Saat Hamil Besar, Bolehkah Naik Motor?

Ilustrasi (foto internet)

VIVA.co.id – Saat sedang hamil besar, seringkali wanita membatasi aktivitasnya, misalnya bepergian terlalu jauh, menjaga agar tidak kelelahan, hingga membatasi kegiatan berkendara seperti naik kendaraan bermotor. Namun benarkah beraktivitas seperti berkendara membahayakan janin?

Ketakutan tersebut adalah hal yang wajar. Namun, perlu diingat, bahwa pada prinsipnya saat hamil secara normal (tanpa ada penyakit dan sebagainya) maka sebaiknya tetap melakukan aktivitas harian sewajarnya.

“Kalau hamilnya normal-normal saja, tidak ada masalah melakukan aktivitas harian yang biasanya dijalani secara rutin. Silakan lakukan, selama tidak ada keluhan pada kehamilan,” ujar spesialis ObGyn, dr. Ridwan Mahmuddin SpOG, kepada VIVA.co.id di RS Evasari, Jakarta, Senin 16 Januari 2017.

Ridwan mengatakan, aktivitas seperti olahraga, bekerja, naik kendaraan, bahkan berhubungan seks, tidak menjadi masalah selama masa kehamilan tanpa keluhan. Terlebih, anjuran bergerak pada ibu hamil justru sangat dianjurkan guna mencegah bahaya obesitas.

“Ibu-ibu yang aktivitas kurang saat kehamilan justru berdampak buruk yaitu obesitas, hipertensi, diabetes kehamilan. Jadi harus gerak dan jalani aktivitas harian,” lanjutnya.

Untuk berolahraga sendiri, Ridwan menyarankan untuk melakukan olahraga yang lebih ringan. Selain itu, naik motor secara umum, itu juga diperbolehkan bagi ibu hamil, asal dengan kondisi motor yang memang jalan secara normal.

“Kalau getaran motornya masih normal (belum dimodifikasi) dan jalannya santai tidak ngebut, boleh saja. Bahkan naik pesawat yang getarannya lebih kuat, masih diperbolehkan hingga usia kehamilan hampir 9 bulan,” kata Ridwan.

http://m.life.viva.co.id/news/read/871298-saat-hamil-besar-bolehkan-naik-motor

 

Categories: Media Clipping and RS Evasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *