Kenali Dulu Kebutuhan Anak

Proses pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak selamanya berjalan sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor yang mempengaruhinya, baik faktor yang dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor keturunan, maupun faktor yang tidak dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor lingkungan. Apabila ada faktor lingkungan yang menyebabkan gangguan terhadap proses tumbuh kembang anak, maka faktor tersebut perlu diubah (dimodifikasi).

Keluarga adalah tempat anak untuk mengembangkan kecerdasan kognitif, emosi, dan mentalnya. Orangtua bertanggung jawab dalam menggiring anak dan membekalinya dengan berbagai pengetahuan dan nilai-nilai yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya kelak.

Hubungan yang erat dan mesra antara orangtua dan anak akan tercipta jika komunikasi antara kedua belah pihak terjalin dengan baik. Selain itu, komunikasi adalah sarana untuk mengekspresikan rasa sayang Anda kepada sang buah hati. Dengan komunikasi yang efektif, Si Kecil akan merasa aman, nyaman, dan disayangi.

‘’Dalam tumbuh kembang anak, kita harus memperhatikan usia anak. Di usia tersebut anak sudah bisa apa. Jangan sekali-sekali pernah membandingkan anak kita dengan anak orang lain secara individu, tetapi bandingkan anak kita dengan anak kebanyakan sehingga menjadi salah satu indikator penilaian yang kita lakukan,’’ ujar Psikolog Anak Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru Miftahul Hayati MPsi kepada Riau Pos, Selasa (6/12).

Banyak faktor yang bisa memengaruhi pertumbuhan fisik anak di antaranya; pertama, faktor biologis yang terdiri dari aspek genetik, keturunan, dan etnik akan sangat memengaruhi pertumbuhan dan ciri fisik anak. Sebagai contoh, suatu keluarga yang secara genetik bertubuh pendek, akan cenderung memiliki anak yang pendek pula. Warna kulit dan rambut anak tersebut juga akan ditentukan dari etnik kedua orangtuanya. Kedua, faktor lingkungan. Pembentukan karakter dan kepribadian anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Sebagai contoh, jika ia bergaul dengan teman yang berperilaku baik, maka ia akan menunjukkan sikap yang baik pula. Selain itu, cara orangtua atau pengasuh dalam memperlakukan anak juga memiliki peran yang tidak kalah penting serta perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya, cenderung tumbuh dan berkembang lebih optimal.

Ketiga, faktor sosial ekonomi, anak yang berasal dari keluarga dengan kemampuan finansial yang mencukupi, cenderung tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal. Sebab, orangtuanya memiliki kemampuan untuk menyediakan asupan pertumbuhan berupa makanan bergizi, pendidikan, serta mainan dan aktivitas yang dapat menunjang tumbuh kembangnya.

Bagi orangtua yang ingin memantau perkembangan tumbuh kembang anaknya, hal ini bisa dilakukan di Rumah sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru. Di mana di rumah sakit ii terdapat Klinik Tumbuh Kembang Anak CDC Centre yang melayani pemeriksaan perkembangan anak usia 2-4 tahun, deteksi gangguan tumbuh kembang seperti autis, hiperaktif dan lain-lain, pemeriksaan anak berkebutuhan khusus seperti down syndrome, retardasi mental dan lain-lain, mengetahui potensi anak (taraf kecerdasan, perkembangan emosi, kemampuan sosialisasi), evaluasi psikologi kesiapan anak masuk sekolah dan konseling pengasuh. Tim CDC RSAB Sudriman Pekanbaru terdiri dari dokter spesialis saraf anak (neuropediatri), dokter spesialis anak, dokter spesialis rehabilitasi medis, psikiater dewasa, dokter gigi anak, dokter mata, dokter THT, dokter bedah, psikolog anak, therapist.

Berbicara mengenai kedua orangtua yang bekerja dalam tumbuh kembang anak, biasanya orangtua bekerja akan menitip anaknya di tempat penitipan anak. Namun sebelum melakukan hal ini ada baiknya orangtua memperhatikan dua hal yakni fasilitas dan pendampingnya. Lihat apakah ada meja kaca yang dapat di sekitar tempat penitipan, lihat lingkungannya ramah anak atau tidak. Kedua lihat pendampingnya ramah anak apa tidak. Lihat bisa berkomuniasi bahasa anak. Bisa menyampai apa yang layak disampaikan kepada anak sesuai usianya.‘’Waktu adalah hal yang tidak dapat digantikan dengan uang. Walaupun Anda sibuk bekerja mencari nafkah, usahakanlah untuk selalu mengadakan quality time dengan buah hati Anda. Jika orangtua tidak bisa mendapingi anak setiap saat, lakukan diskusi bersama anak, Tanya apa yang sudah dilakukannya, apa yang tidak disukainya. Pertahikan anak bagaimana saat berbicara, bagaimana saat disuruh dan bagaimana saat marah. Setiap anak apa yang dilakukannya pasti ada alasannya. Kita mencari tahu dulu apa maunya anak dan itu lebih gampang mencari tahu. Kita tinggal mencaritahu bagaimana anak ini, masih layak apa tidak apa yang dilakukan. Yang paling penting adalah kenali dulu kebutuhan anak itu apa,’’ tegas Miftahul.***

Sumber : Riau Pos, Minggu 11 Desember 2016

 

Categories: Media Clipping, Promotions, RS Awal Bros Pekanbaru, and Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *