Gangguan Metabolisme Pada Tubuh Anak

Penanganan Saat Anak Demam

Demam merupakan suatu penyakit yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat awam. Apalagi, jenis penyakit ini mudah dikenali, yakni jika badan terasa panas yang tak kunjung turun selang beberapa jam, maka diasumsikan tubuh sedang terjangkit demam. Dikalangan masyarakat awam, penyakit ndemam menjadi momok yang cukup mengerikan, apalagi bagi seorang ibu dengan usia anaknya yang masih bayi dan balita.

Kecendrungan yang sering terjadi orang tua akan panik seketika mengetahui tubuh anaknya mulai panas. Seperti yang diutarakan seorang Ibu Heni yang memiliki anak perempuan berumur 8 bulan. Suhu tubuh putrinya panas dan terjadi selama lima hingga enam jam. Saya panik, apalagi umurnya belum genap satu tahun. Lantas, tanpa mengulur waktu lebih lama. dirinya dan suami membawa anaknya ke RS Awal Bros Panam.

Mengenai kondisi diatas, dokter spesialis anak Rumah Sakit Awal Bros Panam, dr. Luciana Intanti Putrijaya, MSc, SpA menegaskan bahwa demam mempunyai tingkatan berdasarkan suhu tubuh. Jadi bagi para orang tua tidak usah terlalu panik, karena bagaimanapun orang tua merupakan pertolongan pertama bagi keadaan si anak, ungkapnya. Dirinya mengatakan fenomena demam yang dapat digolongkan berbahaya jika suhu tubuh mendekati angka 39,5 derajat celcius dan harus segera dibawa ke dokter. Namun demikian jika usia bayi masih dibawah 2 bulan dan suhu tubuh mulai memanas memang harus sesegeranya dibawa ke dokter karena kondisi tubuhnya yang masih rentan. Takutnya jika dibiarkan akan malah berbahaya, tuturnya.

Gangguan Metabolisme Pada Tubuh

Penyebab terjadinya demam disebabkan oleh berbagai macam kondisi, seperti infeksi bakteri atau virus, kanker, peradangan, memar maupun suatu pembengkakan di salah satu bagian tubuh. Suhu tubuh akan meningkat jika set point pada tubuh mulai merespon adanya suatu gangguan metabolisme yang terjadi oada kondisi tubuh. Seorang dapat dikatakn sudah demam ketika suhu tubuh berada diatas suhu tubuh normal yakni antara 36,5 hingga 37,5 derajat celcius.

Namun demikian, demam dengan tingkat suhu hingga 38,5 derajat celcius masih tergolong biasa dan belum diperlakukan untuk dibawa ke rumah sakit. Jika sudah melewati angka tersebut, umumnya, anak- anak akan mulai rewel, gelisah, serta nafsu makan pun berkurang. Pada kondisi ini, orang tua bisa memberikan obat demam.

Apabila suhu tubuh terus meningkat mendekati angka 39,5 derajat celcius segera dibawa ke dokter. Agar ditangani dengan tepat . Saat suhu tubuh naik hingga menyentuh angka 45,5 derajat celcius, maka anak mulai kejang hingga tak sadarkan diri.  Sebelum kondisi ini terjadi, orang tua seharusnya sudah membawa anak ke rumah sakit agar ditangani secara serius oleh dokter yang berada di rumah sakit. Meski begitu, jika demam pada anak- anak disertai muntah, sesak nafas dan sudah diberi obat penurun demam selama dua hari tak kunjung membaik, maka orang tua secepatnya membawa anak ke rumah sakit. Penting diketahui, kondisi diatas tidak berlaku terhadap bayi yang masih berusia dibawah dua bulan. Artinya, jika kondisi bayi mulai panas dari biasanya, orang tua harus langsung memeriksa ke dokter rumah sakit. Hal ini dikarenakan kondisi bayi tersebut masih rentan dan ditakutkan akan mempercepat kondisi bayi dikemudian hari.

Agar Kondisi Buah hati Tetap Sehat

Untuk menjaga kondisi anak tetap sehat dan jauh dari demam, para orang tua perlu memperhatikan beberapa hal, yakni :

  1. Berikan nutrisi yang cukup bagi anak agar metabolisme tubuh tetap stabil dan prima. Nutrisi sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak, jika asupan nutrisi kurang maka rentan diserang penyakit, salah satunya demam, ujar dokter spesialis anak Rumah Sakit Awal Bros Panam, dr. Luciana Intanti P, MSc, SpA.
  2. Sebisa mungkin hindari lingkungan yang berpotensi menyebabkan penyakit. Dalam hal ini lingkungan yang memiliki tingkat penularan penyakit. “Artina, orang tua harus senantiasa menjaga kondisi lingkungan tetap bersih dan higienis, agar kondisi anak tetap terjaga baik sebutnya.
  3. Imunisasi sangat penting agar meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, imunisasi juga meningkatkan kekebalan tubuh anak agar tidak mudah diserang berbagai bakteri maupun virus penyebab berbagai jenis penyakit. ” Bagi orang tua penting mengikutsertakan anaknya dalam setiap kegiatan imunisasi ini,” tandasnya.

Gunakan Kompres Hangat

Kompres merupakan tindakan awal yang akan diberikan oleh setiap orang jika kondisi suhu tubuh mulai meningkat. Namun, banyak juga masyarakat yang salah kaprah dalam melakukan hal ini, seperti menggunakan kompres dingin dengan menggunakan batu es. Hal ini diyakini dapat menurunkan panas tubuh karena sudah diberikan sesuatu yang bersifat dingin. Paradigma yang berkembang ini tampak oleh dokter spesialis anak Rumah Sakit Awal Bros Panam, dr. Luciana Intanti P, MSc, SpA.

Iya mengatakan kompres yang mesti digunakan ialah kompres hangat. “Kalau kompres dingin kondisi tubuh malah akan semakin panam.” ujarnya. Lebih lanjut, dirinya memaparkan jika kompres dingin yang digunakan maka set point yang ada di orak akan meresponnya dengan lebih menaikkan kondisi tubuh, jadi demam mala semakin menjadi. Sedangkan jika menggunakan kompres hangat maka kondisi suhu tubuh akan kembali berangsur membaik karena karena area set point tadi tidak akan mersepont lagi untuk menaikkan suhu badannya.

Meski begitu, demam tidak hanya merupakan suatu penyakit yang bermakna negatif, namun juga bisa memberikan efek positif bagi tubuh,katanya. Efek positif yang dimaksud ialah dengan suhu tubuh meningkat makan akan memperlambat perkembangan bakteri maupun virus yang sedang berkembang di dalam tubuh.

“Dan tentunya akan memperbaiki pertahanan tubuh dimana tubuh yang sebelumnya rentan diserang penyakit akan lebih tahan dan siap membentengi tubuh dari serangan berbagai penyakit,” tuturnya.

Sumber : Tribun Pekanbaru 8 Januari 2017

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Panam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *