Vaksinasi HPV RS Awal Bros Batam

vaksinasi-hpvMasih seputar Human Papilloma Virus (HPV) dan vaksinasi pencegahannya, berikut sharing tanggapan Kemenkes terkait imunisasi HPV :

Pelaksanaan imunisasi HPV dalam Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Lokasi Percontohan DKI Jakarta sudah mendapatkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

  • Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2013, kasus kanker di Indonesia adalah ± 330.000 orang dan kanker leher rahim merupakan kasus terbesar dengan prevalensi 0,8 permil atau 1 perseribu penduduk. Penyebab terbanyak kanker leher rahim (>90%) adalah Human Papiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18.
  • Data Riskesdas 2013 dan WHO/ICO Information Centre on HPV and Cervical Cancer menunjukkan bahwa 2 dari 10.000 wanita di Indonesia akan menderita kanker serviks dan setiap harinya 26 wanita meninggal karena kanker serviks serta ditemukan 58 kasus baru setiap harinya. Sekitar 80% penderita yang datang sudah dalam stadium lanjut sehingga usia harapan hidup rendah dan membutuhkan biaya yang besar untuk pengobatannya.
  • Program nasional pencegahan kanker leher rahim yang sudah dilaksanakan adalah deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA, yang akan semakin efektif jika dibarengi dengan upaya proteksi spesifik melalui pemberian imunisasi HPV.
  • Dengan mempertimbangkan tingginya angka kejadian penyakit cankers erviks tersebut dan dampak dari penyakitnya yang berat, maka akan dilakukan penambahan vaksin baru yaitu vaksin HPV (Human Papilloma Virus) untuk mencegah kanker serviks ke dalam program imunisasi nasional.
  • Pemerintah akan melaksanakan pemberian imunisasi HPV kepada siswi perempuan kelas 5 (dosis pertama) dan 6 (dosis kedua) SD/MI dan yang sederajat baik negeri maupun swasta melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
  • Kegiatan pemberian imunisasi HPV melalui program BIAS ini diawali dengan pemberian imunisasi di lokasi percontohan yang memiliki angka prevalensi kanker serviks yang tinggi dan dipandang memiliki kesiapan dalam melaksanakan imunisasi HPV, yaitu provinsi DKI Jakarta mulai bulan Oktober 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun depan di dua kabupaten di provinsi DIY yaitu kabupaten Kulonprogo dan Gunung Kidul.

Manfaat imunisasi HPV:

  • Hasil penelitian selama 14 tahun menunjukkan setelah mendapat imunisasi ternyata penerima vaksin masih terproteksi 100% terhadap HPV tipe 16 dan 18 sehingga tidak diperlukan imunisasi booster (KJaer, Kruger, et al. Long-Term Effectiveness And Immunogenicity Of Gardasil™ In The Nordic Countries. Interim, Poster presented at EUROGIN 2015).
  • CDC juga menganjurkan vaksinasi HPV untuk anak laki-laki karena dapat mencegah kanker mulut, tenggorokan, penis, anus. (Http://www.cdc.gov/Features/hpvvaccineboys/)
  • Berdasarkan data WHO per September 2016 menunjukan saat ini ada 67 negara di dunia yang sudah mengimplementasikan program imunisasi HPV di negaranya, dan sudah banyak hasil dari penelitian yang valid dari negara-negara tersebut menunjukan manfaat yang bermakna untuk menurunkan beban penyakit kanker serviks dan penyakit terkait infeksi HPV lainnya. (WHO/IVB Database, as of 05 September 2016; Global Advisory Committee on Vaccine safety Statement on Safety of HPV vaccines 17 December 2015)

Keamanan vaksin HPV :

  • Sejak pertama kali mendapat izin edar pada tahun 2006, lebih dari 200 juta dosis vaksin HPV telah dipakai di seluruh dunia. WHO merekomendasikan agar vaksin HPV masuk dalam program imunisasi nasional (WHO position paper: human papillomavirus vaccines, WHO Geneva, 2014;43:465–492. diakses dari http://www.who.int/wer ).
  • Vaksin HPV pada umumnya tidak menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius.
  • Reaksi lokal dapat ditemukan berupa kemerahan, pembengkakan dan nyeri di lokasi suntikan pada 25% anak yang menerima imunisasi HPV. Gejala ini timbul satu hari setelah pemberian imunisasi dan berlangsung satu sampai tiga hari. Reaksi ini umumnya ringan-sedang dan dapat membaik sendiri atau dengan pengobatan standar.
  • Reaksi sistemik berupa demam atau iritability jangka pendek setelah pemberian imunisasi lebih jarang ditemukan.
  • Pada tanggal 12 Maret 2014, Badan WHO yaitu Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) mengeluarkan pernyataan bahwa vaksin HPV aman berdasarkan hasil evaluasi berkelanjutan dan profil kemanan vaksin (diambil dari www.who.int/vaccine_safety/committee/topics/hpv/GACVS_ statement_HPV-12_Mar_Pdf.org)
  • WHO GACVS telah mengumpulkan data post marketing surveilans dari Amerika Serikat, Australia, Jepang dan dari manufaktur. Data dikumpulkan dari tahun 2006, sejak pertama kali vaksin HPV diluncurkan sampai tahun 2014. GACVS menyatakan tidak menemukan isu keamanan yang dapat merubah rekomendasi vaksinasi HPV. (dikutip dari Weekly Epidemiological Record tanggal 22 Januari 2016 tentang Safety of HPV Vaccines)
  • CDC telah menyatakan bahwa pemantauan keamanan pasca-lisensi dari Juni 2006 hingga Maret 2013 menunjukkan tidak ada masalah keamanan baru terhadap vaksin HPV.
  • Di Amerika Serikat, vaksin HPV tetap direkomendasikan sebagai vaksinasi rutin.
  • Hasil overview keamanan vaksin HPV Quadrivalen dari tahun 2006 – 2015 dalam Pediatric Infectious Journal menyebutkan bahwa tidak ditemukan adanya bukti mengenai efek samping serius, baik jangka pendek maupun jangka panjang karena vaksin (Vichnin, Michelle et al. 2015. An Overview of Quadrivalent Human Papillomavirus Vaccine Safety 2006 to 2015. Pediatric Infect Dis J 2015;34:983-991)Klarifikasi terkait isu imunisasi HPV menyebabkan kemandulan atau menopause dini US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dan organisasi kesehatan terkemuka lainnya terus memonitor keamanan vaksin HPV, seperti yang mereka lakukan dengan vaksin lainnya. Pada tanggal 12 Maret 2014, Badan WHO yaitu Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) mengeluarkan pernyataan tentang keamanan vaksin HPV berdasarkan dari hasil evaluasi berkelanjutan dan profil kemanan vaksin HPV dinyatakan tetap aman (diambil dari www.who.int/vaccine_safety/committee/topics/hpv/GACVS_statement_HPV-12_Mar_Pdf.org)
    Premature Ovarian Failure (POF), sekarang disebut oleh komunitas ilmiah sebagai Primary Ovarian Insufficiency (POI), adalah istilah yang digunakan oleh praktisi medis ketika ovarium seorang wanita berhenti bekerja normal sebelum dia berusia 40 tahun. Hal ini jarang terjadi pada remaja. Pada sekitar 90% kasus, penyebab pasti POI tidak diketahui. Sampai saat ini tidak diketahui adanya hubungan kejadian POF ini dengan penggunaan vaksin HPV.Berdasarkan penyelidikan dan pemantauan berkelanjutan, sampai saat ini WHO GACVS tidak menemukan masalah keamanan yang dapat merubah rekomendasi pemberian vaksin ini. (dikutip dari Weekly Epidemiological Record tanggal 22 Januari 2016 tentang Safety of HPV Vaccines).Klarifikasi terkait isu sasaran imunisasi kenapa harus anak SD?Vaksin HPV paling efektif (efikasi vaksin terbaik) jika diberikan kepada kelompok umur wanita naif atau wanita yang belum pernah terinfeksi HPV. Sehingga WHO memberikan rekomendasi bahwa program imunisasi HPV ini harus dimulai dengan memprioritaskan pemberian imunisasi pada populasi anak perempuan umur 9-13 tahun.Inilah sebabnya pemerintah menetapkan pelaksanaan imunisasi HPV percontohan di Provinsi DKI pada anak kelas 5 SD untuk dosis pertama dan dilanjutkan ke anak kelas 6 SD untuk dosis kedua.

img-20161129-wa0020Vaksinasi HPV bisa didapat di RS Awal Bros Batam, Anda dapat menghubungi Customer Care kami di 0778-431777. Kami menyediakan beberapa paket untuk mempermudah Anda. Sayangi diri dan keluarga, lakukan hubungan sex yang aman, lakukan pencegahan dengan vaksinasi. Keep healthy … have a great day …

Categories: Artikel, RS Awal Bros Batam, and Uncategorized.

Comments

  1. Jesi

    Siang RS Awal Bros Batam,
    Saya mengalami infeksi mulut serviks dan saran Dr. Kandungan harus di laser. Apakah di awal bros batam punya mesin laser untuk melakukannya ? Klo ada, tentu saya akan konsultasi ke sana. Terima kasih

    • wahyu

      Bisa menggunakan Fotona laser.
      Tindakan oleh dokter Spesialis Obgyn (Kandungan).
      Info bisa langsung ke beauty clinic di nomor (0778) 431 777 ext. 6500.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *