Bagaimana Mencegah Infeksi Anthrax?

Enam belas orang ditemukan menderita Anthrax tipe kulit belum lama ini di Indonesia, 15 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia di Kulonprogo beberapa waktu lalu. Selain manusia, satu ekor sapi dan 14 ekor kambing juga mati (Tribun News, 22 Januari 2017). Musim liburan sudah dekat, tidak menutup kemungkinan Anda berlibur ke daerah-daerah tersebut. Apa yang harus kita ketahui agar tidak ikut tertular ?

Anthrax adalah sebuah penyakit infeksi serius oleh bakteri gram positif, rod-shaped bernama Bacillus anthracis. Meskipun jarang, orang dapat terkena penyakit Anthrax bila kontak dengan binatang yang terinfeksi atau produk dari binatang yang terkontaminasi (CDC, 2015). Anthrax dapat ditemukan di tanah dan biasanya menginfeksi hewan lokal dan liar di seluruh dunia, seperti ternak, kambing, domba, antelope, kijang melalui hirupan spora dari tanah, tumbuhan, atau air yang terkontaminasi. Dalam sejarah, Anthrax juga dapat digunakan sebagai senjata biologis. Anthrax pertama kali ditemukan di Egypt dan Mesopotamia.

Siapa pun yang berisiko kontak dengan spora Anthrax dapat menjadi sakit, seperti orang yang menangani produk binatang, dokter hewan, produser hewan ternak, wisatawan, profesional laboratorium, tukang pos, personel militer, relawan.

Tipe penyakit ini sesuai dengan bagaimana bakteri ini masuk ke tubuh manusia dan semua tipe bakteri tersebut dapat menyebabkan sakit berat sampai kematian bila tidak ditangani dengan antibiotika. Gejala timbul sejak sehari sampai lebih dari dua bulan setelah terinfeksi melalui :

  1. Kontak kulit : sekelompok lepuhan kecil di kulit yang gatal, bengkak sekitar lesi, luka di kulit yang tidak nyeri dengan bagian tengah kehitaman di muka, leher, lengan, dan kaki.
  2. Inhalasi (hirupan) : demam, menggigil, rasa tidak nyaman di dada, sesak, sempoyongan, batuk, mual muntah, nyeri lambung, sakit kepala, berkeringat banyak, merasa sangat lelah, badan sakit semua.
  3. Saluran cerna : demam, menggigil, bengkak di leher dan kelenjar di leher, radang tenggorokan, nyeri telan, mual muntah (berdarah), diare (berdarah), sakit kepala, kemerahan di muka dan mata, nyeri lambung, pingsan, bengkak di perut (lambung).
  4. Suntikan : mirip gejala penularan melalui kulit, dapat timbul bisul di tempat suntikan, namun menyebar dalam tubuh jauh lebih cepat, lebih sulit ditemukan.

Diagnosis dilakukan dengan menemukan Bacillus anthrax pada pemeriksaan darah, apusan kulit (lesi), cairan spinal, sekresi pernafasan, atau  cairan di selaput paru melalui rontgen dada, atau CT scan.

Pasien dengan gejala yang serius harus dirawat inap di RS, diberikan antibiotika, antitoxin, mendapat cairan infus, sampai bantuan nafas dengan ventilator bila diperlukan.

Tips cara pencegahan :

  1. Jaga pola hidup sehat
  2. Kebersihan individu dengan cuci tangan dan lingkungan
  3. Tidak menyembelih hewan sakit untuk dikonsumsi
  4. Tidak bersentuhan atau makan daging, jerohan, kulit, tanduk tulang, atau bagian tubuh dari hewan terinfeksi
  5. Cuci bersih dan masak sampai matang daging yang kita konsumsi
  6. Segera berobat bila ada gejala Anthrax
  7. Hewan ternak harus divaksinasi dua kali setahun, jaga kebersihan kandang, bila sakit harus dipisahkan dari yang sehat dan segera lapor ke Dinas Peternakan

Tetap jaga kesehatan agar liburan Anda tetap menyenangkan. Semoga bermanfaat, bila Anda membutuhkan konsultasi dapat menghubungi RS Awal Bros Batam melalui Customer Care kami di 0778-431777 ext 1991/1992.

Categories: Artikel and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *