan bagi mereka yang mempunyai riwayat kanker payudara.
“Karena kandungan yang ada pada TSH akan dapat ,merangsang pertumbuhan penyakit yang sudah ada pada tubuh, jadi sebelum digunakan, pasien harus kita periksa terlebih dahulu,” tutupnya. (cr7)

23okt16

Sumber : Tribun Pekanbaru, Minggu 23 Oktober 2016

Categories: Media Clipping, RS Awal Bros Pekanbaru, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *