Cegah DBD dengan Vaksin Dengvaxia

BEBERAPA pekan terakhir ini, Provinsi Riau dilanda musim hujan, bahkan beberapa kecamatan di beberapa kabupaten/kota ada yang terendam banjir. Jika musim penghujan, maka penyakit akan timbul. Salah satu penyakit yang patut diwaspadai adalah demam berdarah. Namun demam berdarah ini bisa dicegah melalui vaksin dengvaxia.

Ya, saat ini vaksin dengvaxia ini hanya ada di Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru. Seperti yang dikatakan dr Desi Kamadewi SpA, Spesialis Anak Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru kepada Riau Pos, Kamis (17/11). Vaksin ini efektif diberikan kepada anak berusia 9-16 tahun.

Dokter yang sudah lebih dari 10 tahun mengabdi di RS Awal Bros ini menjelaskan, penyakit demam berdarah ini disebabkan virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypty yang berperan sebagai vektor dan hostnya adalah manusia yang rentan terkena penyakit ini. ‘’Lingkungan juga memegang peran penting dalam penyebaran penyakit ini karena dengan adanya interaksi antara lingkungan dengan manusia menyebabkan manusia menjadi lebih mudah terpapar dengan penyakit ini. Oleh karena itu, sebaginya segera lakukan 3M yakni menguras bak mandi, menutup tempat-tempat penampungan air dan menimbun barang-barang bekas. Selain itu ada cara lain menghindari terkena gigitan nyamuk aedes aegpty ini dengan menggunakan kelambu saat tidur atau memakai body lotion anti nyamuk,’’ ujar dr Desi.
Penyakit demam berdarah ini disebabkan oleh virus dengue, sejenis virus yang tergolong arbovirus yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti betina. Virus dengue termasuk genus flavivirus dari keluarga flaviviridae. Virus yang berukurang kecil (50 nm) ini mengandung RNA berantai tunggal. Virionnya mengandung nukleokapsid berbentuk kubus yang terbungkus selubung lipoprotein. Ada empat serotipe virus yang kemudian dinyatakan dengan DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Infeksi yang terjadi dengan serotipe manapun akan memicu imunitas seumur hidup terhadap serotipe tersebut. Walaupun secara antigenik serupa, keempat serotipe tersebut cukup berbeda di dalam menghasilkan perlindungan silang selama beberapa bulan setelah terinfeksi salah satunya.

Dijelaskan dr Desi, manifestasi virus dengue terbagi dalam empat tahapan yakni sindroma virus yakni demem dengan gejala tidak terlihat, demam dengue, demam berdarah dengue dengan syok dan tanpa syok serta expanded dengue syindrom (manifestasi infeksi virus dengue dengan gejala yang telah lazim. Dimana demam dengue secara klinis didiagnosis demam 2-7 hari yang timbul secara mendadak, tinggi, terus menerus, bifasik. Manifestasi perdarahan baik spontan seperti petekie (bintik-bintik merah), purpura (peradangan pembuluh darah), eimosis (memar), epistaksis (mimisan), perdarahan gusi, hematemesis (muntah darah)) atau melena maupun berupa uji tourniquet posistif, nyeri kepala, mifalgia (nyeri otot), artralgia (nyeri sendi), nyeri retroorbital (nyeri di bagian belakang orbita mata), leukopenia kurang dari 4.000/millimeter kubik, trombositopenia kurang dari 100.000 per milimeter kubik.

‘’Yang paling berisiko adalah demam berdarah dengue dengan syok. Apabila ditemukan gejala demam ditambah dengan adanya dua atau lebih tanda dan gejala lain, maka ini masuk dalam kategori demam dengue.Bila tiga hari berturut-turut demam tinggi sebaiknya segera periksakan darah di laboratorium,’’ imbau dr Desi.

Pencegahan demam berdarah agar tidak mencapai level lebih parah, pasien berumur 9-16 tahun bisa segera diberi vaksin denguaxia dengan terpal waktu berjarak enam bulan setelah pemberian vaksin pertama. Di Asia, Indonesia negara kedua setelah Filipina yang mendaftar menggunakan vaksi denguaxia dan negera ketujuh di dunia. Tingkat efektivitas penggunaan vaksin ini 93,2 persen penurunan kejadian dengue berat, dan 80,8 persen penurunan angka rawat inap.

‘’Makanya sebelum demam berdarah meningkat menjadi dengue berat sebaiknya divaksin denguaxia. Dimana demam dengue berat ini telah terjadi pembesaran hati (hepatomegali), terdapatnya kebocoran plasma yang ditandai dengan gejala melubernya cairan dalam tubuh, perut bengkak, kekurangan protein di dalam darah, trombosit kurang dari 100.000 per millimeter kubik,’’ sebutnya.

Berbicara mengenai fogging, dr Desi menjelaskan, pemberantasan nyamuk aedes aegypti  melalui fogging tidaklah efektif. Dimana fogging hanya mampu membunuh nyamuk dewasa saja sementara jentik-jentik tidak. Masa inkubasi demam berdarah dari tergigitnya oleh nyamuk aedes aegypti berkisar antara 4-6 hari.***

riau-pos-20-nov-16

Sumber : Riau Pos, Minggu (20 November 2016)

Categories: Media Clipping, RS Awal Bros Pekanbaru, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *