Utamakan Mutu dan Keselamatan Pasien

Pelayanan Kesehatan Berfokus Pada Pasien

Pelayanan Kesehatan Berfokus Pada Pasien

Tahukah Anda, dari penelitian yang dilakukan di Amerika, didapat hampir 120 juta orang mengalami kematian akibat kesalahan medis setiap tahun. Bandingkan dengan angka kematian akibat kecelakaan kendaraan sebesar 43.649 orang, akibat jatuh sebesar 14.986 orang, akibat tenggelam 3.959 orang, dan akibat kecelakaan pesawat terbang sebesar 329 orang setiap tahunnya (Kevin Burkett, America National Safety Council, 1996). Bagaimana dengan di Indonesia? Mengingat sistem pelaporan insiden serta penelitian mengenai keselamatan pasien belum banyak di Tanah Air, kemungkinan besar angkanya akan jauh di atas itu.

Keselamatan Pasien merupakan hal yang mendasar dari pelayanan kesehatan, dapat diartikan sebagai bebasnya seorang pasien dari cedera atau potensial cedera yang tidak seharusnya terjadi, sehubungan dengan pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya tindakan pencegahan, diagnosis, pengobatan, tindak lanjut, dan rehabilitasi. Saat ini, dengan semakin kompleksnya pelayanan kesehatan, menjadi makin banyak melibatkan prosedur rumit, dan meningkat pula kemungkinan terjadi kesalahan.

Kejadian Tidak Diinginkan (adverse event) adalah sebuah kejadian baik yang bisa dicegah mau pun tidak, yang berakibat mencederai pasien, sebagai hasil dari sebuah pelayanan kesehatan. Hal ini termasuk Kejadian Tidak Cedera (sudah terjadi, namun tidak sampai mencederai pasien), infeksi yang didapat selama dirawat di Rumah Sakit (RS) yang disebut infeksi nosokomial dan Health Care Associated Infections (HCAI’s) , kejadian yang sampai membutuhkan intervensi penyelamatan jiwa, waktu perawatan memanjang, cedera menetap, sampai dengan kematian. RS Awal Bros Batam melakukan analisis untuk setiap insiden keselamatan pasien yang dilaporkan per bulan, hasilnya dikomunikasikan ke seluruh staf yang terlibat, guna melakukan perbaikan secara berkesinambungan, agar tersedia pelayanan yang makin bermutu dan aman bagi semua.

Standar Keselamatan Pasien adalah ::

  1. RS menghormati hak pasien untuk dapat ikut berperan serta dalam pelayanan kesehatan atas dirinya, hak atas informed consent, general consent, meminta pendapat kedua dari ahli lain, penanganan nyeri, privacy, dan kerahasiaan, misalkan untuk data kesehatannya;
  2. RS menyediakan edukasi bagi pasien dan keluarga, disesuaikan dengan nilai-nilai, kepercayaan, adat budaya, bahasa yang dianut, terutama untuk membantu membuat keputusan atas pelayanan kesehatan yang akan diberikan;
  3. Keselamatan pasien dalam kesinambungan pelayanan, bukan hanya selama di dalam RS, juga apabila pasien dirawat jalan/ditransfer ke institusi lain, informasi kesehatannya harus disampaikan juga secara akurat ke petugas kesehatan yang melanjutkan perawatan, sehingga pasien tetap mendapat pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya;
  4. Penggunaan metode peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien;
  5. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien;
  6. RS memberikan pendidikan bagi staf tentang keselamatan pasien; dan
  7. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien.

Dengan melaksanakan berbagai standar di atas, kami berusaha memenuhi enam sasaran keselamatan pasien yang berlaku secara internasional, yaitu :

  1. Ketepatan identifikasi pasien;
  2. Peningkatan komunikasi yang efektif;
  3. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai;
  4. Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien operasi;
  5. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan; dan
  6. Pengurangan risiko pasien jatuh.

RS Awal Bros Batam, melalui Komite Mutu dan Keselamatan Pasien, selalu berusaha meningkatkan budaya keselamatan dan meminimalisir risiko bagi pasien, staf, dan pengunjung. Hal ini menjadi tanggung jawab semua yang terlibat, mulai dari RS, petugas kesehatan, juga pasien dan keluarga. Salam Keselamatan Pasien …

Categories: Quality, RS Awal Bros Batam, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *