Waspadai Gejala Gagal Jantung

Gagal jantung merupakan suatu keadaan yang terjadi saat jantung gagal memompakan darah dalam jumlah yang memadai untuk mencukupi kebutuhan metabolisme (supply unequal with demand) atau jantung dapat bekerja dengan baik hanya bila tekanan pengisian (ventricular filling) dinaikkan.

Gagal jantung juga merupakan suatu keadaan akhir (end stage) dari setiap penyakit jantung, termasuk aterosklerosis pada arteri koroner, infark miokardium, kelainan katup jantung, maupun kelainan kongenital.

Bila dibiarkan tak terawat akan menyebabkan kematian dalam beberapa menit. Dari defenisinya gagal jantung sekumpulan tanda dan gejala akibat gangguan abnormal jantung. Demikian dijelaskan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Awal Bros Sudirman dr Vebiona Kartini Prima Putri SpJP-FIHA kepada Riau Pos.

‘’Gagal jantung dapat dikenali dari gejala dan tanda diantaranya adanya pernafasan yang pendek (sesak nafas) saat aktivitas, kesulitan untuk rebah mendatar, terbangun karena nafas pada malam hari, kaki yang bengkak,’’ ujar dr Vebiona.

Gagal jantung dapat akut, misalnya terjadi  setelah serangan jantung atau dapat juga terjadi dari gagal jantung kronik yang mengalami perburukan. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya gagal jantung. Seringkali karena suatu serangan jantung, tekanan darah tinggi atau adanya masalah pada katup-katup jantung.

Dijelaskan dr Vebiona, sesak napas yang terjadi pada penderita gagal jantung umumnya akan dirasakan penderita pada saat aktivitas dan posisi berbaring. Bahkan tidak jarang pula penderitanya yang mengalami sesak napas hebat ketika istirahat malam hari. Sehingga mereka diharuskan untuk duduk ketika mengalami hal tersebut untuk mengurangi gejala.

Sedangkan gejala kaki yang bengkak dialami perlahan-lahan dan tidak menghilang dengan meninggikan kaki atau pada pagi hari. Setiap penderita gagal jantung memiliki gejala yang berbeda. Sehingga sudah seharusnya Anda melakukan pemeriksaan pada dokter jika sudah mengalami gejala-gejala tersebut untuk mengetahui diagnosa sebenarnya dan mendapat penanganan yang tepat.

Untuk langkah antisipasi, menurut Vebiona, seseorang yang tiba-tiba merasa sesak napas harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan. Dokter akan mengurangi beban pada jantung terlebih dahulu dengan memberikan obat yang bersifat diuretik (merangsang sering buang air kecil).

“Kemampuan jantung memompa kurang. Kalau cairan dikurangi, bebannya akan berkurang,” katanya lagi

Selanjutnya, pasien akan diberi obat, seperti vasodilator dan betablocker.

Gangguan irama jantung pada pasien gagal jantung sangat berbahaya. Frekuensi denyut jantung bisa tiba-tiba cepat sekali sehingga tidak mampu memompa darah ke otak. Itu bisa mematikan.Vebiona mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien gagal jantung. Yakni waspadai gejala dan patuhi petunjuk dokter.

‘’Yang paling penting diketahui pasien, jika mengalami gelaja-gejala tersebut sebaiknya pasien langsung masuk ke Instalasi Gawat darurat (IGD). Karena di IGD ini bisa terdeteksi pasien masuk dalam kategori gagal jantung mana sehingga pola penangannya disesuaikan demikian juga obat-obatan yang diberikan. Perlu diketahui, ada pasien yang menderita gagal jantung diharuskan meminum obat seumur hidup,’’ terangnya.

Menurut Vebiona, di Rumah Sakit pasien dapat menjalani pemeriksaan dengan metode ekokardiografi. Dimana Ekokardografi  merupakan  metode yang  paling  berguna  dalam  melakukan  evaluasi  disfungsi  sistolik  dan diastolik. Konfirmasi diagnosis gagal jantung dan/atau disfungsi jantung dengan pemeriksaan  ekokardiografi  adalah  keharusan  dan  dilakukan  secepatnya  pada pasien dengan dugaan  gagal jantung.

Dikatakannya, gagal jantung terbagi menjadi dua yaitu kronis dan akut. Pada gagal jantung kronis, gejala berkembang secara bertahap dan lama. Sedangkan pada gagal jantung akut, gejala berkembang secara cepat.

Ditegaskan Vebiona, bagi masyarakat yang memiliki keluhan seperti disebutkan diatas sebaiknya melakukan pemeriksaan. Karena tanpa disadari penyakit gagal jantung bisa menyerang.***

Sumber : Riau Pos (Minggu, 29 Januari 2017)

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *