Operasi Besar dengan Bekas dan Risiko Minimal

Teknik Bedah Minimal Invasif Laparoskopi

Teknik Bedah Minimal Invasif Laparoskopi

Sudah bukan zamannya lagi operasi penuh risiko dengan meninggalkan luka bekas operasi yang lebar. Di luar negeri teknik bedah laparoskopi sudah berkembang sejak abad ke-20, sedangkan di Indonesia, mulai diperkenalkan tahun 1990 dan perkembangannya sangat pesat di kota-kota besar sampai sekarang, tidak terkecuali di Batam, Kepulauan Riau. dr. Suryatmoko, Spesialis Bedah, salah satu Dokter Bedah di RS Awal Bros Batam yang sudah memiliki pengalaman lebih dari lima tahun di bidang tersebut, menjelaskan bahwa ini merupakan salah satu teknik bedah minimal invasif, hanya membutuhkan sayatan kecil di badan pasien untuk memasukkan kamera, monitor, beberapa instrumen khusus untuk melakukan pembedahan di daerah perut dan panggul melalui layar monitor. Dengan semakin maju dan canggihnya alat-alat kedokteran yang ada, menjadikan teknik bedah konvensional mulai ditinggalkan.

Operasi yang bisa dilakukan dengan teknik tersebut antara lain : pengangkatan usus buntu baik simpel sampai yang sudah komplikasi, batu empedu, batu saluran empedu, perlengketan, hernia inguinalis, hernia ventral, tumor dalam perut, tumor usus, trauma perut, sampai penanganan obesitas berat dengan Body Mass Index (BMI) di atas 40 atau 35-40 dengan penyakit penyerta, di mana lambung dikecilkan dengan memotong sebagian kantongnya (bedah bariatrik). Belum banyak yang dapat melakukan tindakan tersebut di Indonesia, suatu kebanggaan bagi RS Awal Bros Batam, tahun lalu sudah dikerjakan di RS kami oleh dr. Suryatmoko, SpB, pasien mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Bedah laparoskopi juga dapat dilakukan untuk menangani kasus-kasus di luar bedah umum dan digestif, misalkan dari kebidanan antara lain laparoskopi diagnosis kasus myoma uteri (tumor otot dinding rahim), endometriosis, saluran tuba, kista indung telur, dan masih banyak lagi.

Keuntungan yang didapat :

Skar operasi

Skar operasi

  1. Sayatan hanya 2-10 mm, secara kosmetik bekas luka sangat minimal
  2. Rasa nyeri pasca operasi lebih ringan, karena minimal manipulasi organ dalam perut
  3. Risiko infeksi luka operasi lebih minimal
  4. Risiko pendarahan minimal
  5. Risiko hernia berulang melalui luka sayatan operasi minimal
  6. Pemulihan lebih cepat, hanya dalam waktu 24 jam, Anda sudah dapat dirawat jalan, dan segera beraktivitas kembali

Dilihat dari berbagai keuntungan yang ada, tentu teknik bedah minimal invasif ini jauh lebih aman untuk keselamatan dan nyaman bagi pasien, terutama bagi mereka yang sudah memiliki penyakit degeneratif penyerta seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, Jantung, dll.

Kalau ada yang lebih canggih dan aman, kenapa memilih yang konvensional? Bila Anda membutuhkan konsultasi lebih lanjut mengenai tindakan tersebut, segera hubungi RS Awal Bros Batam melalui Customer Care di 0778-431777 ext 1991/1992 atau langsung ke Klinik Bedah atau Kebidanan kami. Semoga bermanfaat.

Categories: Artikel, RS Awal Bros Batam, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *