Diabetic Foot? Atasi dengan Bedah Vaskuler dan Endovaskuler

SAAT ini salah satu penyakit yang memiliki risiko tinggi hingga menimbulkan kematian adalah diabetes. Bila diabetes telah menyerang selain kematian, pemotongan bagian tubuh yang mengalami borok (amputasi) terpaksa dilakukan. Namun hal ini bisa dihindari bila kita mengetahui secara dini adanya kelainan pada pada pembuluh darah dapat ditangani melalui bedah bedah vaskuler dan endo vaskuler. Ya, layanan ini sudah ada di Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru.
Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Vaskular dan Endovaskular Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru dr Ramzy Asrial SpB (K) V kepada Riau Pos, Selasa (22/11) menjelaskan pola gaya hidup sangat berpengaruh terhadap timbulnya berbagai penyakit. Salah satunya diabetic foot (kaki diabetes). Dan diabetic foot lebih sering menyerang manusia pada usia 40 tahun ke atas. Ada empat bagian penting yang diserang yakni otak, jantung, ginjal (gagal ginjal) dan pembuluh darah di kaki. Akibat diabetes terjadi sumbatan-sumbatan pembuluh darah di kaki.
Dimana kaki diabetes adalah kurangnya aliran darah ke kaki akibat sumbatan pada arteri sehingga pada tahap awal akan muncul sakit pada kaki saat berjalan . Jika dibiarkan berlanjut maka rasa sakit pada kaki ini akan terasa juga saat berbaring saat malam hari sehingga penderita tidak dapat tidur.dan tahap akhir akan muncul kaki hitam atau ganggren yang selalui disertai infeksi.Pada penderita diabetes bagian kaki timbul gejala-gejala seperti sering kesemutan/gringgingan (asmiptomatus), jarak tampak menjadi lebih pendek (klaudilasio intermil), nyeri saat istirahat, kerusakan jaringan (necrosis, ulkus).
Tingginya angka penyakit gula (diabetes) dan berat badan  berlebih (obesitas) ,menyebabkan kelainan – kelainan pada pembuluh darah. Arterosclerosis atau sumbatan pada pembuluh darah telah menjadi sebab utama munculnya sebagian besar penyakit yang mematikan. Gula atau lemak yang dikonsumsi berlebih akan menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah besar maupun kecil . Penyakit-penyakit seperti stroke , serangan jantung , gagal ginjal dan borok pada kaki diabetes adalah salah satu bentuk kelainan akibat sumbatan pada pembuluh darah.
‘’Ada 3 alasan mengapa orang diabetes lebih tinggi risikonya mengalami masalah kaki. Pertama, berkurangnya sensasi rasa nyeri setempat (neuropati) membuat pasien tidak  menyadari bahkan sering mengabaikan luka yang terjadi karena tidak dirasakannya. Luka timbul spontan sering disebabkan karena trauma misalnya kemasukan pasir, tertusuk duri, lecet akibat pemakaian sepatu/sandal yang sempit dan bahan yang keras. Mulanya hanya kecil, kemudian meluas dalam waktu yang tidak begitu lama. Luka akan menjadi borok dan menimbulkan bau yang disebut gas gangren. Jika tidak dilakukan perawatan akan sampai ke tulang yang mengakibatkan infeksi tulang (osteomylitis). Upaya yang dilakukan untuk mencegah perluasan infeksi terpaksa harus dilakukan amputasi (pemotongan tulang),’’ ujar dr Ramzy.

Kedua, sirkulasi darah dan tungkai yang menurun dan kerusakan endotel pembuluh darah.
Penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah perifer (yang utama). Sering terjadi pada tungkai bawah (terutama kaki). Akibatnya, perfusi jaringan bagian distal dari tungkai menjadi kurang baik dan timbul ulkus yang kemudian dapat berkembang menjadi nekrosi/gangren yang sangat  sulit diatasi dan tidak jarang memerlukan tindakan amputasi, dan Ketiga, berkurangnya daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Diabetes seringkali menyebabkan penyakit vaskular perifer yang menghambat sirkulasi darah. Dalam kondisi ini, terjadi penyempitan di sekitar arteri yang sering menyebabkan penurunan sirkulasi yang signifikan di bagian bawah tungkai dan kaki. Sirkulasi yang buruk ikut berperan terhadap timbulnya kaki diabetik dengan menurunkan jumlah oksigen dan nutrisi yang disuplai ke kulit maupun jaringan lain, sehingga menyebabkan luka tidak sembuh-sembuh.
Kondisi kaki diabetik berasal dari suatu kombinasi dari beberapa penyebab seperti sirkulasi darah yang buruk dan neuropati. Berbagai kelainan seperti neuropati, angiopati yang merupakan faktor endogen dan trauma serta infeksi yang merupakan faktor eksogen yang berperan terhadap terjadinya kaki diabetik.

”Bedah vaskuler hanya berkecimpung di ruang lingkup pembuluh darah perifer yang meliputi arteri (nadi), vena (balik) dan kelenjar limfe (getah bening) di luar jantung dan otak . Sehingga akses cuci darah pada kasus gagal ginjal akut atau kronis dan borok (ganggren diabetes) pada kaki merupakan domain khusus yang perlu penanganan serius di bidang bedah vaskuler dan endovaskuler  ini,” tegas Ramzy.
Gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang melakukan olahraga dan bergerak dan aktivitas statis lainnya sehingga aliran darah tidak lancar dan berpotensi menyebabkan terjadinya sumbatan pada vena dalam (DVT) atau pelebaran dan sumbatan vena permukaan (varises). Mengenal dan menangani kedua kelainan pembuluh vena ini tidaklah sesederhana yang dibayangkan . Keduanya dapat memunculkan gambaran borok atau gangrene pada kaki layangnya penderita kaki diabetes sehingga sangat menyulitkan bagi petugas medis untuk membedakannya apalagi bagi masyarakat awam. Selain kejelian melihat dengan mata telanjang tentu pemeriksaan dengan USG Doppler harus di lakukan untuk mengetahui setiap kelainan pada vena .
Pembuluh darah yang robek atau rusak dapat diperbaiki secara primer atau langsung melalui operasi terbuka dan endovaskuler , dengan sambungan langsung menggunakan bahan pembuluh darah buatan atau pembuluh balik sendiri yang diambil dari vena di tempat lain. Mendeteksi kelainan arteri dan vena seperti hematoma atau abces akibat trauma dengan USG sederhana dan sangat murah serta tidak sakit.
Tindakan-tindakan endovaskular adalah tindakan minimal invasive dengan alat- alat canggih dengan menggunakan peralatan halus seperti kawat , selang kateter , balon dan ring (cincin) yang akan menjadi pilihan penanganan unggulan ke depan.***

 

riau-pos-27-nov-16Sumber : Riau Pos, Minggu 27 November 2016

Categories: Media Clipping, RS Awal Bros Pekanbaru, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *