Berkomunikasi Efektif, Sudahkah Kita Lakukan?

komunikasi-efektif

Komunikasi tidak efektif tampaknya saat ini menjadi sumber tersering masalah hubungan antara tenaga kesehatan, pasien dan keluarga yang tidak jarang berujung pada tuntutan hukum atau minimal menjadikan kita selebriti dadakan di media. Berikut sedikit sharing pengalaman yang saya dapat selama praktik sebagai dokter jaga, menjadi case coordinator dan saat ini memperkaya tim Komite Mutu dan Keselamatan Pasien di RS Awal Bros Batam. Saya belajar beberapa hal, yang mungkin dapat membantu meminimalisir risiko tersebut :

  1. Jangan lupa selalu memperkenalkan diri dan apa peran kita dalam tim medis yang menangani pasien sebelum memulai pelayanan. Kelihatan sepele, namun kesan pertama sangat menentukan trust pasien dan keluarga terhadap kita. Penampilan juga sangat penting, tanpa perlu berlebihan;
  2. Komunikasikan :
    • Perkembangan kondisi terakhir pasien, termasuk prediksi perjalanan penyakit pasien, sampai kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Tentu saja kita dapat melibatkan keluarga sampai batas tertentu, dengan tetap mengutamakan hak pasien, dan melatih kepekaan untuk menentukan situasi dan kondisi yang pas untuk menyampaikan hal tersebut ke pasien dan keluarga. Belajar membaca body language seseorang, akan sangat membantu dalam berkomunikasi. Apa yang tersirat dan tersurat dapat sangat berbeda;
    • Rencana penatalaksanaan dan tindakan yang akan kita lakukan, alasan pemeriksaan, terapi, konsul ke Dokter Ahli lainnya, rencana pemulangan, termasuk target yang sebisa mungkin jelas dan terukur;
    • Perkiraan lama perawatan berdasarkan data dan keilmuan yang kita ketahui, sedangkan perkiraan biaya dapat didelegasikan informasinya ke bagian kasir/administrasi RS;
    • Infokan ke pasien dan keluarga apabila kita berhalangan visite, siapa pengganti kita, operkan secara langsung (tanpa perantara) ke pengganti kita tentang kondisi pasien dan apa plan of care kita. Hal ini bisa dilakukan dengan mudah, tinggal angkat telpon, bukan via “kurir tenaga kesehatan” lain. Operan dengan perantara sangat riskan menimbulkan penyampaian informasi tidak lengkap dan jelas;
  3. Pasien dan keluarga adalah rekanan dalam sistem pelayanan kesehatan saat ini yang berfokus pada pasien. Tenaga kesehatan bukan lagi yang “tahu segalanya”, kita diharuskan melihat pasien secara komprehensif, bukan dengan kacamata kuda (baca : medis) saja;
  4. Selalu berusaha menempatkan diri kita dalam posisi pasien dan keluarga, seperti apa kita ingin diperlakukan;
  5. Jangan pernah melakukan pemeriksaan atau terapi yang hanya untuk memuaskan hasrat profesionalisme tanpa memperhatikan dan melibatkan pasien dan keluarga untuk memilih setelah di-informed consent dengan baik. Keputusan mutlak menjadi hak pasien sendiri bila masih kompeten dan di level pertama hubungan dengannya bila pasiene sudah tidak lagi kompeten membuat keputusan;
  6. Obat bukanlah segalanya, human touch dengan hati yang tulus, dapat dirasakan oleh penerima, bahkan kadang lebih mempercepat kesembuhan pasien. Pada perawatan paliatif akan mampu meringankan penderitaan dan mengantar pasien ke “kehidupan selanjutnya” dengan damai, membantu menyiapkan mental keluarga yang ditinggalkan;
  7. Kesembuhan bukan menjadi target utama pelayanan kesehatan yang kita berikan, tapi menjaga selalu kualitas hidup pasien;
  8. Tenaga kesehatan adalah perpanjangan tangan dari Tuhan, tidak pernah ada “janji kesembuhan”, sebaliknya selalu tekankan mari kita “berusaha dan berikhtiar” semaksimal mungkin bersama memperbaiki kondisi pasien;
  9. Pasien dan keluarga hanya ingin di”manusia”kan dan didengar. Masuk ke fasilitas kesehatan, bagi orang awam, seperti masuk ke dalam hutan rimba yang asing dan tidak jarang menjadi pengalaman yang menakutan. Sebagai tenaga kesehatan yang baik, tugas kita menunjukan arah yang benar agar pasien selamat sampai ke tujuan.

Have a nice day … Salam Keselamatan Pasien dari Komite Mutu dan Keselamatan Pasien RS Awal Bros Batam.

Categories: Artikel, Quality, RS Awal Bros Batam, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *