Kenali Sejak Dini Kanker Serviks

KANKER serviks atau yang lazim disebut kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada leher rahim (serviks). Dimana serviks  adalah daerah yang menghubungkan rahim (uterus) dan vagina. Kanker ini sangat berbahaya dan menjadi salah satu kanker sangat mematikan bagi kaum hawa karena angka kematian penderita kanker serviks sangatlah tinggi.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru dr Zaldy Zaimi SpOG kepada Riau Pos, Kamis (1/12) menjelaskan menurut data dari WHO setiap tahunnya sebanyak 490.000 perempuan didiagnosa  menderita kanker serviks. 240.000 di antaranya meninggal dunia. Dan 80 persennya terjadi di Negara berkembang, salah satunya Indonesia.

‘’Di Indonesia 35-40 wanita didiagnosa menderita kanker serviks, 20-25 di antaranya meninggal karena penyakit ini. Artinya dalam setiap 1 jam, seorang wanita meninggal karena kanker serviks,’’ ujar Zaldy.

Kanker serviks ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual, di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa atau pertukaran cairan tubuh dan melalui seks oral. Setelah memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33 persen wanita akan terinfeksi HPV. Beberapa jenis HPV tidak menimbulkan gejala yang jelas dan infeksi bisa hilang tanpa penanganan medis. Faktor yang bisa meningkatkan risiko menderita kanker serviks antara lain aktivitas seksual terlalu dini (melakukan hubungan seksual pada umur terlalu dini akan meningkatkan risiko terinfeksi HPV), berganti-ganti pasangan seksual (memiliki banyak pasangan seksual akan meningkatkan risiko terinfeksi HPV), merokok ( wanita yang merokok berisiko dua kali lipat. Ini mungkin disebabkan oleh bahan kimia berbahaya dari tembakau yang muncul di leher rahim), sistem kekebalan tubuh yang lemah kondisi ini mungkin dikarenakan mengonsumsi obat tertentu seperti imunosupresan. Obat ini digunakan agar tubuh tidak menolak donor organ dari orang lain atau karena menderita HIV/AIDS dan kekurangan vitamin.

Kanker serviks cenderung muncul pada umur 35–55 tahun (pada saat usia produktif), Kualitas hidup penderita kanker serviks sangat menderita, terutama saat penyakitnya kambuh, beban secara  psikologis, fisik dan material dan mengganggu kehidupan dalam keluarga. Maraknya pengobatan alternatif atau pengobatan herbal yg tidak ada gunanya mengakibatkan pasien datang dengan stadium lanjut.

Gejala kanker serviks tidak selalu bisa terlihat dengan jelas, bahkan ada kemungkinan gejala tidak muncul sama sekali. Sering kali, kemunculan gejala terjadi saat kanker sudah memasuki stadium akhir. Oleh karena itu, melakukan Pap smear secara rutin sangat penting untuk ‘menangkap’ sel pra-kanker dan mencegah perkembangan kanker serviks.

Pendarahan yang tidak normal yakni pendarahan sesudah melakukan hubungan intim, pendarahan abnormal (di luar waktu haid), pendarahan sesudah menopause. Kelainan pada vagina (keluarnya cairan kekuningan, berbau). Sedangkan gejala lain berupa sakit/nyeri pada pinggul, sakit/nyeri pada kaki. ‘’Jika ini terjadi segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan jika terjadi pendarahan yang tidak normal lebih dari satu kali,’’ katanya lagi.

Di Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru memberikan penanganan kanker serviks yakni pencegahan melalui edukasi dan vaksinasi sedangkan deteksi dini dilakukan skrining dan pap smear. Vaksinasi yang diikuti dengan skrining memberikan perlindungan terbaik untuk mencegah kanker serviks. “Pap smear dilakukan hanya kepada wanita yang sudah menikah sedangkan yang belum hanya diberikan vaksinasi saja. Vaksinasi dilakukan dalam tiga tahap dan biasanya jika sudah mengikuti prosedur vaksinasi yang benar, maka pasien terhindar dari terjangkitnya kanker serviks. Untuk pengobatan biasanya kita rujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru karena di sana yang memiliki peralatan kemoterapi dan radioterapi. Rutinlah lakukan Pap smear untuk deteksi dini. Tiap tahun pap smear ini harus dilakukan,” tutupnya.***

 

Sumber :

Riau Pos, Minggu (04 Des 2016)

 

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *