Endoskopi Terapeutik Penyelamat Nyawa Pasien Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas (SCBA)

endoskopiPerdarahan akut SCBA merupakan salah satu masalah emergensi  yang sering dijumpai di Unit Gawat Darurat (UGD) RS, prevalensinya mencapai 80% dari keseluruhan pendarahan saluran cerna. Sebagian besar pasien datang dalam kondisi stabil namun tidak jarang datang dalam kondisi gawat darurat yang mengancam jiwa dan memerlukan tindakan segera.

Penyebab perdarahan SCBA bisa bermacam-macam, yaitu tukak lambung atau usus dua belas jari, varises esofagus (pelebaran pembuluh darah di kerongkongan akibat penyakit hati menahun) yang pecah, tumor di esofagus dan lambung, lecet pada lambung, robekan di esofagus akibat muntah-muntah hebat (Mallory Weiss), dll. Di Negara Barat penyebab terbanyak adalah tukak lambung (50%), sedangkan di Indonesia disebabkan karena varises di saluran cerna atas (60%). Data dari RSCM jakarta tahun  2001-2005 pecahnya varises esofagus merupakan penyebab terbanyak perdarahan SCBA (33,4%).

Menurut dr. Arif Koswandi, SpPD-KGEH, spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi (ahli penyakit hati dan saluran cerna) 25%-60% kematian disebabkan karena pecahnya varises esofagus, sedangkan 9%-21% karena non varises (tukak lambung, dll.). Pasien meninggal karena tidak dapat mentoleransi kehilangan darah dan  syok. Hal ini juga terkait dengan faktor usia dan penyakit penyerta yang berat (sakit jantung, ginjal, dll.).

Gejala klinis dari perdarahan SCBA antara lain muntah darah kehitaman, buang air besar (BAB) kehitaman, kombinasi keduanya, sebagian kecil kasus disertai BAB berdarah segar. Sedangkan penyakit penyerta yang memperberat dapat berasal dari penyakit hati menahun, jantung, ginjal, dan paru.

Penegakan diagnosis dilakukan dengan cara anamnesis (tanya jawab dengan pasien dan keluarga mengenai riwayat penyakit sekarang dan terdahulu, riwayat tindakan/operasi yang pernah dialami pasien, riwayat pengobatan, kebiasaan hidup, dll), pemeriksaan fisik, dan penunjang.

Endoskopi adalah gold standard untuk diagnosis, dapat digunakan untuk melihat sumber perdarahan dan penyebabnya, sekaligus melakukan pengobatan (teurapeutik/ terapi endoskopi) pada kasus perdarahan saluran cerna bagian atas, sehingga perdarahan dapat teratasi tanpa tindakan pembedahan. Berbagai metode terapeutik endoskopi antara lain pengikatan (ligasi varises esofagus), penyuntikan adrenalin pada kasus perdarahan yang disebabkan tukak, pemasangan clip, kauterisasi, dll.

ligasi-varisesclipping

Teknik clipping

Penatalaksanaan perdarahan SCBA sebelum tindakan endoskopi antara lain dengan resusitasi cairan, tranfusi darah dan atau produk darah, mempertahankan terbukanya jalan nafas pasien, mencegah aspirasi (tersedak) darah ke paru-paru, menjaga kestabilan tekanan darah, nadi, pernafasan.

Keterlambatan penanganan pendarahan akut SCBA yang berat dapat berujung fatal bahkan menyebabkan kematian dalam hitungan menit. Bagi Anda yang tinggal di Batam dan sekitarnya, bila mengalami kasus tersebut dapat ditangani di RS Awal Bros Batam karena sudah memiliki peralatan endoskopi dan tenaga Dokter ahli yang kompeten untuk melakukan tindakan endoskopi terapeutik. Bila Anda atau keluarga membutuhkan konsultasi, dapat menghubungi Customer Care di 0778-431777 ext 1991/1992 atau Klinik Gastroenterohepatologi RS Awal Bros Batam, tim kami siap membantu Anda 24 jam. Semoga bermanfaat, have a pleasant weekend.

Categories: Artikel, RS Awal Bros Batam, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *