dr. Khomimah, So.PD-KEMD, FINASIM: Diabetes Mellitus (Penyakit Kencing Manis)

3-dr-khomimah

Dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM Sub Spesialis Endokrin dan Penyakit Metabolik. RS Awal Bros Bekasi

 

Dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM
Sub Spesialis Endokrin dan Penyakit Metabolik

Tema: Diabetes Mellitus (Penyakit Kencing Manis)

Penyakit kencing manis adalah suatu penyakit gangguan metabolic, yaitu gangguan metabolisme gula yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah yang tinggi melebihi normal. Hal ini disebabkan kurangnya insulin dalam tubuh atau terganggunya kerja insulin dalam tubuh. Apa sebenarnya penyebab terjadinya diabetes mellitus? Tidak ada penyebab yang pasti tetapi merupakan gabungan dari beberapa faktor resiko yaitu 1. Kegemukan 2. mereka yang jarang untuk olahraga 3. Pola makan yang berlebihan 4. Mereka yang memiliki anggota keluarga menderita diabetes atau kencing manis 5. Mereka yang pernah, mengalami, menderita hipertensi kemudian penyakit jantung koroner atau gangguan pada metabolisme lemak atau disebut juga ‘hiperkolesterolemia’.
Jadi apabila ada disekitar kita atau diri kita sendiri yang memiliki faktor resiko tsb maka harus melakukan pemeriksaan kadar glukosa darahnya. Yaitu yang pertama kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah dua jam sesudah makan atau pemeriksaan HBA1C. Dan bila diperlukan, dilakukan pemeriksaan glukosa darah dengan toleransi tes glukosa oral untuk memastikan apakah yang bersangkutan menyandang diabetes atau tidak. Dikatakan kadar glukosa darah memenuhi kriteria penyakit kencing manis apabila kadar glukosa darah puasa lebih dari 126mg/dl. Kadar glukosa darah 2 jam lebih dari sama dengan 200mg/dl atau pemeriksaan HBA1C lebih dari sama dengan 6.5. Bila memenuhi kriteria tsb, maka yang bersangkutan di diagnosis sebagai diabetes mellitus atau penyakit kencing manis.
Penatalaksanaan pada kasus diabetes mellitus atau kencing manis ada lima pilar yaitu:
1. Edukasi artinya bagi penyandang diabetes harus memahami dan harus bersahabat dengan diabetes, apa itu diabetes, mencari pengetahuan tentang diabetes dari sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya pada dokter atau kepada petugas kesehatan.
2. Bergaya hidup sehat, melalui pola makan. Prinsip pola makan pada penyandang diabetes yang pertama adalah dikenalnya 3 J yaitu pertama, tepat jenis (jenis yang tepat sehingga jenis-jenis makanan yang mengandung glukosa atau mengandung gula simple, gula pasir, gula merah, atau makanan/minuman yang mengandung gula disarankan untuk tidak dikonsumsi). Kedua, tepat jumlahnya (makanan bagi penyandang diabetes pada prinsipnya tidak berbeda dengan mereka yang bukan penyandang diabetes. Hanya saja yang diperlukan disini jumlah dan takaran yang sesuai kebutuhan yang bersangkutan. Jadi tidak boleh penyadang diabetes makanannya terlalu sedikit ataupun terlalu banyak). Ketiga adalah tepat jadwal (jadi misalkan makan jam 7 pagi kemudian siang dan malam tidak boleh dalam satu waktu, makan terlalu banyak kemudian yang sore atau malam tidak mengkonsumsi makanan sekalipun)
3. Melakukan latihan fisik atau meningkatkan aktifitas fisik, latihan fisik atau olahraga yang bersifat aerobic pilihannya yaitu bisa jalan cepat, lari, naik sepeda atau berenang. Lama latihannya sekitar 30 menit sehari dengan frekuensi 5x perminggu atau berselang satu hari. Kemudian meningkatkan aktifitas fisik misalnya dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang motor. Lebih baik naik tangga daripada naik ekskalator.
4. Obat-obatan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Obat-obatan bisa berupa pil atau tablet atau berupa insulin. Apabila disarankan mengkonsumsi obat-obatan atau insulin oleh dokter diharapkan mengkonsumsi secara teratur untuk mendapatkan hasil kadar glukosa darah mencapai target normal.
5. Memonitor kadar glukosa darah secara berkala sesuai dengan kepentingan atau sesuai dengan kadar glukosa darah penyandang diabetes. Apabila kadar glukosa darah masih tinggi disarankan untuk lebih sering melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dan apabila sudah mulai terkendali stabil normal, maka pemeriksaan glukosa darah bisa lebih jarang. Pemeriksaan kadar glukosa itu sendiri, bisa dilakukan pada saat-saat tertentu. Misalnya apabila penyandang merasakan gejala atau tanda-tanda pada glukosa darah yang rendah yang kita kenal sebagai ‘hipoglikemia’ atau pada kondisi dimana merasa badan tidak enak maka bisa dikonfirmasi apakah kadar glukosa darahnya terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Dengan 5 pilar pengobatan diatas diharapkan mencapai target pengendalian kadar glukosa darah. Yang pertama kadar glukosa darah sebelum makan diharapkan ada pada rentan 80-130mg/dl. Yang kedua, kadar glukosa darah dua jam sesudah makan ada pada rentan 80-180mg/dl dan kadar HBA1C kurang dari 7%. Kenapa harus mencapai normal atau mendekati rentan normal? Karena semakin tinggi kadar glukosa darah maka semakin tinggi resiko terkena komplikasi diabetes mellitus.
Ada beberapa komplikasi diabetes mellitus diantaranya:
1. Stroke
2. Penyakit jantung koroner
3. Gagal ginjal
4. Penyakit pada pembuluh darah retina mata yang bisa sampai mengancam kebutaan
5. Penyakit pembuluh darah kaki yang bisa sampai mengancam terjadi amputasi atau dipotong serta terjadi keluhan pada pembuluh, pada saraf-saraf kaki sehingga muncul keluhan kesemutan atau rasa sakit.
Jadi bagi mereka yang berusia lebih dari 45 tahun atau mereka yang kegemukan atau obesitas dan memiliki riwayat keluarga diabetes mellitus, hipertensi, hypercholesterolemia, penyakit jantung koroner atau mereka dengan pola makan yang kalori tinggi atau lemak tinggi dan jarang berolahraga, maka segeralah lakukan perubahan ke gaya hidup yang sehat sehingga diabetes bisa dicegah atau minimal diperlambat munculnya.

Categories: Artikel and RS Awal Bros Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *