Perut Terasa Nyeri, Waspada Sakit Maag

GAYA hidup yang kita jalani sehari-hari sangat banyak mempengaruhi kesehatan tubuh.Kebiasaan makan tidak teratur bahkan melakukan diet ketat atau mengkonsumsi obat sembarangan dapat menyebabkan perut terasa nyeri. Keluhan perut nyeri (terutam abagian ulu hati) ini dirasakan apabila kita menderita penyakit maag.

Sakit maag atau kerap disebut dispepsia dapat menyerang setiap orang di semua usia.Pada keadaan yang cukup berat , dyspepsia dapat disertai dengan pendarahan lambung sehingga menyebabkan berkurangnya kadar hemoglobin di dalam darah dan bahkan mengancam nyawa.

‘’ Penyakit maag atau dispepsia adalah kumpulan gejala penyakit yang ditemuka nsehari-hari berupa rasa tidak nyaman di perut bagian atas,mual, kembung, rasa penuh (begah) atau muntah yang berasal dari kelainan pada saluran cerna bagian atas. banyak factor penyebab timbulnya sakit maag ini,’ ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Saki tAwal Bros Sudirman Pekanbaru dr Irma WahyuniSpPD kepada Riau Pos, Jumat (17/2).

Pada kondisi maag atau dispepsia yang cukup lama, penderita bias mengalami gejala rasa sesak , rasa panas di dada (heartburn), sering bersendawa, mulut terasa pahit atau asam dan gigi geligi yang mengalami kerusakan. Kondisi ini dapat terjadi pada keadaan yang kita sebut Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dimana asam lambung naik dan menyebabkan iritasi pada daerah kerongkongan.

Penyakit maag terbagi menjadi dua yakni organik,yaitu apabila rasa tidak enak tersebut disebabkan oleh luka atau kelainan anatomis yang jelas, misalnya penyakit tukak lambung, keganasan pada lambung, atau kelainan anatomi saluran cerna atas.

Disebut organik dikarenakan ada kelainan organ yang menjadi penyebabnya.

Kedua adalah fungsional, yaitu apabila penyebab maag bukan kelainan anatomis, melainkan kelaian biokimia yang terjadi di dalam lambung. Disebut fungsional karena yang terganggu adalah fungsi organ pencernaan tetapi bentuk anatomisnya normal.

Penyebab penyakit maag bermacam-macam, terutama untuk maag organic. Penyebab penyakit maag organik diantaranya meliputi ulkus/luka pada lambung/usus 12 jari, radang pada kerongkongan, luka cerna akibat obat anti nyeri/sy, batu kandung empedu, radang pankreas dan kanker lambung, pankreas atau usus besar.

‘’Pola makan tidak teratur dapat menimbulkan gejala sakit maag. Jika gejala ini sudah dirasakan sebaiknya selain makan teratur ada baiknya makan sesering mungkin tapi dalam jumlah sedikit dan juga dilakukan pengobatan, hindari makanan yang pedas dan asam. Namun masyarakat juga dianjurkan agar memeriksakan diri ke dokter sehingga bisa diketahui jenis penyakit maag apa yang diderita. Perlu diwaspadai apakah gejala penyakit maag yang diderita berkaitan dengan penyakit lain, terutama pada pasien yang menderita hipertensi, diabetes mellitus atau memiliki kadar kolesterol tinggi’’ katanya.

Dr Irma mengatakan, sering kali pasien penderita sakit maag tidak kontiniu melakukan pengobatan karena penyembuhan sakit maag ini memerlukan jangka waktu yang lama. Penyebab sakit maag harus diketahui secara pasti agar penanganan sakit maag dapat dilakukan dengan tepat.Di Rumah Sakit awal Bros sudirman Pekanbaru, pasien penderita penyakit maag yang tidak membaik dengan obat-obatan konvensional ini melakukan pemeriksaan endokospi agar dapat mengetahui kondisi dinding lambung. Endoskopi adalah pemeriksaan lambung dengan cara memasukkan alat dengan kamera kecil melalui mulut samapai ke lambung. Endoskopi ini dilakukan untuk melihat derajat beratnya luka yang terjadi dan evaluasi terhadap adanya infeksi

bakteri. Infeksi bakteri yang sering menyebabkan sakit maag kronik adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori.Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui makanan yang tidak bersih yang dikonsumsi atau dari air minum yang tidak bersih. Infeksi bakteri H.pylori dapat menimbulkan maag akut dan dapat terus berlanjut menjadi maag kronis bila tidak ditangani dengan tepat.

Jika berhadapan dengan sakit maag harus ada evaluasi adanya gejala alarm sistem.Harus diwaspadai apakah gejala maag disertai dengan penurunan berat badan yang drastis, teraba benjolan di perut ataupun disertai dengan anemia

‘’Untuk mengurangi sakit asam lambung sebaikny aselesai makan jangan langsung tidur/berbaring, namun menunggu 1-2 jam terlebih dahulu. Hindari makan dalam jumlah yang berlebihan atau sekaligus banyak, jangan merokok. Kurang ikonsumsi minum kopi atau teh, makanan terlalu pedas dan terlalu asam, minuman beralkohol, makanan yang mengandung pengawet atau pun penyedap rasa. Olahragalah teratur minimal tiga kali sepekan selama 30 menit. Olahraga teratur ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh,’’ tutup dr Irma.**

Sumber : Riau Pos (Minggu, 19 Februari 2017)

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *