Bersahabat Dengan Nyeri

Nyeri, menurut IASP (1979, 1994), merupakan sensasi dan pengalaman emosional yang tidak nyaman sehubungan dengan terjadinya atau potensi terjadinya kerusakan jaringan, atau bila dinyatakan demikian. Dia bersifat sangat subjektif. Bila ada keluhan nyeri, meski pun tidak ada bukti kerusakan jaringan, contohnya pada orang yang baru mengalami amputasi, kadang masih merasa nyeri hebat di ekstremitas yang sudah diamputasi tersebut (phantom limb pain), tetap harus dilakukan penanganan dengan baik. Dulu yang dimaksud dengan tanda vital adalah tekanan darah, nadi, frekuensi pernafasan, dan temperatur, sekarang nyeri dimasukkan sebagai tanda vital ke-5 karena bila tidak ditangani dengan baik, dapat mempengaruhi keempat tanda vital yang lain.

Mekanisme timbulnya dimulai dengan adanya cedera jaringan yang diakibatkan berbagai hal, dilanjutkan dengan reaksi melalui jalur persarafan, peradangan, dan respon stres, sehingga akhirnya seseorang merasa nyeri akut.

Respon seseorang sangat tergantung pada banyak faktor, mulai dari : usia, jenis kelamin, kepribadian, lingkungan, adanya gangguan tidur, agama, faktor psikologis, ketakutan, budaya, kecemasan, dan pembelajaran.

Nyeri yang tidak diatasi dengan baik dapat mempengaruhi berbagai sistem dalam tubuh kita :

  1. Mengacaukan sistem hormonal dan elektrolit dalam tubuh;
  2. Sesak nafas;
  3. Serangan jantung;
  4. Nyeri perut, diare, tidak bisa buang air kecil;
  5. Otot kram;
  6. Gangguan tidur, cemas, depresi;
  7. Nyeri kronik setelah lebih dari tiga bulan, rusaknya sistem hantaran saraf spinal sebagai respon nyeri akut, sensitifitas terhadap nyeri meningkat secara berlebihan (hiperalgesia), nyeri saraf tepi, nyeri otot berlebihan, sampai migrain;
  8. Nyeri yang menetap dalam hitungan bulan dan tahun karena perubahan kerja sistem persarafan secara permanen, sehingga kualitas hidup penderita secara keseluruhan menjadi buruk.

RS Awal Bros Batam sebagai salah satu Rumah Sakit (RS) yang sudah terakreditasi paripurna oleh KARS, ISO Mutu 9001:2008, ISO Mutu Lingkungan 14001:2004, dan JCI, berusaha untuk selalu memperbaiki mutu pelayanan dan menjaga keselamatan pasien, salah satunya dengan program-program penambahan keterampilan dan pengetahuan dari tenaga kesehatannya dalam rangka penanganan nyeri pada pasien. Untuk memenuhi hak pasien atas penanganan nyeri, keluhan diskrining sejak pasien masuk RS, dilakukan asesmen menyeluruh bila ditemukan ada nyeri, dilakukan penanganan secara multidisipliner, baik dengan teknik relaksasi, pengalihan dari rasa nyeri, obat-obatan, sampai yang advance dengan tindakan intervensi nyeri, seperti facet joint block, dimonitor dan evaluasi secara teratur, tidak ketinggalan edukasi, baik selama perawatan sampai setelah pasien pulang. Untuk penderita nyeri kronik, misalkan pada kasus kanker, radang sendi kronik, dll., nyeri yang ada biasanya tidak akan bisa menjadi hilang sama sekali, namun dapat diminimalisir, sehingga penderita tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari. Facet joint block merupakan salah satu cara untuk membantu mengatasi nyeri yang tidak bisa hilang dengan terapi obat-obatan dan terapi fisik. Tindakan tersebut sudah banyak dikerjakan di RS Awal Bros Batam oleh beberapa Dokter ahli khusus selama beberapa tahun belakangan dengan hasil yang sangat baik.

Kami berharap dengan penanganan yang baik, pasien akan merasa nyaman dan dapat “bersahabat” dengan nyeri, sehingga kualitas hidupnya tetap terjaga. Bila Anda memerlukan konsultasi terkait nyeri, dapat menghubungi Klinik Nyeri RS Awal Bros Batam atau Customer Care di 0778-431777 Ext 1991/1992. Semoga bermanfaat …

 

 

 

Categories: Artikel, RS Awal Bros Batam, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *