11 Pertanyaan Seputar Penyakit Jantung

11 Informasi Penting Tentang Penyakit Jantung

dr Dasdo Antonius Sinaga, SpJP,FIHA

RS Awal Bros Pekanbaru

 

  1. Apa itu penyakit jantung?

 

Ada banyak jenis penyakit pada jantung: penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan (kelainan jantung yang dibawa sejak lahir), kerusakan katup jantung (katup bocor atau katup yang tidak bisa terbuka), gagal jantung (pompa jantung menjadi lemah), penyakit jantung hipertensi, infeksi pada jantung, dan sebagainya.

Namun, di antara semua yang tersebut di atas, yang paling banyak ditanyakan orang atau pasien adalah penyakit jantung koroner.

 

  1. Apa itu penyakit jantung koroner?

 

Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung akibat penyempitan pada pembuluh darah koroner.

Pembuluh darah koroner adalah urat/pembuluh darah yang mengalirkan darah kepada organ jantung. Diibaratkan jantung adalah sawah, maka koroner adalah irigasi yang memberi makanan. Adanya penyumbatan pada koroner menyebabkan jantung kekurangan oksigen. Sementara jantung terus berdetak dan membutuhkan energi dari oksigen.

 

  1. Bagaimana proses terjadinya penyumbatan koroner?

 

Penyumbatan koroner terjadi karena adanya plak yang menempel seperti kerak. Kerak tersebut terbentuk dari lemak jahat (lipid/kolesterol) yang mengeras dan semakin padat. Plak tersebut dalam mengalami peradangan, dan bisa ruptur/pecah, sehingga terjadilah “luka” yang menstimulasi penggumpalan darah. Gumpalan darah (clot) secara tiba-tiba akan menutup pembuluh darah secara total (100%). Hal ini yang terjadi pada serangan jantung mendadak (heart attack)

 

  1. Hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan koroner/plak pada pembuluh darah?

 

Ada beberapa faktor, di antaranya adalah penyakit gula (Diabetes mellitus), kebiasaan merokok, riwayat keluarga sekandung yang menderita penyakit jantung dan stroke, darah tinggi/hipertensi, dan kadar kolesterol/lemak darah yang tinggi.

 

  1. Pada usia berapa orang lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner?

 

Penyakit ini bisa dialami semua orang bahkan pada umur muda sekalipun (misalnya usia 20-an), terutama jika memiliki faktor risiko yang tidak terkontrol. Namun pria berusia >55 tahun dan wanita berusia >65 tahun memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan usia yang lebih muda. Khusus pada wanita yang dalam usia subur (belum menopause), risiko nya lebih rendah karena masih dalam proteksi hormon estrogen. Hormon ini kadarnya akan menurun setelah menopause.

  1. Apa gejala-gejala penyakit jantung koroner?

 

Beberapa orang memiliki tanda dan gejala yang berbeda-beda. Mayoritas mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri, menjalar ke leher seperti tercekik dan ke lengan kiri. Terkadang disertai rasa dada seperti tertekan benda berat atau terhimpit, dan nafas terasa sesak. Gejala ini timbul saat beraktivitas dan berkurang/hilang saat beraktivitas. Namun pada serangan yang berat dan mendadak, gejala tersebut bisa timbul kapan saja disertai dengan sesak nafas, keringat dingin membasahi seluruh badan, mual dan muntah, kadang-kadang pingsan dan meninggal mendadak.

 

  1. Mengapa bisa terjadi serangan jantung yang mendadak? Apa saja pemicunya?

 

Serangan jantung mendadak terjadi karena secara tiba-tiba pembuluh koroner mengalami penyumbatan total atau sub-total (99%), karena terbentuk gumpalan darah pada koroner. Seperti dijelaskan sebelumnya gumpalan darah ini adalah akibat pecahnya plak. Bayangkan sebuah bisul yang pecah mengeluarkan nanah dan darah yang menggumpal. Hal serupa terjadi di dalam koroner. Ukuran/diameter cabang utama koroner berkisar antara 2-4 mm, yang langsung menutup drainase darah dan asupan oksigen ke otot jantung. Akibatnya, otot jantung mengalami iskemia (kekurangan oksigen) dan rusak.

Faktor pemicunya bisa karena gula darah dan tekanan darah yang tidak terkontrol, stress, aktivitas terlalu berlebihan. Banyak orang dan selebritis kita ketahui meninggal saat berolahraga, misalnya main badminton, sepakbola, atau tenis. Pada saat itu, terjadi ruptur atau plak mendadak.

 

  1. Bagaimana penanganan awal pada orang yang mengalami nyeri dada atau sesak mendadak dengan ciri-ciri yang disebutkan di atas?

 

Tenangkan dan beri oksigen jika tersedia. Segera beri obat pengencer darah (aspirin atau clopidrogel). Jangan tunda, segera bawa ke unit gawat darurat (UGD) rumah sakit terdekat. Beredar anggapan masyarakat yang menganjurkan untuk menusuk ujung jari penderita agar berdarah. Hal itu tidak terbukti secara medis, namun tidak berbahaya selama tidak menghalangi atau memperlambat penderita dibawa ke rumah sakit. Jangan berlama-lama, karena semakin lama jantung tidak mendapat oksigen, semakin luas pula otot jantung yang rusak, sehingga risiko meninggal mendadak lebih tinggi, atau dalam jangka panjang menyebabkan fungsi pompa jantung menjadi menurun drastis. Jika pemompaan jantung berkurang, bisa menyebabkan pasien sesak nafas. Kualitas hidup jangka panjang bisa sangat menurun.

 

  1. Apa guna pengencer darah? Ada berapa jenis pengencer darah, dan hingga berapa lama diberikan?

Pada saat serangan jantung, pengencer darah berguna untuk memecah gumpalan darah yang ada di dalam pembuluh koroner atau otak (untuk penyakit stroke). Diharapkan gumpalan darah yang sudah ada bisa luruh, atau jumlahnya berkurang. Pengencer darah yang paling banyak dikenal adalah aspirin (dosis 80 – 320 mg) yang dikunyah langsung saat serangat. Jenis pengencer darah lain adalah clopidrogel atau ticagrelor. Saat serangan jantung, pasien yang dirawat di rumah sakit akan mendapat pengencer darah dalam bentuk suntikan di bawah perut atau infus. Tujuannya sama, yaitu secara agresif menghancurkan gumpalan darah yang ada, atau minimal mengurangi volume clot pada koroner.

Pengencar darah yang diminum (aspirin atau clopidrogel) diberi selama minimal setahun, dan pada sebagian besar kasus, dianjurkan untuk diminum seumur hidup untuk mencegah serangan jantung berulang.

 

  1. Apakah orang yang sudah terkena penyakit jantung koroner atau serangan jantung boleh berolahraga? Jenis olahraga apa yang disarankan?

 

Olahraga merupakan salah satu regime pengobatan untuk penyakit jantung. Tidak ada larangan untuk berolahraga, sebaliknya olahraga sangat disarankan. Namun jenisnya adalah olahraga yang bisa terukur dan teratur. Jenis olahraga aerobik seperti jalan, jalan cepat, jogging, renang, atau bersepeda adalah yang paling disarankan. Frekuensinya adalah minimal 4x per minggu dengan durasi minimal 20-40 menit per latihan. Pada saat latihan, dianjurkan untuk menjalani olahraga tanpa jedah. Jika lelah, turunkan intensitas atau kecepatan, namun jangan sampai berhenti. Tujuannya adalah untuk terus melatih jantung bekerja selama 20-40 menit latihan.

 

  1. Apa yang dimaksud dengan kateterisasi jantung? Apa arti dari pemasangan ring atau cincin pada jantung?

 

Pada penyakit jantung koroner, terjadi penyempitan pada irigasi/saluran pembuluh darah. Untuk terapi paripurna, perlu dilihat seberapa berat (berapa persen) sumbatannya, berapa banyak peyumbatan yang tebentuk. Sumbatan yang lebih dari 50-70% perlu dibuka agar aliran darah kembali lancar dan oksigenasi ke jantung membaik. Tujuan kateterisasi adalah untuk menilai hal tersebut. Jika masih memungkinan, akan dipasang stent (bahasa awam: cincin atau ring) pada daerah yang tersumbat. Stent tersebut berada disana secara permanen untuk mempertahakan terbukanya pembuluh darah yang tersumbat.

Jika sumbatan yang ditemukan saat kateterisasi ternyata sangat banyak dan tidak bisa diatasi dengan pemasangan stent, pasien akan dianjurkan untuk menjalani operasi bedah jantung bypass (CABG/ Coronary Artery Bypass Graft)

dasdo-logo

dr Dasdo Antonius Sinaga, SpJP,FIHA

RS Awal Bros Pekanbaru

Jadwal Praktek :

Pagi : Senin s/d Sabtu Pkl 10.00 s/d 13.00 WIB

Sore : Senin s/d Jumat Pkl 17.00 s/d19.30 WIB

Informasi dan Pendaftaran, Hub :

Customer Care 08117510599

 

 

 

 

Categories: Artikel, Promotions, RS Awal Bros Pekanbaru, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *